Microsoft mulai menjual generasi terbaru lini Surface untuk konsumen mulai 16 Juni, dengan perubahan terbesar ada pada pemakaian chip Qualcomm Snapdragon X2. Pembaruan ini hadir pada Surface Pro edisi ke-12 dan Surface Laptop edisi ke-8, menandai dorongan baru Microsoft untuk perangkat Windows berbasis pemrosesan AI lokal.
Fokus utama pada siklus perangkat kali ini bukan perubahan desain besar, melainkan peningkatan arsitektur komputasi di dalamnya. Kedua lini membawa NPU Qualcomm Hexagon dengan kemampuan 80 TOPS, yang menurut Microsoft dirancang untuk menangani tugas AI secara lokal di Windows.
Chip baru jadi pusat pembaruan
Surface Pro dan Surface Laptop kini tersedia dengan dua pilihan prosesor, yaitu Snapdragon X2 Plus 10-core dan Snapdragon X2 Elite 12-core. Kedua chip itu menjadi fondasi utama pembaruan hardware Surface generasi terbaru dibanding siklus sebelumnya.
Microsoft memasangkan chip tersebut dengan opsi memori mulai 16GB hingga 64GB. Penyimpanan internalnya tersedia dari 256GB hingga 1TB, meski Surface Laptop 15 inci mulai dari kapasitas 512GB.
Langkah ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak hanya mengejar efisiensi daya, tetapi juga memperkuat posisi Surface sebagai perangkat AI PC. Dengan NPU 80 TOPS, beban kerja AI tertentu dapat diproses langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada komputasi cloud.
Surface Laptop hadir dalam dua ukuran
Surface Laptop terbaru tersedia dalam ukuran layar 13,8 inci dan 15 inci. Model 13,8 inci dibanderol mulai $1,599 dan menggunakan layar LCD 120Hz dengan kerapatan 201 PPI.
Microsoft memperkirakan model 13,8 inci ini mampu memutar video lokal hingga 20 jam. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu sorotan penting bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas dan daya tahan baterai.
Varian 15 inci dijual mulai $1,699 dan membawa layar yang lebih rapat dengan 262 PPI. Model ini juga menambahkan slot pembaca kartu MicroSDXC, yang tidak disebutkan hadir pada versi 13,8 inci.
Kedua model laptop sama-sama dibekali dua port USB-C/USB4 dan satu port USB-A. Untuk pilihan warna, model 13,8 inci mendapatkan opsi baru bernama Jade, selain Platinum, Black, dan Dune.
Penambahan warna baru ini memberi pembeda visual di tengah pembaruan yang berfokus pada performa internal. Namun, secara keseluruhan, peningkatan paling menonjol tetap ada pada platform chip dan kemampuan AI yang dibawanya.
Surface Pro tawarkan opsi OLED
Di segmen 2-in-1, Microsoft menghadirkan Surface Pro 12 berukuran 13 inci dengan harga mulai $1,499. Perangkat ini tersedia dalam warna Platinum, Black, dan Dune.
Perubahan hardware yang paling khas pada generasi ini adalah hadirnya opsi layar OLED. Panel tersebut tetap mempertahankan refresh rate dinamis 120Hz yang juga tersedia pada model layar LCD.
Dengan opsi ini, Microsoft memberi pilihan lebih luas untuk pengguna yang menginginkan kualitas tampilan berbeda tanpa kehilangan kelancaran visual. Kehadiran OLED menjadi salah satu pembeda utama Surface Pro terbaru dibanding pembaruan lain yang lebih banyak terjadi di sisi chip.
Surface Pro juga membawa kamera depan ultrawide 1440p. Dukungan konektivitasnya mencakup Wi-Fi 7 dan dua port USB-C/USB4.
Untuk daya tahan baterai, Microsoft menaksir perangkat ini mampu memutar video lokal hingga 15,5 jam. Klaim itu menempatkan Surface Pro sebagai perangkat hybrid yang tetap mengejar keseimbangan antara portabilitas, layar cepat, dan efisiensi daya.
Jadwal rilis konsumen dan bisnis berbeda
Model konsumen dari Surface Pro dan Surface Laptop sudah tersedia mulai 16 Juni. Sementara itu, model enterprise dijadwalkan meluncur pada 14 Juli.
Pemisahan jadwal ini menunjukkan bahwa Microsoft masih membedakan ritme peluncuran untuk pengguna umum dan pasar bisnis. Bagi segmen enterprise, kehadiran perangkat baru ini dapat menjadi bagian dari strategi adopsi PC berbasis AI di lingkungan kerja.
Dengan kombinasi Snapdragon X2 Plus, Snapdragon X2 Elite, NPU 80 TOPS, serta opsi memori dan penyimpanan yang luas, Microsoft menempatkan Surface generasi baru sebagai etalase utama Windows AI PC. Di saat yang sama, pilihan layar OLED pada Surface Pro dan baterai panjang pada Surface Laptop menjadi nilai jual tambahan di luar aspek pemrosesan AI lokal.
