Distributor resmi Apple, iBox Indonesia, resmi menaikkan harga jual lini iPhone secara serentak pada Senin (1/6/2026). Kenaikan ini menyasar hampir seluruh model aktif, dari generasi lama hingga varian flagship terbaru.
Pemicunya adalah pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang terus berlangsung sepanjang kuartal kedua tahun ini. Penyesuaian harga ini langsung terlihat di jaringan retail fisik maupun layanan belanja online iBox yang sudah menampilkan label baru sejak Senin pagi.
Kenaikan menyentuh hampir semua lini
Data pergerakan harga pada kuartal II/2026 menunjukkan perubahan yang tidak seragam, dengan kisaran dari penurunan minus 10,25 persen hingga kenaikan maksimal 15,55 persen. Besaran perubahan itu bergantung pada popularitas model dan tahun rilis perangkat.
Model yang lebih tua justru mencatat lonjakan paling tinggi, sementara lini terbaru seperti iPhone 16 dan iPhone 17 bergerak lebih moderat. Kenaikan di model generasi baru itu disebut konsisten di seluruh varian kapasitas penyimpanan.
Model lama terdorong naik lebih agresif
Analis pasar menilai tingginya permintaan terhadap model lama membuat stok distributor menipis. Kondisi itu mendorong penyesuaian harga yang lebih agresif pada seri-seri lawas dibandingkan model flagship teranyar.
Gambaran yang dihimpun dari pembaruan harga iBox Indonesia menunjukkan iPhone 15 Series, iPhone 16 Series, dan iPhone 17 Series sama-sama mengalami kenaikan moderat hingga 15,55 persen. Pada kelompok iPhone seri lama, lonjakan juga tercatat paling signifikan di beberapa varian tertentu.
Ada satu model yang justru turun
Di tengah tren kenaikan, iPhone 16e menjadi pengecualian. Varian ini justru dilaporkan mengalami penurunan harga hingga minus 10,25 persen pada seluruh variannya.
Situasi tersebut membuat iPhone 16e dipandang sebagai alternatif menarik di kelas menengah. Di saat model lain naik, perangkat ini memberi ruang bagi pembeli yang tetap ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa mengikuti lonjakan harga terbesar.
Tekanan biaya impor ikut berperan
Laporan ekonomi teknologi Bisnis menyebut pergerakan harga iPhone dari Januari hingga Mei sempat naik bertahap sebelum melonjak tajam pada awal Juni. Tekanan inflasi pada komponen impor disebut menjadi salah satu alasan utama di balik penyesuaian tersebut.
Dampaknya terasa langsung pada daya beli konsumen di segmen premium. Pembeli kini perlu lebih cermat memilih kapasitas penyimpanan agar tidak melampaui anggaran, karena varian berkapasitas besar mengalami kenaikan nominal yang paling tinggi.
Pilihan yang masih mungkin dipertimbangkan
Para pengamat gadget menyarankan konsumen mempertimbangkan model yang harganya turun sebagai substitusi yang lebih rasional. Mereka juga menilai promo bank dan program tukar tambah bisa menjadi cara untuk menekan biaya pembelian.
Sejumlah opsi yang disebut relevan antara lain memilih varian 128 GB untuk menahan pembengkakan biaya, mencari sisa stok iPhone 16e, dan memanfaatkan program cicilan nol persen dari distributor resmi. iBox Indonesia diperkirakan akan terus melakukan penyesuaian harga secara berkala mengikuti pergerakan nilai tukar mata uang asing.







