Review LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci yang Bikin Layar Biasa Terasa Tanggung

LG UltraGear 45GX950A-B tampil sebagai monitor yang sulit diperlakukan seperti layar gaming biasa. Kombinasi panel OLED 45 inci, resolusi 5K2K, dan mode refresh tinggi membuat pengalaman visualnya terasa begitu berbeda hingga monitor standar bisa terasa kurang memuaskan setelahnya.

Daya tarik terbesarnya bukan hanya pada ukuran besar atau bentuk ultrawide. Monitor ini menawarkan karakter ganda, yakni layar sinematik untuk game imersif dan ruang kerja luas di satu sisi, lalu berubah menjadi monitor super cepat lewat fitur Dual Mode 330Hz di sisi lain.

Layar besar, tajam, dan sangat imersif

LG membekali monitor ini dengan panel WOLED generasi baru yang memakai teknologi MLA+ atau Micro Lens Array. Teknologi tersebut membantu meningkatkan brightness dibanding generasi sebelumnya, dengan tingkat tipikal sekitar 275 nits di layar penuh dan highlight HDR kecil yang bisa mencapai sekitar 1300 nits.

Efek HDR menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ledakan, pantulan cahaya, neon kota malam, hingga area gelap terlihat hidup berkat kontras khas OLED yang nyaris tak terbatas.

Resolusi 5120 x 2160 di bentang 45 inci juga memberi efek visual yang sangat tajam. Dengan kepadatan piksel 125 PPI, teks terlihat lebih bersih, antarmuka lebih rapi, dan detail game tampil jelas tanpa kesan blur.

LG juga memakai layout subpiksel RGWB terbaru. Pendekatan ini membantu mengurangi color fringing pada teks kecil dan detail halus, sehingga monitor terasa lebih nyaman dipakai untuk kebutuhan kerja dibanding generasi OLED sebelumnya.

Dukungan warna yang dibawa juga tergolong lengkap. Monitor ini mendukung true 10-bit color, cakupan DCI-P3 98,5 persen, sRGB 100 persen, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 400.

LG menyediakan beberapa preset warna seperti Gamer 1, sRGB, DCI-P3, dan Reader Mode. Opsi ini memberi fleksibilitas bagi pengguna yang berganti aktivitas dari gaming ke pekerjaan harian.

Curve 800R yang memukau, tapi tidak netral

Dari sisi desain, kesan premium langsung terasa. Finishing hitam matte khas lini UltraGear terlihat minimalis, sementara stand bawaan terasa kokoh dan mendukung pengaturan tinggi hingga 120 mm, tilt -10° sampai 15°, swivel ±10°, serta kompatibilitas VESA 100×100 mm.

Layar 21:9 dengan kelengkungan 800R menjadi elemen yang paling mencolok. Untuk game racing, simulator, atau open-world, efeknya sangat dramatis karena layar terasa membungkus bidang pandang pengguna seperti duduk di dalam cockpit.

Namun kelengkungan ekstrem ini juga membawa kompromi. Saat dipakai untuk mengetik dokumen, browsing, atau kerja produktivitas tertentu, tampilan bisa terasa sedikit terdistorsi bagi sebagian pengguna.

LG melengkapi monitor ini dengan coating matte anti-glare. Lapisan ini membantu mengurangi pantulan, meski ada konsekuensi kecil karena efek warna OLED tidak se-“pop” panel glossy, walau efek grainy disebut cukup halus dan hanya tampak pada warna solid tertentu.

Bukan cuma gaming, juga kuat untuk multitasking

Monitor sebesar ini memang identik dengan gaming, tetapi format 21:9 justru membuatnya menarik untuk work from home. Dua jendela besar bisa dibuka berdampingan dengan nyaman tanpa terasa sempit.

Aktivitas seperti browsing, mengetik dokumen panjang, coding, hingga editing video menjadi lebih leluasa berkat ruang horizontal yang sangat luas. Editing timeline video panjang atau membuka banyak aplikasi sekaligus juga terasa lebih nyaman dibanding monitor standar.

Fitur Picture-by-Picture ikut memperkuat sisi produktivitasnya. Pengguna bisa menampilkan dua perangkat sekaligus dalam satu layar, misalnya laptop MacBook dan PC Windows secara berdampingan.

Untuk konektivitas, LG memberi paket yang sangat lengkap. Port yang tersedia meliputi DisplayPort 2.1 UHBR 13.5, dua HDMI 2.1 full bandwidth, USB-C dengan 90W Power Delivery, dua USB-A, serta jack audio dengan dukungan DTS Headphone:X.

Monitor ini juga sudah dibekali speaker stereo 10W “Rich Bass”. Kualitasnya dinilai cukup baik untuk penggunaan kasual tanpa perlu menambah speaker eksternal.

Performa gaming yang sangat tinggi, dengan kompromi di mode tertentu

Pada resolusi native 5K2K dan refresh rate 165Hz, pengalaman gaming menjadi salah satu yang paling menonjol. Saat dipakai memainkan Stray, visual kota cyberpunk, papan neon berwarna-warni, lorong gelap, dan detail bulu karakter utama tampil sangat kaya dan sinematik.

Response time 0,03 ms khas OLED membuat motion clarity nyaris sempurna. Gerakan kamera saat eksplorasi terlihat sangat mulus, apalagi dipadukan dengan refresh rate tinggi.

Dukungan NVIDIA G-SYNC Compatible, AMD FreeSync Premium Pro, dan HDMI 2.1 VRR ikut membantu pengalaman bermain tetap mulus dan bebas tearing. Ini memperkuat posisi monitor tersebut sebagai produk premium yang memang dirancang serius untuk gaming.

Salah satu fitur paling menarik ada pada Dual Mode. Lewat satu tombol di bawah bezel, monitor dapat berpindah ke resolusi 2560 x 1080 dengan refresh rate hingga 330Hz untuk kebutuhan game kompetitif seperti Valorant, Counter-Strike 2, atau Apex Legends.

Mode ini memang meningkatkan motion clarity dan menurunkan input lag. Namun ada konsekuensi besar karena resolusi 2560 x 1080 dipaksa tampil di layar 44,5 inci, sehingga kepadatan piksel turun ke sekitar 62 PPI dan gambar terlihat jauh lebih blur dibanding mode native 5K2K.

Monitor ini juga sangat menuntut dari sisi perangkat grafis. Resolusi 5K2K disebut bahkan lebih berat dibanding 4K UHD, sehingga butuh GPU kelas atas seperti NVIDIA GeForce RTX 4080, NVIDIA GeForce RTX 5090, atau kelas setara untuk menikmati frame rate tinggi, meski DLSS 4 dan FSR 4 bisa membantu meningkatkan performa.

Sebagai monitor OLED, risiko burn-in tetap ada. LG menyertakan fitur Panel Care seperti Screen Move, Screen Saver, dan Image Cleaning, serta memberi garansi burn-in selama 2 tahun.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button