
Motorola memperkenalkan Edge (2026) untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada dengan perubahan yang langsung mencuri perhatian: ukuran layar justru mengecil menjadi 6,3 inci. Langkah ini berbeda dari tren seri Edge sebelumnya di wilayah tersebut, karena Edge (2024) hadir dengan layar 6,6 inci dan Edge (2025) memakai panel 6,7 inci.
Perubahan ini menempatkan Motorola Edge (2026) sebagai pemain baru di segmen ponsel menengah yang lebih ringkas. Di saat banyak ponsel terus membesar, Motorola justru membawa format yang lebih kompak ke lini Edge untuk Amerika Utara.
Motorola menjadwalkan penjualan perdana mulai 11 Juni. Di AS, perangkat ini dijual unlocked melalui Motorola.com dan Best Buy dengan harga $600, sementara pada tanggal yang sama AT&T, Cricket Wireless, Spectrum Wireless, dan Xfinity Mobile juga akan menawarkan versi mereka.
Pasar Kanada juga kebagian model yang sama. Motorola.ca akan menjual unit unlocked mulai 11 Juni, sedangkan operator lokal akan menyusul kemudian.
Layar lebih kecil, tetap menonjol
Meski dimensinya lebih ringkas, Motorola tetap membekali Edge (2026) dengan panel yang agresif di atas kertas. Ponsel ini menggunakan layar “Extreme OLED” 6,3 inci beresolusi 1.5K, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.200 nits.
Kombinasi ini membuat layar menjadi salah satu daya tarik utama perangkat. Motorola tampaknya mencoba menyeimbangkan ukuran yang lebih kecil dengan pengalaman visual yang tetap premium.
Keputusan ini juga terasa unik jika melihat pola rilisan Motorola di AS yang kerap berbeda dari pasar lain. Edge 60 Neo sempat hadir di Eropa tahun lalu, tetapi tidak pernah masuk ke AS, dan Edge (2026) kini muncul dengan pendekatan baru yang tidak mengikuti arah generasi sebelumnya.
Performa dan konfigurasi memori
Di sektor dapur pacu, Motorola Edge (2026) ditenagai Dimensity 7450. Chip ini merupakan peningkatan ringan dari Dimensity 7400 yang dipakai Edge (2025).
Kenaikan yang disorot ada pada peningkatan performa AI sekitar 7%. Namun di luar itu, lonjakannya tidak tergolong besar untuk sebuah generasi baru.
Ponsel ini hadir dengan RAM 8GB berjenis LPDDR5X. Untuk penyimpanan internal, kapasitas yang tersedia hanya 128GB.
Angka ini justru lebih kecil dibanding Edge (2025), yang sebelumnya menawarkan kapasitas dua kali lebih besar. Karena itu, penyimpanan menjadi salah satu kompromi yang paling terlihat pada model baru ini.
Motorola juga menjanjikan tiga pembaruan Android OS. Selain itu, perusahaan menonjolkan fitur Smart Connect untuk sinkronisasi file dan aplikasi.
Kamera tetap lengkap, telefoto dipertahankan
Motorola Edge (2026) membawa susunan kamera yang cukup lengkap untuk kelasnya. Di bagian belakang, ada kamera utama 50MP dengan sensor Sony Lytia 710 berukuran 1/1,56 inci, dilengkapi OIS dan dukungan perekaman video 4K.
Kamera kedua adalah ultra-wide 50MP dengan sudut pandang 122 derajat. Kamera ini juga mendukung mode Macro Vision.
Untuk kamera depan, Motorola menyematkan sensor selfie 50MP. Jumlah megapiksel yang tinggi di kamera depan menjadi salah satu nilai jual yang cukup menonjol.
Motorola juga tidak menghapus kamera telefoto. Edge (2026) tetap membawa lensa zoom optik 3x dengan OIS, tetapi sensornya masih 10MP, sama seperti model tahun lalu.
Baterai, pengisian daya, dan ketahanan bodi
Kapasitas baterai Edge (2026) ada di angka 5.000mAh. Ponsel ini mendukung pengisian cepat 60W TurboPower lewat kabel dan 15W TurboPower wireless charging.
Motorola mengklaim pengisian kabel selama 7 menit cukup untuk daya seharian. Untuk pengisian nirkabel, waktu 34 menit disebut bisa memberikan hasil serupa.
Di atas kertas, kapasitas baterainya memang turun dari 5.200mAh pada Edge (2025). Namun model lama juga memiliki layar yang lebih besar, yakni 6,7 inci, sehingga konteks ukuran perangkat menjadi faktor penting dalam perubahan ini.
Untuk perlindungan fisik, bagian depan ponsel dilapisi Corning Gorilla Glass 7i. Edge (2026) juga mengantongi sertifikasi IP68 untuk perendaman dan IP69 untuk semprotan air bertekanan.
Motorola menyebut model ini punya ketahanan jatuh dan gores dua kali lebih baik dibanding pendahulunya. Selain itu, perangkat ini dilengkapi speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos.
Bersamaan dengan peluncuran ponsel ini, Motorola juga memperkenalkan Moto Buds 2 di AS. Earbuds tersebut dijual seharga $100 mulai 2 Juli dalam warna Pantone Carbon, dengan dual-driver, sertifikasi Hi-Res Audio, Dolby Atmos spatial sound, Bluetooth 6.0 Dual Connection, mode gaming latensi rendah, ANC dinamis 55dB, daya tahan 11 jam pemakaian kontinu atau hingga 48 jam dengan casing, serta pengisian cepat 10 menit untuk 3 jam playback.
Untuk Edge (2026), Motorola menampilkan opsi warna Pantone Martini Olive. Fokus utamanya tetap jelas: menghadirkan ponsel Edge yang lebih kecil untuk AS dan Kanada, tetapi masih membawa layar terang, kamera lengkap, pengisian cepat, dan perlindungan bodi yang kuat.
Source: www.gsmarena.com








