
Directive 8020 hadir dengan ambisi visual besar sebagai game horor sinematik generasi baru berbasis Unreal Engine 5. Konsekuensinya, versi PC menuntut pengaturan grafis yang tepat agar kualitas gambar tetap tinggi tanpa membuat performa jatuh.
Kabar baiknya, game ini masih bisa dijalankan nyaman di berbagai kelas perangkat jika opsi visual diatur secara seimbang. Kombinasi preset medium dan high disebut paling aman untuk banyak sistem, terutama bagi pemain yang mengincar gameplay stabil saat eksplorasi dan adegan penuh aksi.
Directive 8020 dirilis pada 12 Mei 2026 untuk Windows, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Di PC, beban utama datang dari lingkungan yang detail, pencahayaan sinematik, efek atmosferik, animasi wajah realistis, dan interior sci-fi besar yang membebani GPU maupun CPU.
Bagi banyak pemain, titik pentingnya bukan sekadar menyalakan semua opsi ke maksimum. Pengalaman terbaik justru datang dari kompromi yang cermat antara resolusi, kualitas bayangan, pencahayaan global, refleksi, dan teknologi upscaling seperti Nvidia DLSS atau AMD FSR.
Pengaturan yang paling aman untuk mayoritas PC
Konfigurasi yang direkomendasikan untuk mayoritas sistem memakai mode fullscreen dengan rasio 16:9. Resolusi idealnya berada di 1920 x 1080 atau 2560 x 1440, tergantung kemampuan GPU dan kapasitas VRAM.
Framerate limit disarankan nonaktif, begitu juga Vsync dan Frame Generation Mode pada setelan umum yang seimbang. Untuk latensi, Nvidia Reflex On + Boost dipilih sebagai opsi utama di seluruh kelas pengaturan.
Upscaler sebaiknya disesuaikan dengan kartu grafis yang digunakan. Pemilik GPU Nvidia dapat memakai DLSS, sedangkan pengguna AMD dapat mengandalkan FSR.
Pada opsi Super Resolution, mode Performance direkomendasikan untuk kelas low dan recommended. Sementara itu, mode Quality lebih cocok untuk sistem high-end yang masih ingin menjaga detail gambar.
Setelan visual yang disarankan
Untuk Quality Preset, konfigurasi yang paling masuk akal bukan preset penuh, melainkan Custom. Pendekatan ini memberi ruang untuk menahan beban di beberapa area berat sambil mempertahankan elemen visual yang paling terasa saat bermain.
Antialiasing Quality, Shadow Quality, dan Global Illumination Quality disarankan pada level Medium untuk setelan recommended. Reflections bisa dinaikkan ke High, karena elemen ini berkontribusi besar pada tampilan atmosferis game.
Post-Processing Quality idealnya berada di Medium agar efek sinematik tetap terasa tanpa terlalu membebani sistem. Effects Quality dan Texture Quality dapat dinaikkan ke High untuk menjaga detail lingkungan dan aset visual tetap tajam.
Ray Tracing dinyalakan pada setelan recommended dan high, tetapi Path Tracing tetap disarankan mati. Motion Blur dan Film Grain juga sebaiknya diatur ke 0 untuk tampilan yang lebih bersih dan keterbacaan gambar yang lebih baik.
Untuk kelas high-end, Ray Reconstruction tercantum aktif namun dalam kondisi greyed out. Ini menunjukkan opsi tersebut tersedia dalam konfigurasi tertentu, tetapi bukan elemen utama yang harus dikejar oleh semua pemain.
Panduan berdasarkan kelas hardware
Untuk PC kelas bawah, target paling realistis adalah 1080p dengan pengaturan Low. Kombinasi ini disebut dapat menghasilkan performa di atas 60 fps tanpa memangkas kualitas visual secara berlebihan.
Untuk sistem menengah, pilihan terbaik ada di 1080p atau 1440p. GPU dengan VRAM sekitar 8 GB lebih aman bertahan di 1080p, sedangkan kartu grafis dengan 10 GB VRAM atau lebih bisa mulai beralih ke 1440p demi kualitas gambar yang lebih baik.
Untuk sistem kelas atas, 1440p atau bahkan 4K menjadi opsi yang paling menarik. Pengaturan High yang dipadukan dengan DLSS atau FSR dinilai mampu memberi keseimbangan yang baik antara kualitas grafis dan performa.
Pada sistem yang sangat kuat, konfigurasi ideal disebut menggunakan Nvidia DLSS dalam mode DLAA bersama Frame Generation. Kombinasi ini ditujukan untuk mengejar kualitas visual terbaik sekaligus performa yang tetap tinggi.
Spesifikasi PC yang dibutuhkan
Untuk spesifikasi minimum, Directive 8020 membutuhkan Windows 10/11 64-bit, Intel Core i5-8500 atau AMD Ryzen 5 3500, RAM 16 GB, serta GPU NVIDIA GeForce RTX 2060 atau AMD Radeon RX 5700. Ruang penyimpanan yang dibutuhkan adalah 40 GB, dengan SSD direkomendasikan.
Untuk spesifikasi recommended, kebutuhannya naik ke Intel Core i5-12400F atau AMD Ryzen 5 5600X, tetap dengan RAM 16 GB. Kartu grafis yang disarankan adalah NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti atau AMD Radeon RX 6800, dengan ruang 40 GB dan SSD tetap dianjurkan.
Kebutuhan minimum ini masih tergolong dapat dijangkau oleh banyak PC gaming modern karena titik masuk GPU dimulai dari VRAM 6 GB. Namun, untuk pengalaman yang lebih mulus dan kualitas visual lebih baik, kebutuhan recommended bergerak ke kelas GPU dengan VRAM di atas 8 GB hingga 10 GB.
Intinya, Directive 8020 memang berat, tetapi tidak berarti sulit dioptimalkan. Dengan fokus pada 1080p atau 1440p, upscaling yang tepat, refleksi dan tekstur tinggi, serta bayangan dan pencahayaan global di level menengah, game ini bisa berjalan stabil sambil tetap mempertahankan karakter visual sinematik yang menjadi daya tarik utamanya.
Source: tech.sportskeeda.com








