Setelah 8 Tahun, CMO Xiaomi Mundur Saat Arah Baru Perusahaan Mulai Terbentuk

Perubahan penting terjadi di Xiaomi India setelah Anuj Sharma memutuskan mundur dari posisi Chief Marketing Officer. Keputusan itu menutup perjalanan hampir delapan tahun di perusahaan yang selama ini menjadi salah satu wajah utama Xiaomi di pasar India.

Anuj menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan langkah mendadak. Ia mengatakan keputusan itu sudah diambil sejak beberapa waktu lalu dan dirinya akan meninggalkan Xiaomi pada akhir bulan ini.

Kabar ini menarik perhatian karena Anuj berada di titik penting dalam sejumlah fase besar Xiaomi India. Ia ikut melewati masa ekspansi cepat, memimpin perubahan strategis, hingga kembali membantu perusahaan saat menghadapi fase operasional yang lebih rentan.

Anuj bergabung dengan Xiaomi India pada September 2018. Dalam pernyataannya, ia menggambarkan perjalanan itu sebagai fase panjang yang penuh perubahan, bahkan sempat bercanda bahwa rambutnya masih gelap saat pertama kali masuk ke perusahaan.

Yang juga menonjol, Anuj menegaskan bahwa dirinya tidak sepenuhnya menjauh dari Xiaomi. Ia menyebut masih memegang banyak saham Xiaomi, sebuah sinyal bahwa ia tetap percaya pada arah jangka panjang perusahaan meski akan menempuh jalur berbeda berikutnya.

Ia tidak mengungkap rencana karier selanjutnya. Namun, penyebutan kepemilikan saham tersebut menunjukkan bahwa kepergiannya tidak dibingkai sebagai pemutusan hubungan emosional atau finansial dengan perusahaan.

Transisi kepemimpinan disebut stabil

Di tengah kabar pengunduran diri itu, Anuj juga berupaya menenangkan pasar soal kesinambungan kepemimpinan. Ia secara langsung menunjuk nama-nama yang kini berada di garis depan peluncuran produk, yakni Gautam, Ritij, dan Sandeep.

Pesan ini penting karena Xiaomi India sempat melewati periode perubahan internal yang besar. Dalam fase seperti itu, kepastian soal tim inti dan wajah-wajah baru yang memimpin peluncuran produk menjadi faktor penting bagi mitra, kanal distribusi, dan konsumen.

Anuj juga menyinggung peran Sudhin dan Sandeep dalam peta jangka panjang perusahaan. Dengan tetap menyimpan saham Xiaomi, ia memberi sinyal bahwa dirinya masih menaruh keyakinan pada roadmap yang sedang dijalankan.

Peran di masa naik cepat dan masa pemulihan

Salah satu cerita yang ia bagikan menggambarkan seberapa cepat skala bisnis Xiaomi India saat itu. Ia mengingat hari peluncuran Redmi Note 6 Pro pada 23 November 2018, tidak lama setelah dirinya bergabung.

Menurut Anuj, pada pukul 8.30 malam penjualan model itu telah menyentuh sekitar 625.000 unit dalam satu hari. Ia menyebut momen ketika harus menyetujui angka-angka itu sebelum disampaikan ke media sebagai sesuatu yang terasa luar biasa.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran periode ketika Xiaomi India bergerak sangat cepat. Anuj menyebut perjalanan itu berlangsung dengan tempo tinggi dan penuh energi, sejalan dengan pertumbuhan agresif perusahaan pada masa tersebut.

Di luar fungsi pemasaran inti, Anuj juga memegang peran strategis lain yang cukup menentukan. Pada 2020, ia meninggalkan brand inti Xiaomi untuk memimpin kebangkitan POCO sebagai entitas independen yang lebih lincah dan secara struktur lebih menguntungkan.

Langkah itu menjadi salah satu pivot penting dalam organisasi. POCO kemudian dibangun ulang dengan arah yang lebih mandiri, menandai fase diferensiasi yang lebih jelas di dalam portofolio merek grup tersebut.

Anuj lalu kembali ke Xiaomi setelah kepergian Manu ke wilayah lain pada 2022. Kepulangan itu terjadi pada fase yang ia gambarkan sebagai salah satu periode paling rentan secara operasional, ketika perusahaan menghadapi keluarnya eksekutif tingkat tinggi dan perubahan lanskap global.

Dalam fase itu, fokus utamanya adalah memulihkan kepercayaan tim dan identitas produk. Ia menyebut empat tahun terakhir lebih banyak diisi oleh upaya stabilisasi, meski di beberapa kuartal perusahaan sempat kembali memunculkan momentum positif.

Anuj mengatakan Xiaomi India sempat kembali mencapai posisi nomor satu. Namun, ia juga menekankan bahwa kondisi tim saat ini berada di tempat yang baik dengan strategi baru yang akan dibicarakan lebih lanjut oleh Sudhin.

Xiaomi India tetap menatap ekspansi

Di tengah transisi eksekutif ini, Xiaomi India juga mengonfirmasi langkah ekspansi ke kategori peralatan rumah tangga besar pada 2026. Perusahaan menyatakan pengujian sedang berlangsung dan informasi lebih lanjut akan dibagikan saat peluncuran di India sudah mendekat.

Informasi itu menunjukkan bahwa pergantian di posisi CMO tidak datang dalam kondisi perusahaan berhenti berekspansi. Sebaliknya, Xiaomi India masih menyiapkan langkah baru untuk memperluas pijakan bisnisnya di luar kategori yang selama ini lebih dikenal.

Bagi Xiaomi India, kepergian Anuj menandai berakhirnya satu fase kepemimpinan yang melewati masa pertumbuhan cepat, restrukturisasi merek, dan pemulihan internal. Pada saat yang sama, perusahaan mencoba menegaskan bahwa fondasi tim dan agenda bisnis berikutnya tetap berjalan.

Source: www.gadgets360.com

Terkait