Samsung disebut sudah mulai mengembangkan chipset Exynos 2700, dan kabar ini langsung memicu perhatian karena chip tersebut diperkirakan akan menjadi otak untuk sebagian ponsel di lini Galaxy S27. Informasi ini muncul hanya beberapa bulan setelah Galaxy S26 meluncur, menandakan persiapan generasi berikutnya sudah berjalan lebih awal.
Yang membuat kabar ini penting adalah arah strategi Samsung terlihat semakin jelas. Setelah Galaxy S26 dan Galaxy S26+ hadir dengan Exynos 2600, perusahaan kini disebut menyiapkan penerusnya untuk perangkat kelas atas.
Menurut laporan Korea Economic Daily, Presiden System LSI Business Samsung, Park Yong-In, menyampaikan dalam pengarahan internal bahwa pengembangan Exynos 2700 telah dimulai. Ia juga disebut mengatakan proses pengembangan chip tersebut berjalan tanpa hambatan.
Laporan yang sama menyebut divisi semikonduktor Samsung menargetkan Exynos 2700 untuk “top-tier smartphones”. Dengan posisi itu, seri Galaxy S27 yang diperkirakan meluncur tahun depan dinilai menjadi kandidat paling masuk akal sebagai salah satu perangkat pertama yang memakainya.
Arah baru setelah Exynos 2600
Konteks ini makin menarik karena Samsung baru saja memperkenalkan Exynos 2600 bersama Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di India pada Februari awal tahun ini. Chip tersebut diklaim sebagai platform mobile pertama di dunia yang dibangun dengan proses 2nm.
Langkah menuju Exynos 2700 menunjukkan Samsung tidak berhenti pada pencapaian itu. Perusahaan tampaknya ingin menjaga keberlanjutan lini Exynos di kelas flagship, sekaligus memperluas perannya pada ponsel premium generasi berikutnya.
Belum ada rincian resmi lengkap soal produk komersial yang akan memakai Exynos 2700. Namun, munculnya nama chip ini dari pejabat Samsung memberi bobot lebih besar dibanding rumor biasa yang hanya beredar dari pembocor atau dokumen tidak resmi.
Muncul di Geekbench
Sebelum pernyataan internal itu mencuat, Exynos 2700 juga sudah dilaporkan terlihat di platform benchmark Geekbench. Chip tersebut muncul dengan nomor model S5E9975.
Kemunculan di Geekbench memberi gambaran awal mengenai konfigurasi yang sedang diuji. Berdasarkan listing itu, Exynos 2700 disebut membawa arsitektur 10-core.
Susunan inti yang terlihat cukup tidak biasa untuk chip mobile premium. Listing itu menunjukkan satu inti Cluster 1 dengan kecepatan 2.30GHz, empat inti Cluster 2 di 2.40GHz, satu inti Cluster 3 di 2.78GHz, dan empat inti Cluster 4 dengan kecepatan puncak 2.88GHz.
Data awal itu juga menyebut Exynos 2700 akan dipasangkan dengan GPU Xclipse 970. Kombinasi ini mengindikasikan Samsung masih mempertahankan identitas grafis Xclipse pada chipset flagship buatannya.
Skor awal dan konfigurasi uji
Perangkat yang menjalankan Exynos 2700 di Geekbench dilaporkan membawa RAM 10.80GB. Konfigurasi seperti ini umumnya diterjemahkan ke pasar sebagai 12GB RAM.
Dalam pengujian tersebut, perangkat itu mencatat skor single-core 2.603 poin. Untuk pengujian multi-core, skornya mencapai 10.350 poin.
Listing yang sama juga menunjukkan perangkat berjalan dengan Android 17. Detail ini memberi petunjuk bahwa pengujian dilakukan pada perangkat pengembangan atau prototipe yang sudah memakai versi sistem operasi terbaru.
Meski begitu, hasil benchmark awal belum bisa dianggap sebagai cerminan final performa produk komersial. Konfigurasi perangkat uji, optimasi perangkat lunak, dan status pengembangan chip masih bisa berubah sebelum peluncuran resmi.
Dampak ke Galaxy S27
Bila Exynos 2700 benar masuk ke lini Galaxy S27, maka Samsung berpotensi kembali meneruskan pola penggunaan chip Exynos pada model flagship tertentu. Ini sejalan dengan posisi Exynos 2600 yang sudah lebih dulu dipakai di Galaxy S26 dan Galaxy S26+.
Belum ada penjelasan apakah seluruh model Galaxy S27 akan memakai chip yang sama atau hanya pasar tertentu. Laporan yang beredar sejauh ini hanya mengarah pada penggunaan Exynos 2700 di sebagian perangkat dalam lini tersebut.
Di sisi lain, Park Yong-In juga disebut memprediksi divisi semikonduktor Samsung kemungkinan akan menghadapi rugi operasional. Proyeksi itu dikaitkan dengan kontraksi industri yang dipicu kekurangan chip memori dan penyimpanan.
Kondisi tersebut memberi latar tambahan bahwa pengembangan Exynos 2700 berlangsung di tengah tekanan industri semikonduktor yang tidak ringan. Karena itu, keberhasilan membawa chip ini ke ponsel flagship akan menjadi langkah penting bagi Samsung, bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga untuk memperkuat posisi divisi chip buatannya sendiri.
Source: www.gadgets360.com






