Warna baru Joy-Con 2 untuk Nintendo Switch 2 justru memicu kritik dari komunitas penggemar. Alih-alih disambut sebagai penyegaran, varian ini dinilai terlalu aman dan nyaris tidak membawa perubahan visual yang berarti.
Sorotan utamanya datang dari desain yang tetap didominasi warna hitam, dengan aksen warna yang hanya muncul pada bagian rel magnetik. Bagi banyak penggemar, pendekatan itu membuat pilihan warna baru terasa “bland” atau hambar, terutama untuk perangkat yang biasanya identik dengan identitas visual yang lebih berani.
Respons penggemar langsung negatif
Sejumlah reaksi di X menunjukkan pola keluhan yang serupa. Pengguna @MoonbriaDreams menulis, “So bland, could’ve put their emblems on them at least,” yang menyoroti minimnya sentuhan desain khusus pada kontroler tersebut.
Komentar lain datang dari @Swag_Lanister yang mempertanyakan keputusan Nintendo untuk hanya mengubah bagian trim. Menurutnya, perubahan warna seharusnya tidak terbatas pada aksen kecil yang sulit memberi kesan baru pada keseluruhan perangkat.
Pengguna @Scoloswine1483 juga menilai elemen warna pada Joy-Con 2 nyaris tak terlihat. Kritik ini memperkuat keluhan utama komunitas, yakni warna baru memang ada, tetapi keberadaannya terlalu samar untuk memberi dampak visual yang jelas.
Ada pula keluhan yang menyentuh soal nilai produk. @ljlrj menyoroti bahwa banderol “100 bucks” terasa berat jika perubahan yang ditawarkan hanya sedikit perbedaan estetika tanpa elemen mencolok.
Sebagian penggemar bahkan menganggap pengumuman aksesori ini kurang penting dibanding kebutuhan akan kabar game baru. Sentimen itu tercermin dari komentar @jona504 yang menulis, “Just give us a new Smash Bros man who cares about ts.”
Apa yang berubah pada Joy-Con 2
Joy-Con 2 memang membawa skema warna berbeda dari Joy-Con Nintendo Switch generasi awal. Pada model Switch 2, bodi kontroler dibuat sepenuhnya hitam, sementara aksen warna ditempatkan di rel koneksi bagian dalam.
Skema awal menampilkan kombinasi biru muda dan merah muda terang yang mengingatkan pada pasangan warna klasik Joy-Con. Nintendo kemudian memperkenalkan varian lain dengan nuansa pastel, yaitu ungu muda dan hijau muda.
Varian terbaru yang kini diperlihatkan juga tetap memakai pendekatan serupa. Joy-Con 2 versi ini masih berwarna hitam penuh, dengan aksen biru dan kuning muda pada rel magnetiknya.
Bagi sebagian penggemar, masalahnya bukan pada pilihan warna itu sendiri. Kritik lebih banyak diarahkan pada kenyataan bahwa warna hanya hadir di area kecil, sementara sebagian besar permukaan kontroler tetap tampak sama.
Kritik lama yang kembali muncul
Perdebatan soal tampilan Joy-Con 2 sebenarnya bukan hal baru. Saat Nintendo Switch 2 pertama kali diperkenalkan, desain kontroler ini sudah sempat memancing pertanyaan karena warna khas Nintendo terlihat jauh lebih tertahan dibanding era Switch sebelumnya.
Peluncuran varian warna baru tampaknya tidak mengubah persepsi tersebut. Sebaliknya, pengumuman ini justru menghidupkan lagi kritik lama bahwa Nintendo terlalu berhati-hati dalam mendesain aksesori untuk perangkat barunya.
Beberapa penggemar menilai Nintendo memiliki ruang kreatif yang sangat besar untuk membuat Joy-Con bertema lebih unik. Nama-nama waralaba ikonik Nintendo ikut disebut dalam diskusi, karena komunitas melihat potensi desain dekoratif atau emblem yang bisa membuat kontroler terlihat lebih khas.
Perbandingan dengan perangkat gaming lain juga ikut muncul dalam reaksi penggemar. Salah satu komentar menyinggung Xbox yang sempat menghadirkan kontroler hijau transparan, sebagai contoh pendekatan desain yang dianggap lebih berani dan lebih mudah menarik perhatian.
Harga jadi sumber kekecewaan tambahan
Nada kritik terhadap Joy-Con 2 semakin kuat karena dibarengi isu harga. Bagi penggemar yang sudah menilai perubahan warnanya terlalu minim, banderol untuk sepasang kontroler baru terasa makin sulit dibenarkan.
Di titik ini, pembahasan tidak lagi soal selera desain semata. Reaksi yang muncul menunjukkan ada ekspektasi bahwa aksesori dengan harga premium seharusnya menawarkan perubahan yang lebih terasa, baik lewat warna, tema, maupun identitas visual yang lebih kuat.
Nintendo sendiri telah menyiapkan jadwal rilis untuk varian warna baru tersebut. Joy-Con 2 ini disebut akan hadir di pasaran mulai 23 Juli 2026.
Informasi itu berarti penggemar masih harus menunggu sebelum bisa membeli versi terbaru tersebut. Namun melihat respons awal yang berkembang di media sosial, perhatian publik saat ini lebih banyak tertuju pada pertanyaan sederhana: apakah perubahan warna sekecil ini cukup untuk membuat Joy-Con 2 terasa baru.
Source: tech.sportskeeda.com