Garmin resmi membawa Forerunner 70 dan Forerunner 170 ke Indonesia. Dua smartwatch ini menargetkan pelari pemula hingga progressing runners yang ingin berlatih lebih terarah, dengan harga mulai Rp 4.659.000.
Kehadiran keduanya menarik karena Garmin tidak hanya memperbarui desain layar, tetapi juga menambah rangkaian fitur latihan berbasis data langsung dari pergelangan tangan. Perangkat ini mulai tersedia di Indonesia melalui toko resmi Garmin, baik offline maupun online.
Garmin sebelumnya memperkenalkan duo Forerunner ini secara global pada pertengahan Mei. Kini, peluncuran di pasar Indonesia menandai ekspansi lini jam lari Garmin yang menyasar pengguna yang ingin mengukur progres latihan dan menjaga konsistensi.
Menurut Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia Chandrawidhi Desideriani, perangkat ini dirancang untuk menghadirkan structured training yang lebih mudah diakses. Pendekatan itu ditujukan agar pengguna dapat memahami progres tubuh, menyesuaikan latihan, dan membangun konsistensi dari waktu ke waktu.
Harga dan ketersediaan di Indonesia
Di pasar Indonesia, Garmin Forerunner 70 dijual Rp 4.659.000. Garmin Forerunner 170 dibanderol Rp 5.589.000, sedangkan Garmin Forerunner 170 Music dipasarkan seharga Rp 6.529.000.
Seluruh model tersebut sudah mulai dijual di Indonesia mulai hari ini. Penjualan dilakukan lewat kanal resmi Garmin, baik toko fisik maupun toko online.
Untuk pilihan warna, Forerunner 70 hadir dalam varian Citron, Soft Pink, Tidal Blue, Cool Lavender, Black, dan Whitestone. Sementara Forerunner 170 tersedia dalam opsi Black/Amp Yellow dan Whitestone/Cloud Blue.
Khusus Forerunner 170 Music, opsi warnanya lebih banyak. Garmin menyediakan kombinasi Black/Amp Yellow, Whitestone/Cloud Blue, Teal Green/Citron, serta Red Pink/Mango.
Layar AMOLED jadi perubahan besar
Salah satu pembaruan utama pada Forerunner 70 dan Forerunner 170 adalah penggunaan layar AMOLED 1,2 inci. Ini menjadi perubahan penting karena beberapa generasi Forerunner sebelumnya masih memakai panel Memory in Pixel atau MIP.
Panel MIP selama ini dikenal hemat daya dan tetap mudah dilihat di bawah sinar matahari. Dengan beralih ke AMOLED, tampilan antarmuka pada dua model baru ini menjadi lebih tajam, warna lebih hidup, dan kontras lebih tinggi.
Garmin tetap mempertahankan pendekatan navigasi khas seri Forerunner. Kedua jam ini memadukan layar sentuh dengan lima tombol fisik untuk penggunaan sehari-hari maupun saat olahraga.
Meski beralih ke AMOLED, Garmin mengklaim daya tahan baterai tetap panjang. Forerunner 70 disebut mampu bertahan hingga 13 hari dalam mode smartwatch, sedangkan Forerunner 170 hingga 10 hari dalam mode yang sama.
Fokus pada latihan lari yang lebih terarah
Garmin membekali kedua smartwatch ini dengan fitur latihan yang menonjol. Salah satunya Garmin Coach, yang memungkinkan pengguna mengikuti program latihan adaptif untuk menyiapkan lomba, mengejar target tertentu, atau meningkatkan kebugaran.
Program latihan itu akan menyesuaikan rekomendasi harian berdasarkan kondisi tubuh, performa, dan pemulihan pengguna. Skema ini membuat latihan tidak sekadar mengikuti jadwal tetap, tetapi juga menyesuaikan kemampuan tubuh dari hari ke hari.
Ada juga fitur Quick Workouts yang dapat membuat rekomendasi latihan otomatis. Pengguna hanya perlu menentukan durasi dan intensitas latihan yang diinginkan.
Selain itu, Daily Suggested Workouts turut hadir pada kedua model ini. Fitur tersebut terus menyesuaikan saran latihan berdasarkan hasil sesi sebelumnya.
Untuk membantu membaca progres, Garmin menyertakan sejumlah metrik performa. Di antaranya ada Training Readiness untuk melihat kesiapan tubuh sebelum berlatih dan Training Status untuk memantau arah perkembangan latihan.
Garmin juga menyematkan Wrist-Based Running Power dan Running Dynamics. Keduanya ditujukan untuk memberi gambaran lebih rinci tentang performa saat berlari.
Dukungan olahraga dan pemantauan kesehatan
Forerunner 70 dan Forerunner 170 mendukung lebih dari 80 mode olahraga. Pilihannya mencakup lari, bersepeda, renang, latihan kekuatan, hingga berbagai aktivitas kebugaran lain.
Di sisi kesehatan, fitur yang tersedia mencakup Sleep Tracking, Sleep Coach, HRV Status, Pulse Ox, pemantauan stres, dan Health Snapshot. Garmin menilai pendekatan berbasis data ini membantu pengguna memahami hubungan antara kualitas tidur, pemulihan tubuh, aktivitas harian, dan performa latihan.
Dengan kombinasi fitur latihan dan kesehatan tersebut, dua smartwatch ini diposisikan bukan hanya sebagai pencatat aktivitas. Perangkat ini juga diarahkan menjadi alat pendamping latihan yang memberi data dan coaching langsung dari pergelangan tangan.
Varian Music untuk lari tanpa ponsel
Perbedaan tambahan hadir pada Forerunner 170 Music. Varian ini dilengkapi dukungan penyimpanan lagu dan podcast langsung di smartwatch.
Pengguna dapat mengunduh musik dari aplikasi pihak ketiga. Setelah itu, audio bisa didengarkan lewat earphone nirkabel tanpa perlu membawa smartphone saat berlari atau berolahraga.
Fitur itu menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin berolahraga lebih praktis. Dengan demikian, Forerunner 170 Music tidak hanya menawarkan fitur lari dan kebugaran, tetapi juga pengalaman olahraga yang lebih ringkas.
Source: tekno.kompas.com





