Casio kembali menarik perhatian pasar jam tangan dengan menghadirkan Edifice EFK-200, seri otomatis yang membawa material karbon tempa ke lini premium mereka. Koleksi ini terdiri dari lima model dan menonjol karena menggabungkan estetika teknis dengan desain yang terasa lebih modern dan ringan.
Model paling eksklusif di jajaran ini adalah EFK-200XPB-1AJF yang dibanderol sekitar ¥74.800 atau setara Rp7,5 jutaan ($460). Casio membekali model ini dengan casing dan dial sepenuhnya berbahan forged carbon, sehingga tampilannya lebih kuat sekaligus punya pola marmer acak yang berbeda di tiap unit.
Forged carbon dibuat dari campuran serat karbon dan resin yang ditempa dengan tekanan serta suhu tinggi. Proses itu juga membuat bobot jam menjadi sangat ringan, hanya 81 gram, meski tetap terlihat kokoh dan berkarakter maskulin.
Casio menambahkan bezel baja tahan karat berlapis ion hitam, strap uretana sporty, serta gesper kupu-kupu bermekanisme tekan pada model tersebut. Kombinasi itu mempertegas arah desain yang mengutamakan kesan teknis sekaligus eksklusif.
Di bawahnya, ada EFK-200CD-1AJF yang dijual sekitar ¥55.000 atau Rp5,5 jutaan ($338). Model ini tetap memakai dial forged carbon, tetapi casing luarnya diganti ke baja tahan karat standar dan dipadukan dengan rantai berbahan senada.
Perbedaan material itu membuat bobotnya naik menjadi 153 gram. Meski begitu, karakter visual forged carbon tetap dipertahankan sebagai pusat perhatian pada bagian tampilan.
Tiga model lain dengan dial elektroformed
Untuk tiga model lainnya, Casio mengganti elemen karbon dengan dial elektroformed yang dibuat melalui teknik pelapisan lak multi-layer. Proses ini menghasilkan tekstur lebih dalam dan efek gradasi warna yang terlihat menonjol saat terkena cahaya.
Dua varian, EFK-200D-2AJF dan EFK-200D-4AJF, sama-sama menggunakan casing serta rantai baja tahan karat standar. Keduanya dipasarkan dengan harga ¥55.000 ($338), sehingga posisinya berada di level yang sama dengan model EFK-200CD-1AJF.
Satu model lain, EFK-200DG-5AJF, hadir dengan casing dan rantai berlapis ion emas. Varian ini dipasarkan lebih tinggi di angka ¥66.000 atau sekitar Rp6,6 jutaan ($406), menyasar pembeli yang mengejar kesan glamor.
Mesin otomatis buatan Jepang
Seluruh model Edifice EFK-200 memakai mesin otomatis asli buatan Jepang. Casio juga menyematkan exhibition case back transparan dengan penguncian sekrup agar gerakan mekanis di dalamnya bisa terlihat langsung.
Mesin tersebut memakai 21 jewels, beroperasi pada frekuensi 21.600 getaran per jam, dan memiliki cadangan daya 42 jam. Fitur hacking seconds juga tersedia, bersama jendela tanggal dan tingkat akurasi harian rata-rata -20 hingga +40 detik.
Dari sisi ukuran, Casio memilih format yang lebih kompak dibanding citra Edifice yang biasanya besar. Diameter casingnya 38 mm, panjang lug-to-lug 43,6 mm, dan ketebalannya 11,9 mm, sementara varian bodi karbon memiliki ukuran lug-to-lug 43,8 mm.
Ukuran itu membuat seri EFK-200 lebih fleksibel dipakai di berbagai ukuran pergelangan tangan, termasuk untuk pria maupun wanita. Perlindungan kaca kristal safir anti-gores dan ketahanan air hingga 100 meter tetap hadir untuk menjaga fungsi dasarnya.
Saat ini, seri Edifice EFK-200 sudah membuka pre-order secara eksklusif di pasar domestik Jepang. Peluncuran ritel resminya dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli mendatang.
