BYD kini menempatkan dirinya dalam percakapan yang jauh lebih besar dari sekadar pabrikan mobil asal China. Setelah naik ke posisi produsen mobil terbesar keenam di dunia tahun lalu, perusahaan ini langsung memasang target yang lebih agresif: menjadi nomor satu secara global dan menyalip Toyota serta Volkswagen Group dalam lima tahun.
Ambisi itu datang langsung dari Chairman BYD, Wang Chuanfu, dalam rapat umum pemegang saham tahunan perusahaan di Shenzhen. Ia mengatakan BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor 1 dunia dalam hal skala dalam lima tahun ke depan, dengan dukungan baterai Blade generasi kedua yang tengah disiapkan perusahaan.
Target tersebut terdengar berani karena persaingan industri otomotif global makin ketat. Sejumlah pengamat menilai langkah BYD mirip strategi Elon Musk di Tesla, ketika target besar dipakai untuk menjaga optimisme investor di tengah tekanan pada harga saham perusahaan.
Namun, jalan BYD untuk mencapai posisi itu masih sangat panjang. Sepanjang tahun lalu, penjualan BYD berada di kisaran 4,6 juta kendaraan, jauh di bawah Toyota Motor Corporation yang menjual 11,21 juta unit jika termasuk Lexus dan Daihatsu.
Jika hanya menghitung merek Toyota, angka penjualannya masih sekitar 9,6 juta unit. Dengan selisih sebesar itu, BYD harus menambah volume penjualan sekitar satu juta kendaraan setiap tahun selama lima tahun berturut-turut agar bisa menyamai pencapaian Toyota.
Tekanan datang dari pasar domestik
Tantangan BYD tidak hanya datang dari jarak penjualan dengan raksasa otomotif Jepang. Perlambatan permintaan kendaraan di pasar domestik China mulai memengaruhi kinerja perusahaan, sehingga ruang pertumbuhan internal tidak lagi seluas sebelumnya.
Pada Mei lalu, BYD menjual 207.372 kendaraan di China. Angka itu turun 29,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan membuat ekspansi ke pasar luar negeri menjadi semakin penting bagi perusahaan.
Pasar luar negeri jadi tumpuan baru
Karena tekanan di dalam negeri, BYD kini perlu mengandalkan pertumbuhan internasional untuk menjaga lajunya. Sejumlah negara diproyeksikan menjadi pasar strategis baru, dan Kanada disebut sebagai salah satu tujuan utama untuk menopang penjualan di masa mendatang.
Di sisi lain, dukungan teknologi juga menjadi bagian penting dari rencana tersebut. BYD menyiapkan baterai Blade generasi kedua sebagai salah satu pendorong ekspansi bisnis, meski belum ada rincian lebih jauh tentang jadwal peluncurannya dalam pernyataan itu.
Dengan skala persaingan yang masih sangat timpang, ambisi BYD tetap terlihat sebagai tantangan besar di industri otomotif global. Tetapi target itu juga menunjukkan keyakinan perusahaan bahwa kombinasi teknologi, ekspansi pasar, dan pertumbuhan agresif masih bisa membuka jalan menuju posisi puncak dunia.
Source: voi.id






