Vivo resmi meluncurkan Y6e 5G di China sebagai ponsel baru di lini anggaran perusahaan. Sorotan utamanya ada pada baterai 6.500mAh yang dipadukan dengan dukungan 15W wired charging.
Perangkat ini juga datang dengan harga CNY 1.599 untuk satu-satunya varian yang tersedia. Dengan banderol itu, Vivo menawarkan kombinasi layar 120Hz, chipset Snapdragon 4 Gen 2, dan penyimpanan 256GB.
Vivo Y6e 5G saat ini sudah dijual melalui toko online Vivo China. Ponsel ini tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Flowing Clouds White, Sunset Blue, dan Twilight Black.
Model yang dipasarkan hanya hadir dalam konfigurasi 6GB RAM dan 256GB storage. Kombinasi ini memakai RAM LPDDR4x dan penyimpanan internal UFS 3.1.
Fokus pada daya tahan baterai
Kapasitas 6.500mAh menjadi nilai jual yang paling menonjol dari Vivo Y6e 5G. Di kelas ponsel anggaran, angka ini memberi daya tarik besar bagi pengguna yang mengutamakan pemakaian panjang.
Meski fokus pada baterai besar, bodinya masih berada di ketebalan 8,39mm dengan bobot sekitar 209 gram. Vivo juga menggunakan frame plastik pada perangkat ini.
Untuk pengisian daya, Vivo membekali ponsel ini dengan dukungan 15W via kabel. Detail ini menempatkan Y6e 5G sebagai perangkat yang lebih menekankan kapasitas baterai daripada kecepatan isi ulang.
Layar 120Hz dan sistem operasi
Di bagian depan, Vivo Y6e 5G memakai layar LCD 6,74 inci beresolusi HD+ atau 720 x 1.600 piksel. Panel ini mendukung refresh rate hingga 120Hz untuk tampilan yang lebih mulus.
Layar tersebut juga disebut memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.200 nits. Vivo mencantumkan dukungan 16,7 juta warna, kerapatan 260 ppi, cakupan NTSC 83 persen, touch sampling rate 240Hz, dan rasio layar ke bodi 90,4 persen.
Untuk perangkat lunak, ponsel dual-SIM ini menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16. Vivo juga mengklaim Y6e 5G mengantongi rating IP65 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Mesin Snapdragon 4 Gen 2
Tenaga Vivo Y6e 5G berasal dari chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 dengan fabrikasi 4nm. Prosesor octa-core ini terdiri dari enam efficiency core dengan clock 1,95GHz dan dua performance core dengan kecepatan puncak 2,2GHz.
Untuk grafis, Vivo menyertakan GPU Adreno 613. Kombinasi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan harian seperti komunikasi, media sosial, streaming, dan penggunaan aplikasi umum dengan konektivitas 5G.
Dari sisi konektivitas, ponsel ini mendukung 5G, 4G LTE, dual-band Wi-Fi, Bluetooth 5.1, dan port USB Type-C. Sistem navigasinya juga cukup lengkap karena mendukung GPS, GLONASS, BeiDou, QZSS, dan Galileo.
Kamera dibuat sederhana
Vivo mengambil pendekatan sederhana pada sektor kamera belakang. Y6e 5G hanya dibekali satu kamera utama 13 megapiksel dengan aperture f/2.2, autofocus, dan dukungan hingga 10x digital zoom.
Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, tersedia kamera depan 5 megapiksel dengan aperture f/2.2. Kamera depan ini mendukung 2x digital zoom.
Kemampuan perekaman videonya mencapai 1080p. Spesifikasi ini menegaskan bahwa Vivo lebih menempatkan kamera sebagai fitur fungsional ketimbang nilai jual utama perangkat.
Fitur pelengkap
Di sektor keamanan, Vivo menyematkan sensor sidik jari yang dipasang di sisi bodi. Ponsel ini juga membawa sejumlah sensor lain seperti gravity sensor, ambient light sensor, proximity sensor, dan e-compass.
Vivo turut menambahkan IR blaster, fitur yang masih jarang hadir merata di semua ponsel anggaran. Kehadiran fitur ini bisa menambah fleksibilitas penggunaan perangkat di luar fungsi komunikasi dasar.
Secara dimensi, Vivo Y6e 5G memiliki ukuran 167,4 x 77,1 x 8,39mm. Dengan kombinasi baterai besar, layar 120Hz, chipset Snapdragon 4 Gen 2, dan memori 6GB/256GB, perangkat ini diposisikan sebagai opsi baru Vivo untuk segmen ponsel 5G terjangkau di China.
Source: www.gadgets360.com






