Samsung membagikan solusi sederhana untuk masalah baterai boros yang dilaporkan sebagian pengguna Galaxy S25 di jaringan T-Mobile di AS. Perusahaan menyebut sumber masalahnya sudah ditemukan, dan perbaikan sementara dapat dilakukan dengan menghapus pembaruan terbaru aplikasi Mobile Services.
Informasi ini penting karena keluhan soal baterai yang terkuras tidak wajar sempat muncul dari semakin banyak pengguna. Polanya lalu mengarah pada unit Galaxy S25 yang terhubung ke jaringan T-Mobile, sebelum Samsung menjelaskan penyebabnya melalui moderator resmi di forum komunitasnya di AS.
Menurut Samsung, pembaruan terbaru untuk aplikasi Mobile Services diduga membawa bug yang memicu pengurasan baterai mendadak. Aplikasi ini merupakan alat sistem yang menangani layanan terkait jaringan di perangkat.
Karena itu, langkah yang disarankan bukan mengganti pengaturan baterai atau menonaktifkan fitur tertentu, melainkan mengembalikan aplikasi tersebut ke versi lama. Dengan menghapus pembaruan terbaru, perangkat akan keluar dari rilis yang bermasalah dan daya tahan baterai diharapkan langsung membaik.
Langkah perbaikan sementara
Pengguna Galaxy S25 yang terdampak dapat membuka menu Settings di ponsel mereka. Setelah itu, masuk ke Apps untuk melihat daftar aplikasi yang terpasang.
Di halaman aplikasi, tekan ikon filter dan urutkan yang berada di dekat kanan atas. Lalu aktifkan opsi Show system apps agar aplikasi sistem ikut ditampilkan.
Setelah daftar lengkap muncul, cari Mobile Services dan buka halaman aplikasinya. Di sana, pilih Uninstall updates lalu konfirmasi dengan menekan OK.
Samsung juga menyarankan pengguna mengambil tangkapan layar nomor versi aplikasi sebelum menghapus pembaruan. Langkah ini berguna untuk membandingkan nomor versi setelah rollback dan memastikan penurunan versi benar-benar berhasil.
Konteks masalah
Keluhan soal baterai boros awalnya muncul dari sejumlah pengguna Galaxy. Namun, pola yang terlihat menunjukkan kasus ini terutama menimpa perangkat Galaxy S25 di jaringan T-Mobile di pasar AS.
Temuan itu kemudian membantu mempersempit sumber masalah ke aplikasi sistem tertentu. Setelah penyebabnya diidentifikasi, Samsung langsung mengarahkan pengguna ke solusi sementara yang bisa dilakukan sendiri tanpa menunggu pembaruan besar sistem.
Mobile Services bukan aplikasi biasa yang bisa diabaikan begitu saja. Aplikasi ini menangani fungsi yang berkaitan dengan jaringan, sehingga gangguan pada pembaruannya dapat berdampak langsung pada kinerja inti ponsel, termasuk konsumsi daya.
Itu pula yang menjelaskan mengapa rollback ke versi sebelumnya menjadi langkah yang dianggap paling aman untuk saat ini. Versi lama dinilai dapat membebaskan perangkat dari bug yang muncul pada rilis terbaru.
Menunggu perbaikan permanen
Samsung belum merinci apakah sedang menyiapkan pembaruan baru khusus untuk Mobile Services untuk menutup bug tersebut. Meski begitu, mengingat peran aplikasi ini sangat penting bagi fungsi dasar perangkat, penanganan lebih lanjut diperkirakan tetap berjalan.
Untuk sementara, pengguna yang mengalami baterai cepat habis dapat mencoba solusi ini sambil menunggu pembaruan permanen tersedia. Jika perbaikan resmi dirilis nanti, pembaruan baru untuk aplikasi sistem seperti ini juga bisa terpasang secara otomatis saat sudah tersedia.
Bagi pengguna yang tidak mengalami masalah serupa, informasi ini tetap relevan sebagai langkah diagnosis dini. Jika Galaxy S25 menunjukkan konsumsi daya yang tiba-tiba tidak normal, terutama pada perangkat yang terhubung ke T-Mobile di AS, Mobile Services kini menjadi titik pemeriksaan utama.
Langkah rollback ini juga memberi gambaran bahwa tidak semua masalah baterai berasal dari kapasitas sel yang menurun atau kebiasaan pemakaian. Dalam kasus Galaxy S25 ini, pemicunya justru berasal dari pembaruan aplikasi sistem yang terkait langsung dengan layanan jaringan.
Karena itu, pengguna yang terdampak tidak perlu buru-buru menyimpulkan ada kerusakan hardware. Selama penyebabnya masih berasal dari bug pada software, perbaikan melalui penghapusan pembaruan aplikasi bisa menjadi solusi yang paling cepat sambil menunggu pembaruan resmi berikutnya.
