Persaingan headphone premium saat ini tidak lagi ditentukan oleh satu faktor saja. Apple AirPods Max 2, Sennheiser HDB 630, dan Sony WH-1000XM6 justru menonjol di area yang berbeda, sehingga pilihan terbaik sangat bergantung pada prioritas pengguna.
Bagi pembaca yang mencari peredam bising terbaik untuk perjalanan, AirPods Max 2 tampil paling menonjol. Namun untuk suara, baterai, dan fleksibilitas koneksi, HDB 630 justru memberi paket yang lebih lengkap, sementara Sony WH-1000XM6 berada di tengah sebagai opsi yang lebih seimbang.
Tiga arah berbeda di kelas premium
Segmen headphone nirkabel premium tetap kuat meski earbud true wireless terus berkembang. Kategori ini masih jadi pilihan utama banyak pelancong karena biasanya menawarkan active noise cancellation yang lebih kuat dan daya tahan baterai yang lebih panjang.
Sony sudah lama memimpin lewat seri WH-1000X, sementara Apple memberi warna baru lewat AirPods Max. Sennheiser belakangan ikut mengganggu peta persaingan melalui lini Momentum, dan HDB 630 diposisikan lebih premium dari lini tersebut.
Dalam paket penjualan, ketiganya langsung menunjukkan karakter masing-masing. HDB 630 paling lengkap karena membawa kabel USB untuk audio dan pengisian, kabel analog, adaptor pesawat, serta dongle Bluetooth BTD 700 dengan konverter USB-C ke USB-A.
AirPods Max 2 justru paling minim isi kotak. Pengguna hanya mendapat Smart Case dan kabel USB-C braided, sedangkan WH-1000XM6 hadir dengan kabel audio analog, kabel USB pendek untuk pengisian, dan hard case dengan pengunci magnetik.
Desain: Apple paling mewah, Sony paling fleksibel
Dari sisi desain dan material, AirPods Max 2 dinilai paling menonjol. Headphone ini memakai cangkang logam, earpad berbahan kain, headband mesh, serta Digital Crown fisik untuk volume, dengan detail seperti pad magnetik yang mudah dilepas.
Namun pendekatan itu punya konsekuensi besar pada bobot. AirPods Max 2 menjadi yang paling berat di kelas ini dengan 386,2 gram, dan ada catatan soal potensi kondensasi di dalam ear cup serta mesh headband yang bisa melorot.
HDB 630 mengambil arah sebaliknya. Tampilannya lebih formal dan seluruh bodinya didominasi plastik, meski memakai yoke beraksen metalik dan desain Y-shaped yoke yang berbeda dari dua rivalnya.
WH-1000XM6 juga mengandalkan plastik, tetapi tidak berusaha menyamarkannya. Sony justru unggul dari sisi fleksibilitas rangka karena ear cup bisa swivel dan dilipat, sesuatu yang tidak dimiliki dua pesaingnya.
Meski terlihat rapi dari luar, unit WH-1000XM6 disebut punya bagian dalam ear cup yang terasa kurang rapi. Ada juga catatan soal bunyi creak setelah beberapa pekan pemakaian dan reputasi engsel yang rentan patah.
Kenyamanan: tidak ada yang benar-benar sempurna
Soal kenyamanan, tidak ada model yang tampil mutlak unggul. AirPods Max 2 terasa berat dan menjepit cukup kuat, tetapi punya kedalaman ear cup terbaik, earpad yang tidak terlalu panas, dan headband yang paling baik menopang kepala.
HDB 630 punya distribusi bobot yang baik dan earpad yang terasa sangat lembut. Headphone ini juga paling nyaman dipakai menggantung di leher, meski diameter ear cup-nya terasa kecil dan fit-nya perlu banyak penyesuaian.
WH-1000XM6 adalah yang paling ringan dengan 254 gram. Clamping force-nya juga paling ringan, tetapi kedalaman ear cup dinilai minim, headband paling tipis, dan menjadi yang paling gerah saat dipakai di cuaca hangat.
Fitur: Sennheiser unggul jauh
Perbedaan paling besar muncul di sisi software. AirPods Max 2 tidak memiliki aplikasi pendamping khusus, melainkan mengandalkan integrasi langsung di Settings perangkat Apple, yang praktis tetapi minim fitur seperti equalizer.
HDB 630 justru menawarkan aplikasi yang paling lengkap di iOS dan Android. Pengguna bisa mengatur level ANC dan transparency secara manual, mematikan efek anti-angin, serta memakai parametric EQ untuk mengubah frekuensi dengan lebih presisi.
WH-1000XM6 juga punya aplikasi, tetapi pengalaman pemakaiannya dinilai kurang rapi dan terasa makin penuh fitur yang tidak selalu penting. Meski begitu, Sony tetap menyediakan EQ, sesuatu yang tidak ditemukan pada AirPods Max 2.
Performa: tiap model punya panggung sendiri
Dalam kualitas audio, HDB 630 tampil paling kuat. Tuning-nya dianggap paling seimbang dan cenderung netral, dengan bass yang rapi, mid yang transparan, dan treble yang terbangun baik, walau ada sedikit fuzziness di upper mids dan treble yang kadang tajam.
AirPods Max 2 menawarkan suara yang lebih fun dengan dorongan pada low bass dan upper treble. Karakternya menyenangkan, tetapi ada penurunan di lower treble yang membuat sebagian vokal dan instrumen terdengar agak kabur.
WH-1000XM6 justru paling mengecewakan di aspek suara. Bass shelf yang sangat besar merembet ke lower mids, membuat hasil akhirnya terasa boomy dan vokal terdengar padat atau tersumbat.
Untuk noise cancellation, AirPods Max 2 menjadi yang terbaik. Model ini paling tenang untuk suara pesawat dan mobil, serta punya transparency mode yang dinilai paling natural di antara ketiganya.
WH-1000XM6 masih sangat kuat di ANC, terutama untuk frekuensi lebih tinggi seperti suara wastafel dan konstruksi jalan. Namun AirPods Max 2 tetap unggul tipis di frekuensi rendah, terutama saat dipakai di pesawat.
HDB 630 tertinggal di sini. Peredaman bisingnya menjadi yang paling lemah, lebih rentan terhadap gangguan angin, dan mode transparansinya dinilai jauh di bawah dua rivalnya.
Baterai dan konektivitas jadi pembeda besar
Jika fokus utama adalah baterai, HDB 630 memimpin telak. Headphone ini diklaim mampu mencapai 45 jam saat memakai dongle BTD 700 dan 60 jam saat menggunakan AAC.
WH-1000XM6 berada di atas 30 jam dengan AAC. AirPods Max 2 hanya di angka 20 jam, sehingga paling terbatas untuk penggunaan jarak jauh meski tetap mendukung pengisian cepat.
Di sektor konektivitas, HDB 630 juga paling fleksibel. Headphone ini mendukung SBC, AAC, aptX, aptX HD, aptX Adaptive, LC3, koneksi analog, koneksi digital, serta dongle BTD 700, dengan input digital hingga 24-bit/96kHz.
AirPods Max 2 lebih sederhana dengan SBC dan AAC untuk nirkabel serta USB audio untuk sambungan kabel digital. Untuk sumber analog, pengguna perlu membeli kabel USB-C ke 3.5 mm Audio Cable milik Apple seharga $39.
WH-1000XM6 mendukung SBC, AAC, LDAC, dan LC3 untuk nirkabel, tetapi hanya menyediakan input analog untuk mode kabel. Keunggulannya, mode kabel analog tetap bisa dipakai saat baterai benar-benar habis, tidak seperti HDB 630 yang harus tetap menyala.
Untuk panggilan suara, AirPods Max 2 sangat kuat di ruangan tenang, sedangkan HDB 630 tampil paling seimbang antara kejernihan suara dan peredaman bising latar. Sony paling agresif menekan suara sekitar, tetapi kualitas vokalnya ikut sedikit turun saat kondisi ramai.
