Kinerja Galaxy Watch pada kuartal pertama 2026 memberi sinyal yang kurang menggembirakan bagi Samsung. Saat pasar smartwatch global justru kembali tumbuh, pengiriman jam tangan pintar Samsung malah turun tajam dan pangsa pasarnya ikut menyusut.
Data Counterpoint Research menunjukkan pasar smartwatch global naik 4% secara tahunan pada Q1 2026. Di tengah pemulihan itu, Samsung bergerak berlawanan arah dengan penurunan pengiriman Galaxy Watch sebesar 28% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tekanan itu terlihat jelas pada pangsa pasar global Samsung. Posisinya turun dari 7% pada Q1 2025 menjadi hanya 5% pada Q1 2026.
Angka tersebut membuat perlambatan Galaxy Watch tampak lebih serius, karena penurunan terjadi ketika kategori produknya sedang membaik. Artinya, masalah Samsung bukan sekadar efek pasar yang lesu, melainkan juga ketatnya perebutan konsumen di segmen yang sedang berubah cepat.
Pasar justru bergerak ke arah premium
Menurut Counterpoint Research, pemulihan pasar smartwatch kali ini banyak didorong oleh perangkat premium. Model-model baru semakin mengandalkan pelacakan kesehatan yang lebih canggih dan fitur yang lebih pintar.
Rata-rata harga jual smartwatch juga disebut terus naik. Kenaikan itu sejalan dengan makin banyaknya sensor yang lebih kompleks, fitur berbasis AI, dan insight kesehatan yang lebih mendalam.
Perubahan ini penting karena preferensi konsumen ikut bergeser. Di pasar berkembang seperti India, pembeli disebut semakin condong ke model yang lebih premium, bukan lagi perangkat dasar.
Bila tren itu menjadi pusat pertumbuhan pasar, maka persaingan tidak lagi hanya soal merek besar. Produsen juga harus menawarkan lompatan fitur yang benar-benar terasa relevan bagi pengguna.
Pesaing Samsung mencatat hasil lebih kuat
Sementara Samsung tertekan, Apple tetap memimpin pasar dengan pertumbuhan yang kuat. Kinerja Apple ditopang oleh permintaan di China dan Eropa, serta dukungan lini produk yang telah diperbarui.
Sejumlah merek China juga mencatat kenaikan. Huawei dan Xiaomi termasuk yang disebut membukukan pertumbuhan pada periode yang sama.
Bahkan imoo, merek yang fokus pada perangkat untuk anak, ikut mencatat penguatan. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar tidak hanya datang dari satu segmen, tetapi tersebar ke beberapa kategori dan pemain.
Kondisi itu mempertegas bahwa kompetisi kini semakin padat. Samsung tidak hanya berhadapan dengan Apple, tetapi juga dengan merek-merek China yang terus agresif dan mampu menangkap perubahan kebutuhan pasar.
Mengapa situasi ini perlu diperhatikan
Penurunan 28% dalam pengiriman adalah pukulan besar untuk lini produk yang selama ini menjadi bagian penting ekosistem Galaxy. Saat pasar sedang tumbuh, kontraksi sedalam itu biasanya menandakan bahwa strategi produk, momentum peluncuran, atau daya tarik penawaran sedang tertinggal dari arah pasar.
Turunnya pangsa pasar dari 7% ke 5% juga memperlihatkan hilangnya posisi relatif Samsung di tingkat global. Dalam pasar teknologi konsumen, penyusutan dua poin persentase dalam satu tahun bisa berarti pesaing bergerak lebih cepat dalam menarik pembeli baru maupun mempertahankan pengguna lama.
Masalahnya, pasar smartwatch kini tidak lagi ditentukan oleh pembaruan kecil. Counterpoint menyoroti bahwa konsumen semakin tertarik pada fitur kesehatan yang lebih maju dan pengalaman yang lebih pintar, sehingga peningkatan bertahap saja mungkin tidak cukup untuk memulihkan momentum.
Peluang perbaikan masih ada, tapi tantangannya besar
Samsung masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan lewat produk baru. Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 disebut akan segera hadir.
Namun, jalan pemulihannya tidak terlihat mudah. Dengan persaingan yang makin intens dan ekspektasi konsumen yang terus naik, Samsung perlu menawarkan lebih dari sekadar penyegaran rutin.
Perubahan arah pasar ke perangkat premium juga menambah tekanan pada semua pemain besar. Jika konsumen benar-benar menginginkan sensor yang lebih canggih, fitur AI yang berguna, dan data kesehatan yang lebih dalam, maka setiap peluncuran baru akan dinilai jauh lebih ketat.
Itu sebabnya hasil Q1 2026 menjadi penting untuk dibaca lebih dari sekadar angka triwulanan biasa. Kinerja Galaxy Watch pada awal tahun ini menunjukkan bahwa Samsung sedang menghadapi pasar yang tumbuh, tetapi tumbuh dengan aturan baru yang belum berhasil dimanfaatkannya.
