Lenovo merilis headset gaming kabel baru bernama EY130 di China dengan harga 99 yuan. Di kelas entry-level, perangkat ini menarik perhatian karena sudah membawa driver 50mm, virtual 7.1 surround sound, dan mikrofon dengan ENC.
Kombinasi fitur itu biasanya lebih sering ditemui pada periferal yang sedikit lebih mahal. Karena itu, EY130 menempatkan diri sebagai opsi murah untuk pengguna PC dan konsol yang ingin fitur gaming dasar tanpa beralih ke model nirkabel.
Salah satu nilai jual utama EY130 ada pada pemrosesan audio surround 7.1 yang ditangani langsung oleh chip akustik terintegrasi. Pendekatan ini membuat pengguna tidak perlu memasang software tambahan atau driver khusus di PC untuk mengaktifkan efek surround virtual tersebut.
Bagi pengguna yang menginginkan perangkat simpel, pendekatan plug-and-play seperti ini menjadi poin penting. Headset bisa langsung dipakai tanpa tahapan instalasi yang kerap menyulitkan pengguna kasual.
Fokus pada audio game FPS
Di bagian audio, Lenovo membekali EY130 dengan driver diafragma komposit 50mm. Driver ini memakai desain dual-magnet serta konstruksi polyurethane dan kertas serat.
Rentang frekuensinya berada di kisaran standar 20Hz hingga 20kHz. Lenovo juga menyebut profil suaranya disetel khusus untuk game first-person shooter atau FPS.
Penyetelan semacam ini biasanya diarahkan untuk membantu penyajian detail suara dalam permainan. Dalam konteks game FPS, kejelasan arah dan karakter efek suara sering menjadi elemen yang dicari pemain.
Selain sisi output audio, Lenovo juga memberi perhatian pada komunikasi suara. EY130 memakai boom mic omnidirectional yang terpasang langsung pada bodi headset.
Mikrofon itu memiliki tingkat sensitivitas -42dB ±3dB. Lenovo juga melengkapinya dengan teknologi Environmental Noise Cancellation atau ENC untuk membantu meredam gangguan suara sekitar saat percakapan berlangsung.
Boom mic tersebut dibuat fleksibel agar lebih mudah diarahkan ke posisi yang diinginkan pengguna. Ini memberi keleluasaan saat headset dipakai untuk bermain game multipemain, voice chat, atau komunikasi umum.
Desain gaming klasik dengan RGB
Secara tampilan, EY130 mengusung desain yang sangat dekat dengan gaya headset gaming PC pada umumnya. Lenovo memakai bodi serba hitam dengan aksen pencahayaan RGB dinamis di bagian earcup.
Bagian headband menggunakan konstruksi dual-layer yang bisa menyesuaikan sendiri ukuran kepala pengguna. Sistem ini dirancang untuk membantu distribusi bobot headset agar tetap nyaman saat dipakai lebih lama.
Lenovo juga memakai bantalan telinga berbahan kain yang dapat bernapas. Material ini ditujukan untuk membantu mengurangi penumpukan panas ketika sesi bermain berlangsung lama.
Ukuran unitnya tercatat 230 x 206 x 95 mm. Detail dimensi ini memberi gambaran bahwa EY130 tetap berada di kategori over-ear dengan ukuran fisik yang mengikuti standar headset gaming desktop.
Masih mengandalkan koneksi kabel
Untuk konektivitas, Lenovo menggunakan kabel gabungan USB dan 3,5 mm. Dengan pendekatan ini, EY130 bisa dipakai sebagai periferal kabel untuk desktop, laptop, dan konsol.
Statusnya sebagai headset full wired juga berarti pengguna tidak perlu memikirkan pengisian daya baterai. Model kabel seperti ini juga menghindari isu latensi yang kerap menjadi perhatian pada headset nirkabel.
Bagi sebagian pengguna, keputusan tetap memakai kabel bisa menjadi keunggulan praktis. Cukup colok dan pakai, tanpa proses pairing atau pengaturan tambahan yang lebih rumit.
Harga 99 yuan menempatkan EY130 di segmen yang sangat terjangkau. Di titik harga tersebut, kehadiran driver 50mm, chip akustik untuk virtual 7.1, dan ENC mic menjadi kombinasi yang cukup menonjol.
Produk ini juga memperlihatkan langkah Lenovo yang terus memperluas lini perangkat pendukung dengan fokus pada harga ramah kantong. Belakangan, perusahaan itu juga memperkenalkan keyboard mekanikal terjangkau dengan konektivitas tri-mode dan switch hot-swappable, serta AI Mini PC ringkas dengan prosesor 12-core dan asisten Tianxi Claw AI.
Dengan EY130, Lenovo kini menambah pilihan di kategori headset gaming murah tanpa melepas fitur yang selama ini lebih identik dengan periferal kelas di atasnya. Untuk pasar yang sensitif terhadap harga, strategi seperti ini bisa membuat produk lebih mudah dilirik sejak awal.
Source: www.gizmochina.com






