Pertarungan ponsel lipat model flip kini tidak lagi soal gaya semata. Motorola Razr Ultra 2026 dan Samsung Galaxy Z Flip 7 sama-sama menawarkan desain ringkas, tetapi pendekatan keduanya sangat berbeda saat bicara soal nilai uang.
Razr Ultra 2026 tampil sebagai opsi yang mengejar spesifikasi setara flagship penuh. Galaxy Z Flip 7 justru menekan harga awal lebih rendah dan mengandalkan desain yang lebih matang, bodi lebih ringan, serta dukungan software jangka panjang.
Bagi calon pembeli, selisih harga menjadi titik awal yang sulit diabaikan. Motorola membanderol Razr Ultra 2026 mulai $1,500 di AS, sementara Galaxy Z Flip 7 mulai $1,100 untuk varian 256GB dan $1,219 untuk versi 512GB.
Motorola hanya menjual Razr Ultra 2026 dalam satu konfigurasi, yakni 16GB RAM dan 512GB storage. Samsung memberi pilihan 256GB atau 512GB, dengan RAM 12GB di kedua varian.
Motorola memperkenalkan lini Razr 2026 pada 29 April 2026. Razr Ultra sudah dibuka untuk pre-order dan mulai dijual pada 21 Mei, sedangkan Galaxy Z Flip 7 lebih dulu meluncur pada 9 Juli 2025.
Harga lebih tinggi, spesifikasi juga lebih tinggi
Jika fokus utama ada pada performa, baterai, dan pengisian daya, Razr Ultra 2026 unggul cukup jelas di atas kertas. Ponsel ini memakai Snapdragon 8 Elite, baterai 5,000mAh, pengisian kabel 68W, dan pengisian nirkabel 30W.
Galaxy Z Flip 7 memakai Exynos 2500, baterai 4,300mAh, pengisian kabel 25W, dan pengisian nirkabel 15W. Samsung memang masih kompetitif, tetapi kombinasi kapasitas baterai dan kecepatan isi daya Motorola terlihat lebih agresif.
Perbedaan itu penting karena ponsel flip biasanya sering dikritik soal daya tahan baterai. Dalam konteks itu, Razr Ultra 2026 terasa lebih dekat ke ponsel flagship biasa yang kebetulan bisa dilipat.
Di sisi lain, keunggulan hardware itu dibayar mahal. Selain lebih mahal dari pendahulunya, Razr Ultra 2026 juga termasuk salah satu flip foldable termahal saat ini.
Desain: Motorola lebih berani, Samsung lebih praktis
Motorola mempertahankan identitas Razr dengan pendekatan material yang tidak biasa. Varian PANTONE Orient Blue memakai finishing Alcantara, sedangkan PANTONE Cocoa hadir dengan finishing kayu.
Samsung memilih jalur yang lebih aman dengan warna Blue Shadow, Jet Black, Coral Red, dan Mint. Hasilnya memang tidak seunik Motorola, tetapi lebih konsisten dengan formula desain Galaxy Z Flip yang sudah dikenal.
Soal kenyamanan fisik, Galaxy Z Flip 7 lebih unggul. Bobotnya 188 gram dan ketebalan saat dilipat 13.7 mm, sedangkan Razr Ultra 2026 mencapai 199 gram dengan ketebalan 15.7 mm.
Keduanya sama-sama memakai desain lipat vertikal dan sama-sama punya dua kamera di area cover screen. Keduanya juga sudah mengantongi rating IP48 untuk perlindungan debu dan air.
Untuk pelindung layar luar, Motorola memakai Gorilla Glass Ceramic 3. Samsung menggunakan Gorilla Glass Victus 2 pada Galaxy Z Flip 7.
Layar besar di dalam, fungsi cepat di luar
Razr Ultra 2026 membawa layar utama 7 inci LTPO AMOLED dengan refresh rate hingga 165Hz, dukungan Dolby Vision, dan peak brightness 3,000 nits. Cover screen-nya berukuran 4 inci dan juga mendukung 165Hz.
Galaxy Z Flip 7 punya layar utama 6.9 inci LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate hingga 120Hz dan peak brightness 2,600 nits. Layar luarnya justru sedikit lebih besar di 4.1 inci, sehingga memberi area ekstra untuk interaksi cepat saat ponsel tertutup.
Secara angka, layar internal Motorola lebih unggul dalam ukuran, refresh rate, dan tingkat kecerahan. Namun Samsung menawarkan cover screen yang lebih besar, sesuatu yang bisa lebih terasa manfaatnya untuk penggunaan harian singkat.
Kamera: Motorola unggul di atas kertas
Motorola membekali Razr Ultra 2026 dengan kamera utama 50MP berbasis sensor LOFIC dan kamera ultrawide 50MP. Kamera depannya juga 50MP, angka yang jauh di atas rivalnya.
Samsung memasang kamera utama 50MP dan ultrawide 12MP pada Galaxy Z Flip 7. Kamera depan di layar utama beresolusi 10MP.
Untuk video, Motorola mendukung perekaman hingga 8K 30fps serta 4K hingga 120fps, dengan dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Galaxy Z Flip 7 mentok di 4K 60fps.
Meski begitu, keunggulan spesifikasi kamera Motorola belum otomatis berarti hasil nyata akan selalu lebih baik. Penilaian kualitas foto dunia nyata tetap perlu melihat pengujian lebih jauh.
Software: Samsung unggul untuk pemakaian jangka panjang
Kedua ponsel sama-sama menjalankan Android 16 dari awal. Galaxy Z Flip 7 hadir dengan One UI 8.5, sementara Razr Ultra 2026 juga membawa Android 16 dengan fitur khas Motorola.
Samsung punya nilai lebih besar dalam urusan dukungan software. Galaxy Z Flip 7 dijanjikan mendapat hingga tujuh pembaruan Android besar, sebuah keuntungan penting bagi pengguna yang ingin memakai perangkat lebih lama.
Motorola tetap membawa nilai tambah lewat fitur seperti Daily Drop, yang merangkum kalender, berita, cuaca, dan memori Google Photos dalam satu tampilan. Ada juga Wardrobe, fitur yang mengubah perpustakaan foto menjadi semacam lemari digital bergaya personal stylist.
Dalam hitungan nilai uang, Galaxy Z Flip 7 terlihat lebih masuk akal bagi pembeli yang mengutamakan harga awal, bodi lebih ramping, dan umur software lebih panjang. Namun bagi pengguna yang ingin flip phone dengan spesifikasi paling mendekati flagship konvensional, Razr Ultra 2026 menawarkan paket yang lebih kuat lewat chipset Snapdragon 8 Elite, baterai 5,000mAh, pengisian 68W, dan sistem kamera yang lebih ambisius.
