Empat ponsel Vivo masuk radar bagi konsumen yang mencari tampilan kamera bergaya premium ala iPhone 17 basic, tetapi dengan harga jauh lebih rendah. Pilihannya tersebar dari kelas Rp1 jutaan sampai kisaran Rp5 jutaan, dengan fokus pada desain kamera yang rapi, bodi modern, dan baterai besar.
Daya tarik utamanya bukan hanya soal kemiripan visual pada modul kamera, tetapi juga kombinasi spesifikasi yang cukup agresif di tiap segmen harga. Beberapa model bahkan sudah menawarkan layar 120Hz, baterai jumbo, hingga perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Apple pada iPhone 17 basic disebut mengusung sistem Dual Fusion 48 MP yang ditata diagonal dalam modul persegi dengan sudut melengkung. Pendekatan ini menonjolkan kesan sederhana, namun tetap premium, dan menjadi acuan visual yang kini dicari sebagian pembeli di pasar Android.
Vivo menjadi salah satu merek yang punya beberapa model dengan pendekatan desain serupa, meski tiap seri membawa karakter berbeda. Ada yang paling dekat dengan nuansa modul kotak melengkung, ada pula yang tampil lebih minimalis lewat susunan lensa vertikal dan konsep cincin ganda.
Pilihan paling dekat di kelas menengah
Vivo T5 Pro 5G menjadi model yang disebut paling mendekati nuansa modul kamera iPhone 17 basic. Ponsel ini memakai modul berbentuk kotak dengan sudut melengkung, sehingga tampilan belakangnya terlihat bersih dan mewah.
Di luar desain, T5 Pro 5G dibekali chipset Dimensity 7400-Turbo yang ditujukan untuk performa kencang, termasuk bermain game. Layarnya sudah memakai AMOLED lengkung 120Hz dengan tingkat kecerahan hingga 3000 nits.
Kapasitas baterainya juga besar, yakni 6500 mAh, dan didukung fast charging 90W. Untuk kamera, model ini membawa kamera utama 50 MP berbasis Sony IMX882 dan ultrawide 8 MP.
Harga Vivo T5 Pro 5G berada di kisaran Rp4,5 juta sampai Rp5 jutaan. Dengan banderol itu, model ini menyasar pengguna yang ingin desain premium tanpa melepas aspek performa dan daya tahan baterai.
Opsi stylish dengan baterai besar
Vivo V60 Lite 5G menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda lewat dua lensa yang disusun vertikal dalam modul berbentuk kapsul. Walau tidak meniru pola diagonal, tampilannya tetap kuat pada kesan minimalis modern yang identik dengan filosofi desain Apple.
Model ini menonjolkan baterai BlueVolt 6500 mAh yang diklaim awet, namun tetap menjaga bodi ponsel agar tidak terasa terlalu tebal. Layarnya sudah AMOLED 120Hz, sehingga masih kompetitif untuk konsumsi hiburan seperti menonton film.
Vivo juga menyematkan fitur Aura Light yang menjadi ciri khas untuk mendukung foto potret. Sektor kameranya terdiri dari kamera utama 50 MP Sony IMX882 dan ultrawide 8 MP.
Harga Vivo V60 Lite 5G ada di sekitar Rp4,1 jutaan. Posisi ini membuatnya menarik bagi pengguna yang lebih mementingkan desain rapi, layar halus, dan baterai besar dibanding dorongan performa tertinggi.
Pilihan terjangkau yang tetap tampil premium
Bagi pembeli yang ingin tampilan premium dengan harga lebih hemat, Vivo Y05 masuk daftar penting. Ponsel ini mengusung bodi berkonsep 2.5D Flat Frame dan Silk-Glow Finish, sementara modul kameranya dibuat menyatu mulus dengan panel belakang.
Kesan visualnya tetap rapi dan mewah, meski bermain di kelas harga yang jauh lebih rendah. Vivo Y05 juga sudah punya sertifikasi IP65 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air.
Layar yang dibawa berukuran 6,74 inci dengan refresh rate 120Hz, fitur yang masih jarang di kelas harga ini. Untuk kamera, ponsel ini mengandalkan sensor 8 MP dengan fitur AI.
Harga Vivo Y05 berada di rentang Rp2 juta hingga Rp2,3 jutaan. Kombinasi desain, layar besar, dan perlindungan IP65 membuat model ini relevan untuk pengguna yang ingin ponsel harian dengan tampilan tidak murahan.
Mulai Rp1 jutaan untuk pemakaian kasual
Vivo Y03T menjadi opsi paling murah dalam daftar ini. Desainnya tidak memakai modul kotak besar, melainkan konsep Dual Ring atau cincin ganda yang menanam lensa langsung ke bodi belakang.
Bagian belakangnya memakai sentuhan Crystalline Matte yang disebut bebas sidik jari dan tetap terlihat berkelas. Pendekatan ini cocok untuk pengguna yang ingin desain simpel tanpa tonjolan modul kamera yang mencolok.
Vivo Y03T ditujukan untuk penggunaan harian yang kasual. Meski berada di kelas harga entry-level, ponsel ini sudah membawa sertifikasi IP54 untuk ketahanan terhadap percikan air dan baterai 5000 mAh.
Kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 13 MP dan AI Camera. Soal harga, Vivo Y03T dijual di kisaran Rp1,7 juta sampai Rp1,9 jutaan, menjadikannya titik masuk termurah bagi pembeli yang mengutamakan desain belakang yang rapi dan modern.
Jika dilihat sebagai satu paket, keempat model ini menunjukkan bahwa desain kamera bergaya premium tidak lagi terbatas pada segmen flagship. Vivo membaginya ke beberapa kelas harga, dari entry-level hingga menengah, sambil tetap membawa nilai tambah seperti baterai besar, layar 120Hz, dan proteksi dasar terhadap air serta debu.
Source: www.suara.com






