PlayStation 6 Bisa Turun ke 24 GB RAM, Tanda Sony Mulai Menekan Kompromi?

PlayStation 6 kini disebut-sebut bisa hadir dengan memori 24 GB, lebih rendah dari rumor sebelumnya yang mengarah ke 30 GB. Bocoran ini menarik perhatian karena penurunan kapasitas itu justru dikaitkan dengan upaya Sony menjaga harga konsol tetap terkendali.

Informasi terbaru juga menyebut Sony mungkin menurunkan memory bus ke 128-bit untuk menekan biaya produksi. Jika arah ini benar, strategi perangkat keras PS6 tampaknya akan lebih fokus pada keseimbangan antara ongkos manufaktur, kebutuhan pengembang, dan performa yang masih kompetitif.

Rumor baru soal konfigurasi memori

Detail ini dibagikan oleh insider yang dikenal, KeplerL2, melalui diskusi di NeoGAF. Menurut klaim tersebut, Sony tidak lagi mengarah ke konfigurasi 30 GB, melainkan 24 GB untuk konsol generasi berikutnya.

Perubahan itu disebut berkaitan langsung dengan kenaikan harga memori dan membengkaknya bill of materials atau BOM. Dengan kata lain, keputusan desain PS6 dilaporkan tidak hanya ditentukan oleh target performa, tetapi juga oleh tekanan biaya komponen.

KeplerL2 menyebut pemangkasan konfigurasi memori itu bisa menghasilkan pengurangan BOM hampir US$60 pada harga GDDR7 saat ini. Angka tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa kapasitas memori lebih kecil kini dianggap masuk akal.

Mengapa 24 GB dianggap lebih realistis

Perbincangan soal PS6 saat ini banyak berpusat pada harga GDDR7. Memori jenis ini dinilai menjadi komponen penting yang bisa mendorong biaya konsol naik cukup besar bila kapasitasnya terlalu tinggi.

Dalam konteks itu, 24 GB dinilai sebagai titik tengah yang lebih aman. Sony disebut berupaya menahan harga peluncuran agar tidak terlalu mahal, tanpa memangkas kemampuan sistem secara berlebihan.

Laporan yang sama juga menyebut ada faktor efisiensi produksi chip. Sony dikabarkan bisa meningkatkan yield dengan menonaktifkan satu memory controller, sehingga lebih banyak prosesor dengan cacat minor masih bisa dimanfaatkan.

Pendekatan seperti itu penting dalam manufaktur semikonduktor. Alih-alih membuang chip yang tidak sepenuhnya sempurna, produsen bisa “menyelamatkan” lebih banyak unit untuk dipakai pada produk akhir.

Dampak memory bus 128-bit

Di saat yang sama, muncul klaim bahwa PS6 dapat memakai memory bus 128-bit. Konfigurasi ini disebut berkaitan dengan keputusan untuk menonaktifkan satu controller memori demi menyederhanakan desain dan menurunkan biaya.

Konsekuensinya, bandwidth memori bisa lebih rendah dibanding rancangan yang lebih lebar. Dampak itu berarti ada kompromi pada sisi performa mentah, terutama dalam skenario yang sangat bergantung pada kecepatan transfer data.

Meski begitu, KeplerL2 menilai para pengembang tetap akan lebih memilih 24 GB memori ketimbang kompromi lain yang mengurangi kapasitas RAM. Bagi pengembang game, ruang memori yang lebih besar dinilai penting untuk menangani tuntutan game generasi baru.

Kebutuhan itu mencakup tekstur yang lebih besar, beban ray tracing yang lebih kompleks, sistem AI yang lebih berat, serta aset dunia terbuka yang makin padat. Dalam praktiknya, memori ekstra dapat membantu pengelolaan data game modern berjalan lebih efisien.

Bukan sekadar mengejar spesifikasi tertinggi

Arah yang tergambar dari bocoran ini menunjukkan Sony mungkin tidak hanya mengejar angka spesifikasi tertinggi. Perusahaan disebut lebih menimbang kombinasi antara harga jual, efisiensi produksi, dan kebutuhan nyata pengembang.

Pendekatan seperti ini bisa membuat PS6 tetap menawarkan lompatan generasi yang besar tanpa harus hadir dengan harga yang terlalu agresif. Dalam pasar konsol, titik keseimbangan itu sering menjadi faktor penting saat peluncuran perangkat baru.

Rumor sebelumnya sempat mengarah ke konfigurasi memori 30 GB. Namun laporan terbaru ini memberi gambaran bahwa realitas biaya komponen, terutama GDDR7, dapat memaksa perubahan rencana di tahap pengembangan.

Perlu dicatat, seluruh detail ini masih berada di ranah bocoran awal dan spekulasi. Sony sendiri belum mengumumkan spesifikasi resmi PlayStation 6, sehingga angka memori, lebar bus, dan keputusan desain akhirnya masih bisa berubah.

Meski demikian, bocoran tersebut memberi petunjuk soal dilema yang mungkin dihadapi Sony untuk konsol generasi berikutnya. Jika 24 GB benar dipilih, keputusan itu tampaknya akan lahir bukan karena ambisi PS6 berkurang, melainkan karena perusahaan ingin menekan biaya sambil tetap memberi ruang yang cukup bagi game generasi baru.

Source: tech.sportskeeda.com
Terkait