Pasar tablet murah di Indonesia kembali ramai dengan kehadiran Redmi Pad SE 9.7 dari Xiaomi. Di segmen harga Rp1 jutaan kecil, perangkat ini langsung menarik perhatian karena membawa bodi aluminium unibody, layar 2K 120Hz, dan baterai besar yang jarang ditemui di kelasnya.
Banderol resminya tercatat Rp2.399.000, namun potensi diskon di e-commerce membuat posisinya terasa makin dekat ke kategori tablet murah. Dengan bekal itu, tablet ini diposisikan sebagai opsi untuk pelajar dan pengguna kasual yang butuh perangkat ringan untuk belajar, membaca, dan hiburan.
Bodi metal yang terasa lebih meyakinkan
Salah satu nilai jual paling menonjol ada pada material bodinya. Di saat banyak tablet murah masih memakai plastik, Xiaomi memilih aluminium unibody dengan desain flat dan rapi.
Ukuran layar 9,7 inci juga membuatnya nyaman digenggam, termasuk untuk anak-anak. Bobotnya 406 gram dengan ketebalan 7,4 mm, sehingga tidak terlalu memberatkan saat dipakai lama dalam satu tangan.
Xiaomi juga masih menyertakan kabel USB A-to-C dan batok charger di dalam paket penjualan. Kelengkapan ini jadi nilai tambah tersendiri di kelas harga terjangkau.
Layar 2K 120Hz untuk belajar dan hiburan
Di sektor tampilan, Redmi Pad SE 9.7 memakai panel IPS dengan rasio 16:10. Format ini memberi ruang baca yang lebih lega dibandingkan rasio 16:9 konvensional.
Layarnya sudah beresolusi 2K dan mendukung refresh rate 120Hz. Kombinasi ini membuat animasi terlihat mulus saat dipakai untuk navigasi, membaca, maupun menikmati konten video.
Xiaomi juga membekali layar ini dengan sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light dan Flicker Free. Bagi pelajar yang belajar daring atau menatap layar lebih lama, fitur ini membantu mengurangi kelelahan mata.
Untuk kebutuhan hiburan, tablet ini sudah mendukung Widevine L1. Artinya, layanan streaming seperti Netflix bisa dinikmati dalam kualitas visual yang lebih jernih, sementara audio diperkuat oleh speaker stereo.
Chip Snapdragon dan performa yang cukup aman
Berbeda dari banyak tablet murah lain yang masih mengandalkan chip kelas bawah, Redmi Pad SE 9.7 memakai Snapdragon 6S 4G Gen 2 dengan fabrikasi 6nm. Chip ini disebut memiliki kemiripan arsitektur dengan Snapdragon 685.
Pada pengujian, perangkat ini mencatat skor AnTuTu sekitar 463.000 poin. Suhunya juga terpantau stabil di kisaran 35 derajat Celsius.
Untuk game ringan hingga menengah, hasilnya tergolong meyakinkan. Saat menjalankan Mobile Legends dengan pengaturan Map Ultra dan Effect High, gameplay tetap smooth tanpa lag atau frame drop yang mengganggu.
Baterai besar, tapi RAM masih jadi catatan
Redmi Pad SE 9.7 dibekali baterai 7.600 mAh yang tergolong besar untuk tablet di kelas ini. Untuk pemakaian harian non-gaming, daya tahannya disebut bisa membuat pengguna cukup mengisi ulang sekitar dua hari sekali.
Pengisian dayanya mendukung 18W, tetapi charger bawaan hanya 15W. Selisih ini membuat sisi pengisian terasa tidak sepenuhnya maksimal.
Di bagian perangkat lunak, tablet ini menjalankan HyperOS 3.0 berbasis Android 16. Namun, RAM 4GB LPDDR4X yang tersedia membuatnya terasa pas-pasan saat dipakai membuka aplikasi berat atau multitasking agresif.
Kondisi itu bisa memunculkan jeda atau animasi yang sedikit tertahan. Karena itu, perangkat ini lebih pas untuk belajar, membaca, menonton, dan pemakaian ringan tanpa terlalu banyak aplikasi berjalan bersamaan.
Dengan kombinasi bodi metal, layar 2K 120Hz, chipset Snapdragon, dan baterai besar, Redmi Pad SE 9.7 tampil sebagai salah satu tablet murah yang paling menarik di kelasnya. Tantangan terbesarnya tetap ada pada RAM 4GB, sehingga pengguna perlu menyesuaikan ekspektasi dengan kebutuhan harian yang memang ringan.
