Sinyal Tim Cook Makin Jelas, Harga iPhone 18 Pro Bisa Melonjak Hampir Rp 5 Juta

Author: Qoo Media

Sinyal kenaikan harga iPhone generasi berikutnya mulai menguat setelah CEO Apple Tim Cook mengakui biaya komponen utama kini melonjak tajam. Dampaknya, iPhone 18 Pro disebut berpotensi mengalami penyesuaian harga hingga sekitar 270 dollar AS, atau mendekati Rp 5 juta per unit.

Kabar ini penting karena iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan menjadi lini awal yang paling mungkin terdampak. Jika skenario itu terjadi, konsumen Apple tidak hanya menghadapi harga baru untuk iPhone, tetapi juga potensi kenaikan pada perangkat lain seperti iPad dan Mac.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook mengatakan Apple selama ini berusaha menahan kenaikan biaya produksi agar tidak dibebankan ke pelanggan. Namun, menurut dia, kondisi pasar saat ini sudah tidak lagi memungkinkan strategi itu dipertahankan.

Cook menyebut kenaikan harga kini sulit dihindari setelah Apple berupaya semaksimal mungkin meredam beban biaya. Meski begitu, ia tidak merinci produk mana yang akan naik harga dan kapan kebijakan itu mulai diterapkan.

Sinyal paling kuat datang dari biaya memori dan storage

Tekanan utama datang dari melonjaknya harga komponen memori dan penyimpanan. Dua komponen ini menjadi sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan perangkat modern terhadap kapasitas dan performa yang lebih tinggi.

Cook menjelaskan pasokan semakin ketat ketika permintaan pasar tetap tinggi. Di saat yang sama, produsen memori disebut meneruskan kenaikan harga yang besar kepada Apple.

Situasi ini dinilai makin berat karena industri teknologi sedang terseret ledakan kebutuhan AI. Perusahaan-perusahaan AI membutuhkan kapasitas memori sangat besar untuk melatih dan menjalankan model AI generatif, sehingga persaingan pasokan chip memori global ikut meningkat.

Akibatnya, Apple menghadapi biaya komponen yang lebih mahal pada saat perangkat generasi baru justru dituntut membawa kemampuan lebih tinggi. Kondisi itu disebut menjadi tantangan besar bagi perusahaan.

iPhone 18 Pro disebut paling mungkin terdampak

Sejumlah analis memperkirakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diprediksi meluncur pada September mendatang bisa menjadi salah satu produk pertama yang mengalami penyesuaian harga. Prediksi ini sejalan dengan meningkatnya biaya perangkat kelas atas yang biasanya memakai komponen memori dan penyimpanan lebih besar.

Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga sekitar 270 dollar AS agar margin keuntungan perusahaan tetap terjaga. Dengan kurs sekitar Rp 17.848 per dollar AS, angka itu setara sekitar Rp 4,8 juta.

Perkiraan tersebut belum berarti Apple sudah menetapkan nominal final. Namun, angka dari TechInsights memberi gambaran seberapa besar tekanan biaya yang kini dihadapi Apple bila perusahaan ingin menjaga tingkat keuntungan saat ini.

Laporan The Wall Street Journal juga menyebut Apple kemungkinan perlu menaikkan harga perangkatnya secara signifikan jika ingin mempertahankan margin yang sekarang. Ini memperkuat pandangan bahwa penyesuaian harga tidak lagi sebatas spekulasi pasar.

AI ikut mendorong biaya naik

Tekanan pada biaya komponen bukan hanya soal kelangkaan biasa. Apple juga disebut perlu meningkatkan kapasitas RAM pada perangkat generasi berikutnya untuk mendukung berbagai fitur AI baru.

Kebutuhan RAM yang lebih besar berarti biaya material ikut terdorong naik. Dalam konteks ini, perangkat premium seperti iPhone 18 Pro menjadi kandidat paling masuk akal untuk lebih dulu menyerap kenaikan biaya tersebut.

Cook bahkan menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai sesuatu yang belum pernah ia temui selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa gangguan biaya komponen kali ini berada pada level yang tidak lazim.

Ia juga menyoroti ironi di pasar saat ini, ketika pasokan menipis tetapi kebutuhan konsumen terhadap perangkat tetap tinggi. Di tengah situasi itu, produsen komponen tetap menaikkan harga secara agresif.

Bukan hanya Apple yang tertekan

Apple bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang menghadapi lonjakan biaya ini. MacRumors mencatat sejumlah vendor besar lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, hingga Valve juga telah mengakui tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan penyimpanan.

Konteks ini membuat potensi kenaikan harga iPhone tidak berdiri sendiri. Pasar perangkat teknologi secara umum memang sedang menghadapi tekanan serupa, terutama pada segmen yang bergantung pada memori dan storage berkapasitas besar.

Untuk saat ini, Apple belum mengumumkan daftar produk yang terdampak maupun besaran kenaikan harga secara resmi. Namun, jika penyesuaian itu benar diterapkan, September mendatang menjadi periode yang paling banyak disorot karena iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan hadir pada waktu tersebut.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru