Fitur zoom di kamera ponsel kini makin sering dipakai sebagai bahan promosi. Namun, angka pembesaran yang besar tidak selalu berarti hasil foto akan tetap tajam saat objek berada jauh.
Perbedaan utama ada pada teknologi yang dipakai, yakni optical zoom dan digital zoom. Bagi pengguna yang ingin memotret subjek dari kejauhan tanpa banyak kehilangan detail, optical zoom menjadi poin yang perlu diperhatikan sebelum membeli ponsel.
Optical zoom bekerja melalui pergerakan fisik elemen lensa untuk mengubah jarak fokus sebelum gambar ditangkap sensor. Karena pembesaran terjadi secara optik, cahaya yang masuk tetap utuh dan hasil foto bisa mempertahankan resolusi asli.
Kondisi ini membuat foto umumnya tetap tajam, kaya detail, dan minim noise meski objek berada lebih jauh. Teknologi ini juga lebih menguntungkan saat dipakai untuk kebutuhan seperti foto portrait atau menangkap subjek tanpa harus mendekat.
Digital zoom bekerja dengan cara yang berbeda. Sistem ini tidak mengandalkan pergerakan lensa, melainkan memproses gambar lewat perangkat lunak di dalam ponsel.
Secara sederhana, digital zoom mirip seperti memotong area tengah foto lalu memperbesarnya kembali agar memenuhi bingkai. Proses ini membuat sistem harus meregangkan piksel melalui interpolasi, sehingga detail halus sering berkurang dan foto bisa terlihat pecah atau buram.
Karena itu, memahami jenis zoom menjadi penting saat membandingkan spesifikasi kamera ponsel. Dua model yang menonjol karena sudah membawa optical zoom 3x adalah Tecno Camon 50 Pro 5G dan vivo V70.
Tecno Camon 50 Pro 5G
Tecno Camon 50 Pro 5G dipasarkan dengan harga mulai Rp5,2 juta. Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate dan membawa baterai 6.500 mAh dengan teknologi Silicon-Carbon.
Di sektor kamera, perangkat ini memakai kamera utama 50 MP dengan sensor Sony dan OIS. Kombinasi itu ditujukan untuk menghasilkan bidikan yang lebih jernih, termasuk dalam kondisi minim cahaya.
Tecno juga membekali ponsel ini dengan kamera telefoto 50 MP. Kamera tersebut mendukung optical zoom 3x, sehingga lebih ideal untuk mengambil foto portrait atau subjek yang posisinya tidak dekat dengan pengguna.
Kehadiran kamera telefoto khusus menjadi pembeda penting dibanding ponsel yang hanya mengandalkan digital zoom dari kamera utama. Dengan optical zoom 3x, pembesaran tidak semata dilakukan lewat pemotongan gambar.
vivo V70
vivo V70 dijual dengan harga Rp8,5 juta. Ponsel ini membawa sistem triple camera ZEISS yang terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, telephoto 50 MP dengan optical zoom 3x, dan ultra-wide 8 MP.
Susunan kamera tersebut memberi fleksibilitas lebih untuk berbagai kebutuhan pemotretan. Kamera telephoto 50 MP menjadi komponen kunci untuk menjaga kualitas saat pengguna ingin mengambil gambar dari jarak lebih jauh.
Di bagian depan, vivo V70 juga dibekali kamera selfie 50 MP dengan sudut lebar 92°. Spesifikasi ini membuatnya relevan untuk kebutuhan selfie dan pembuatan konten media sosial.
vivo V70 turut membawa baterai 6.500 mAh. Meski kapasitasnya besar, bodinya disebut tetap tipis dan nyaman digenggam.
Bedanya untuk penggunaan sehari-hari
Dalam praktik harian, optical zoom biasanya terasa saat pengguna memotret orang, panggung, bangunan, atau detail objek dari kejauhan. Hasilnya cenderung lebih konsisten karena pembesaran terjadi sebelum gambar direkam sensor.
Digital zoom masih bisa dipakai, tetapi kualitas akhirnya sangat bergantung pada pemrosesan perangkat lunak. Saat pembesaran terlalu jauh, detail bisa cepat turun karena gambar pada dasarnya hanya diperbesar dari area yang sudah dipotong.
Itu sebabnya angka zoom tidak cukup dilihat dari besarnya saja. Pengguna juga perlu memastikan apakah pembesaran tersebut benar-benar optical zoom atau hanya digital zoom yang dibantu algoritma.
Tecno Camon 50 Pro 5G dan vivo V70 sama-sama menawarkan optical zoom 3x lewat kamera telefoto 50 MP. Bagi pengguna yang mengutamakan kualitas foto jarak jauh, fitur ini lebih relevan dibanding sekadar klaim zoom tinggi tanpa dukungan sistem optik.
Source: www.suara.com






