
Infinix HOT 70 muncul sebagai pilihan baru di kelas Rp2 jutaan yang menonjol lewat dua hal yang kini semakin dicari pembeli, yaitu durabilitas dan dukungan AI. Di tengah kebiasaan memakai smartphone hampir seharian untuk bekerja, berkomunikasi, media sosial, navigasi, dan hiburan, perangkat yang tahan lama mulai punya nilai jual yang makin kuat.
Pergeseran ini membuat konsumen tidak lagi hanya melihat kamera dan performa. Banyak pengguna kini mencari ponsel yang tetap nyaman dipakai dalam mobilitas tinggi, termasuk saat beraktivitas di luar ruangan atau berpindah dari satu kegiatan digital ke kegiatan lain.
Durabilitas jadi fokus utama
Infinix membekali HOT 70 dengan sertifikasi IP65-Rated Dust & Water Protection. Proteksi ini memberi perlindungan terhadap debu dan cipratan air untuk penggunaan harian.
Perangkat ini juga membawa SGS 5-Star Drop & Impact Resistance. Sertifikasi dari SGS tersebut menunjukkan ponsel telah melewati pengujian ketahanan terhadap benturan dan jatuh sesuai standar yang ditetapkan.
Dua lapisan perlindungan itu membuat HOT 70 tampil sebagai smartphone yang tidak hanya mengejar spesifikasi, tetapi juga rasa aman dalam pemakaian. Di kelas harganya, pendekatan seperti ini menjadi pembeda penting dibanding sebagian kompetitor.
AI yang mulai hadir di kelas menengah
Selain ketahanan fisik, Infinix menambahkan fitur kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas dan kreativitas. Salah satu fitur yang disorot adalah One Tap AI FlashMemo, yang membantu mencatat informasi lebih cepat.
Ada juga AI Live Photo Mode yang dipakai untuk mendukung pembuatan konten visual dengan lebih praktis. Kehadiran fitur-fitur ini menunjukkan bahwa pengalaman AI kini tidak lagi terbatas pada perangkat premium.
Infinix bahkan menggabungkan HOT 70 dengan program “Be Smarter Together” bersama Google. Setiap pembelian perangkat ini disertai akses Google AI Plus selama tiga bulan tanpa biaya tambahan.
Paket tersebut mencakup Gemini App, NotebookLM, berbagai layanan berbasis AI Google, dan penyimpanan Cloud Storage 2TB. Kolaborasi ini memperluas akses AI di segmen harga yang lebih terjangkau.
Baterai besar untuk pemakaian panjang
Untuk kebutuhan harian, Infinix HOT 70 ditenagai baterai 6000mAh. Kapasitas ini ditujukan agar perangkat bisa dipakai lebih lama tanpa sering diisi ulang.
Pengisian dayanya juga dibuat lebih cepat dengan dukungan 45W Lightning FastCharge. Kombinasi ini penting bagi pengguna yang aktif dan membutuhkan ponsel selalu siap dipakai.
Di sisi performa, ponsel ini memakai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate. Chipset tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan saat menjalankan banyak aplikasi, mengakses media sosial, hingga memainkan game kasual.
Layar besar untuk hiburan harian
Infinix HOT 70 hadir dengan layar 6,78 inci dan refresh rate 120Hz. Panel ini disebut sebagai Ultra-Bright Always-On Display.
Layar ber-refresh rate tinggi membuat aktivitas scrolling media sosial, streaming video, dan hiburan lain terasa lebih mulus. Pada segmen menengah, kombinasi layar besar, baterai besar, dan efisiensi chipset menjadi daya tarik yang relevan bagi pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda.
Menjawab kebutuhan pasar yang berubah
Strategi Infinix lewat HOT 70 sejalan dengan tren pasar smartphone yang makin menonjolkan daya tahan dan pengalaman pakai jangka panjang. Konsumen kini cenderung mencari perangkat yang bisa mendukung produktivitas, hiburan, dan aktivitas digital sehari-hari dalam satu perangkat.
Di harga Rp2 jutaan, Infinix mencoba menawarkan paket yang cukup lengkap. Perangkat ini membawa proteksi fisik, fitur AI, baterai besar, pengisian cepat, serta layar 120Hz untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan smartphone serbaguna.
Source: selular.id








