Bos TSMC Sentil Samsung, Janji Kejar 10 Tahun Itu Diulang Dua Kali dan Jaraknya Belum Menyusut

Sindiran halus dari CEO TSMC, C.C. Wei, langsung menyorot persaingan lama di industri semikonduktor. Dalam sesi tanya jawab terkait pemegang saham, ia menyentil pola janji pesaing yang terus mengulang target menyusul TSMC dalam 10 tahun, tetapi belum juga terwujud.

Komentar itu menarik perhatian karena datang saat industri chip sedang memanas akibat lonjakan permintaan perangkat keras AI. Di tengah investasi besar pada proses manufaktur canggih seperti 2nm, jarak bisnis foundry antara TSMC dan Samsung dinilai masih lebar.

Wei tidak menyebut nama Samsung secara langsung, tetapi arah sindirannya jelas terbaca. Ia mengatakan bahwa 20 tahun lalu pesaingnya menyebut akan menyusul TSMC dalam 10 tahun, lalu 10 tahun lalu kembali mengatakan hal yang sama, dan baru-baru ini kembali mengulang janji tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan rasa percaya diri TSMC terhadap posisi Taiwan dalam manufaktur chip kontrak. Wei memberi sinyal bahwa dominasi tersebut belum menunjukkan tanda akan tergeser dalam waktu dekat.

Jarak pasar masih lebar

Perbedaan posisi kedua perusahaan terlihat dari pangsa pasar foundry murni global. Berdasarkan perkiraan industri terbaru, TSMC menguasai sekitar 70% pasar, sementara Samsung berada di kisaran 7%.

Angka itu menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi di atas kertas. Skala produksi, kestabilan eksekusi, dan kepercayaan pelanggan masih menjadi pembeda utama di bisnis foundry.

Samsung memang terus berinvestasi untuk memperkuat manufaktur chip canggih. Namun selama bertahun-tahun, perusahaan itu disebut kesulitan menantang kepemimpinan TSMC secara konsisten, baik dalam manufaktur tingkat lanjut maupun kapasitas produksi.

Di tengah perlombaan menuju proses 2nm, TSMC masih memetik keuntungan dari posisinya sebagai mitra utama banyak pelanggan besar. Keunggulan itu menjadi semakin penting ketika kebutuhan komputasi AI mendorong permintaan chip performa tinggi ke level baru.

AI mengubah peta persaingan

Salah satu alasan utama TSMC tetap unggul adalah ledakan kebutuhan AI. Perusahaan-perusahaan yang membangun akselerator untuk beban kerja AI kini semakin bergantung pada TSMC, bukan hanya untuk proses manufaktur paling mutakhir, tetapi juga untuk teknologi pengemasan canggih.

Dalam konteks ini, solusi seperti CoWoS menjadi sangat penting. Kemampuan pengemasan lanjutan tersebut kini dinilai sama pentingnya dengan kerapatan transistor, terutama bagi pelanggan seperti NVIDIA yang berlomba menghadirkan perangkat keras AI yang semakin kuat.

Perubahan kebutuhan industri itu membuat persaingan foundry tidak lagi sekadar soal node terkecil. Pelanggan kini membutuhkan kombinasi antara proses terdepan, kapasitas produksi, yield yang stabil, dan dukungan pengemasan tingkat lanjut dalam skala besar.

TSMC dinilai unggul karena mampu menyediakan kombinasi itu secara lebih konsisten. Inilah yang membuat banyak pelanggan tetap bertahan, bahkan ketika pesaing juga mengucurkan investasi besar.

Samsung tetap punya kekuatan

Meski begitu, Samsung bukan tanpa keunggulan. Perusahaan ini tetap menjadi pemain besar di sektor memori dan secara luas dipandang sebagai pemimpin di High Bandwidth Memory atau HBM.

HBM kini menjadi salah satu komponen paling krusial dalam sistem AI modern. Wei sendiri mengakui posisi kuat Samsung di segmen tersebut, menunjukkan bahwa persaingan antara keduanya tidak seragam di semua lini bisnis semikonduktor.

Artinya, sindiran Wei lebih mengarah pada layanan foundry ketimbang kekuatan Samsung secara keseluruhan di industri chip. Dalam memori, terutama untuk kebutuhan AI, Samsung tetap memiliki pijakan yang sangat penting.

Namun di bisnis foundry, TSMC masih menikmati keunggulan yang sulit ditiru dalam waktu singkat. Perusahaan itu disebut terbantu oleh yield yang konsisten, hubungan pelanggan yang dalam, dan ekosistem manufaktur yang dibangun selama puluhan tahun.

Faktor-faktor tersebut membuat keunggulan TSMC bukan hanya soal teknologi terbaru, tetapi juga kemampuan mengeksekusi produksi dalam volume besar dengan kualitas yang bisa diandalkan. Dalam industri yang sangat sensitif terhadap jadwal dan performa, aspek itu menjadi nilai yang sangat menentukan.

Komentar Wei pada akhirnya memperlihatkan bagaimana TSMC memandang ancaman dari para rival saat ini. Pesannya sederhana: menetapkan tenggat untuk mengejar pemimpin pasar mungkin mudah, tetapi benar-benar menutup jarak di bisnis foundry jauh lebih sulit daripada sekadar mengulang target yang sama.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button