Xiaomi Hidupkan Lagi Headset Neckband Klasik, Baterai 16 Jam Dibanderol Murah di Eropa

Xiaomi kembali membawa desain lama yang kini makin jarang ditemui ke pasar Eropa. SonicBass 2 hadir sebagai headset neckband yang menolak tren TWS sepenuhnya nirkabel, dan justru menawarkan pendekatan yang lebih sederhana serta terasa familier.

Perangkat ini sudah bisa dipesan lewat sebuah toko ritel di Jerman. Dengan harga €34.90 atau sekitar Rp590 ribuan, SonicBass 2 menargetkan pengguna yang masih menginginkan earphone praktis, aman, dan tidak mudah terlepas saat dipakai bergerak.

Desain neckband jadi pembeda

Xiaomi Redmi SonicBass 2 mempertahankan kabel penghubung antar earbud, sementara modul di leher berfungsi sebagai pusat kontrol dan rumah baterai. Di tengah pasar yang didominasi earphone tanpa kabel, desain ini memberi alternatif bagi pengguna yang tidak nyaman dengan model true wireless.

Format neckband juga memberi keuntungan saat dipakai beraktivitas. Jika salah satu earbud terlepas ketika berlari atau berjalan, unit itu tidak langsung jatuh karena masih terhubung kabel.

Namun, model seperti ini tetap punya konsekuensi. Kabel yang melingkari leher bisa terasa mengganggu bagi sebagian pengguna, terutama saat bergerak intens atau dipakai dalam waktu lama.

Baterai 16 jam dan konektivitas modern

Dari sisi spesifikasi, SonicBass 2 dibekali driver 9,2 mm untuk kebutuhan mendengar musik harian. Xiaomi juga menyematkan Bluetooth 5.2 dan port USB-C, dua fitur yang sudah sesuai dengan standar perangkat audio saat ini.

Daya tahannya menjadi salah satu nilai jual utama. Xiaomi mengklaim baterainya mampu memutar musik hingga 16 jam dalam sekali pengisian, sehingga perangkat ini cukup untuk menemani perjalanan jauh atau aktivitas kerja seharian.

Siap dipakai saat olahraga ringan

Headset ini juga mengantongi sertifikasi IPX5. Artinya, SonicBass 2 tahan terhadap percikan air dan keringat, sehingga lebih aman digunakan untuk olahraga ringan atau saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Bagi pengguna yang sering berada di luar ruangan, fitur ini memberi rasa aman tambahan. Perangkat tetap bisa dipakai tanpa terlalu khawatir saat terkena gerimis atau saat tubuh berkeringat.

Tidak ada ANC, tapi itu bisa jadi pilihan

SonicBass 2 tidak membawa Active Noise Cancellation atau ANC. Akibatnya, suara dari lingkungan sekitar masih akan terdengar cukup jelas saat perangkat digunakan.

Bagi sebagian orang, hal ini justru berguna saat olahraga di luar ruangan atau ketika tetap perlu waspada terhadap kondisi sekitar. Di sisi lain, pengalaman mendengar musik di tempat ramai tentu tidak akan seintim headset dengan peredam bising aktif.

Baru muncul di Jerman

Saat ini, ketersediaan SonicBass 2 terlihat masih terbatas di Jerman. Toko ritel yang menawarkannya juga menyebut stok tidak bisa dijamin segera, sehingga kemunculannya tampak belum seperti peluncuran besar yang merata di Eropa.

Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi apakah perangkat ini akan masuk ke Tanah Air. Meski begitu, produk audio Redmi dari Xiaomi selama ini dikenal punya daya tarik lewat harga yang kompetitif dan fitur yang cukup masuk akal untuk kelasnya.

Jika pada akhirnya hadir lebih luas, SonicBass 2 bisa mengisi celah bagi pengguna yang masih menginginkan earphone nirkabel dengan bentuk klasik, baterai panjang, dan desain yang tidak mudah membuat earbud hilang.

Berita Terkait

Back to top button