Xiaomi kembali menekan pasar ponsel dengan peluncuran rangkaian baru dari lini Redmi dan Poco. Sorotan paling besar datang dari Poco X8 Pro Max yang membawa baterai silikon karbon 8.500 mAh dan skor Antutu tembus 3 juta poin.
Strategi ini langsung menempatkan Xiaomi di posisi agresif pada segmen mid-range hingga flagship killer. Di saat banyak kompetitor masih bermain aman, Xiaomi justru mendorong fitur yang biasanya hanya muncul di kelas lebih mahal.
Redmi Note 15 jadi pijakan awal
Seri Redmi Note 15 membuka daftar dengan pendekatan yang lebih luas, mulai dari model 4G hingga varian Pro Plus. Formulanya jelas: layar AMOLED 120 Hz, baterai besar, dan kamera beresolusi tinggi.
Redmi Note 15 4G hadir dengan layar 6,8 inci AMOLED Full HD+ 120 Hz. Ponsel ini memakai MediaTek Helio G100 Ultra, RAM hingga 8 GB, ROM 256 GB, kamera utama 108 MP, kamera depan 20 MP, serta baterai 6.000 mAh dengan fast charging 33 watt.
Redmi Note 15 5G membawa peningkatan di banyak sisi. Layarnya 6,7 inci AMOLED Full HD+ 120 Hz dengan kecerahan puncak 3.000 nits, sementara dapur pacunya Snapdragon 6 Gen 3 dengan RAM hingga 12 GB dan slot microSD.
Model Pro menyasar pengguna yang lebih serius
Redmi Note 15 Pro 5G tampil lebih premium dengan layar 6,83 inci AMOLED 1,5K 120 Hz. Panelnya juga dilindungi Gorilla Glass Victus 2, lalu dipadukan dengan MediaTek Dimensity 7400 Ultra, RAM hingga 12 GB, dan ROM 512 GB.
Di sektor kamera, model ini membawa sensor utama 200 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8 MP. Baterainya juga besar, yakni 6.580 mAh dengan fast charging 45 watt.
Lebih tinggi lagi, Redmi Note 15 Pro Plus mengusung Snapdragon 7s Gen 4 berbasis 4nm dan menjalankan Android 15. Varian ini memakai layar 6,83 inci AMOLED dengan kecerahan hingga 3.200 nits, kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 8 MP, kamera depan 32 MP, serta dukungan perekaman video 4K.
Pengisian dayanya juga paling kencang di keluarga Redmi Note 15. Baterai 6.500 mAh miliknya didukung fast charging 100 watt.
Poco X7 Pro dan X8 Pro fokus pada performa
Di kubu Poco, X7 Pro 5G menonjolkan ketahanan dan tenaga olah grafis. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 8400 Ultra dengan RAM 12 GB dan ROM 512 GB, lalu dilindungi Gorilla Glass 7i yang diklaim dua kali lebih tangguh.
Layar Poco X7 Pro 5G berukuran 6,67 inci AMOLED 120 Hz. Kameranya terdiri dari 50 MP utama dan 8 MP ultrawide, sedangkan kamera depannya mampu merekam video 4K 60 fps.
Baterainya berkapasitas 6.000 mAh dengan fast charging 90 watt. Kombinasi ini membuatnya menyasar pengguna yang mengejar performa tinggi tanpa mengorbankan daya tahan.
Poco X8 Pro naik satu tingkat dengan MediaTek Dimensity 8500 Ultra, RAM hingga 12 GB, dan ROM 512 GB. Layarnya 6,59 inci AMOLED Full HD+ 120 Hz dengan Gorilla Glass 7i, sementara baterainya mencapai 6.500 mAh dan didukung fast charging 100 watt.
Poco X8 Pro Max jadi pusat perhatian
Poco X8 Pro Max menjadi model yang paling mencuri perhatian dari seluruh daftar. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 9500S dan mencatat skor Antutu 3 juta poin, angka yang langsung menempatkannya di kelas paling atas untuk ukuran perangkat baru.
Daya tarik terbesarnya ada pada baterai 8.500 mAh berbasis silikon karbon. Xiaomi juga menyematkan 100W Hypercharge dan reverse charging 27W, sehingga perangkat ini tidak hanya besar di kapasitas, tetapi juga agresif di pengisian daya.
Layarnya pun dibuat mewah dengan panel 6,83 inci AMOLED 1,5K dan kecerahan 3.500 nits. Untuk memori, Poco X8 Pro Max membawa RAM 12 GB dan ROM 512 GB dengan penyimpanan UFS 4.1.
Rangkaian ini menunjukkan Xiaomi tidak sekadar menambah varian baru, tetapi juga menaikkan standar di banyak sisi sekaligus. Dari Redmi Note 15 yang lebih seimbang sampai Poco X8 Pro Max yang ekstrem, pilihan yang tersedia kini jauh lebih beragam untuk pengguna dengan kebutuhan berbeda.







