Tablet Android Lama Ini Nyaris Bangkit Lagi, Satu Launcher Ringan Ubah Semuanya

Author: Qoo Media

Sebuah tablet Android lama tidak selalu benar-benar mati. Dalam kasus Samsung Galaxy Tab S7+, masalah utamanya ternyata bukan pada chip atau RAM, melainkan pada beban perangkat lunak yang menumpuk selama bertahun-tahun.

Tablet itu awalnya sempat disimpan setelah layarnya mengalami green lines khas Samsung. Setelah layar diperbaiki, perangkat dinyalakan lagi, diisi penuh, lalu seluruh pembaruan yang tertunda dipasang, tetapi performanya justru terasa jauh lebih lambat dari yang diingat.

Hardware masih kuat, software yang membebani

Tab S7+ ini dulu termasuk salah satu tablet Android terbaik saat dibeli. Perangkat itu memakai Snapdragon 865+ dan 8GB RAM, spesifikasi yang seharusnya masih sanggup menangani penggunaan harian tanpa berubah jadi lambat dalam lima tahun.

Masalahnya muncul karena update sistem yang terus bertambah besar dan kompleks. Tablet ini datang dengan One UI 2.5, lalu berkembang sampai One UI 6, dan setiap lapisan pembaruan membawa lebih banyak beban ke sistem.

Beban terbesar datang dari software bawaan pabrikan. Pada perangkat seperti ini, launcher menjadi salah satu komponen yang paling berat karena terus menjalankan animasi, refresh widget, dan layanan latar belakang.

Tablet itu dipoles ulang untuk satu tujuan

Saat tablet mulai dipakai lagi, tujuannya sebenarnya sederhana. Perangkat itu ingin difungsikan sebagai reader khusus untuk buku, komik, dan manga.

Layar 12,4 inci menjadi alasan utama kenapa Tab S7+ dulu dibeli. Ukurannya berada di tengah antara ponsel dan laptop, sehingga lebih enak dipakai membaca detail gambar tanpa harus membawa perangkat yang terlalu besar.

Sebelum mengganti launcher, langkah pembersihan dasar dilakukan lebih dulu. Beberapa bloatware dihapus normal, sementara sebagian lain perlu dimatikan lewat developer options.

Aplikasi lama yang tidak pernah dipakai lagi juga ikut dihapus. Setelah itu, animasi sistem dimatikan agar tampilan terasa lebih ringan saat dipakai.

Niagara Launcher jadi perubahan terbesar

Perubahan paling penting datang saat launcher bawaan Samsung diganti. Pilihan akhirnya jatuh ke Niagara Launcher, yang diunduh dari Play Store lalu diset sebagai default launcher.

Setelah pembuka singkat dan pemilihan beberapa aplikasi favorit, tampilan beranda baru langsung muncul. Antarmukanya sangat minim, dengan daftar aplikasi favorit di sisi kiri dan tanpa grid ikon, halaman menu, atau deretan widget yang memenuhi layar.

Aplikasi lain diakses lewat huruf alfabet di sisi kanan. Pengguna bisa mengetuk huruf atau menggeser jari untuk melompat langsung ke aplikasi yang sesuai, dan gaya ini terasa familiar bagi yang pernah mencoba tampilan minimalis di Google Pixel.

Di layar 12,4 inci, pendekatan itu terasa lebih nyaman. Semua elemen penting lebih mudah dijangkau dengan satu tangan dibanding harus meraih ikon di banyak sudut layar.

Notifikasi juga dibuat lebih ringkas. Saat ada pesan masuk, notifikasi muncul sebagai baris di bawah aplikasi terkait, bukan menumpuk di tray bagian atas.

Menghapus beban yang tidak perlu

Niagara juga bekerja dengan cara menghindari hal-hal yang justru menguras sumber daya. Aplikasi ini tidak memakai refresh widget terus-menerus, proses latar belakang yang tidak perlu, iklan, atau pop-up untuk mendorong pembelian versi Pro.

Itu kontras dengan launcher Samsung yang digantikannya. Dengan melepas launcher bawaan, memori yang sebelumnya terpakai bisa dibebaskan, dan pekerjaan latar belakang yang ikut menumpuk juga hilang.

Hasilnya langsung terasa. Tablet itu kembali terasa hampir secepat saat pertama kali dibeli.

Masih hidup dan kembali dipakai

Setelah dipakai beberapa waktu, performanya tetap stabil. Niagara bahkan mengklaim pengalamannya makin mulus semakin lama digunakan, dan kondisi tablet ini tampaknya sejalan dengan klaim tersebut.

Tab S7+ kini kembali jadi perangkat hiburan utama untuk setidaknya setahun lagi. Tablet itu dipakai membaca hampir setiap malam, lalu sesekali berfungsi sebagai smart display atau tempat menonton video.

Perubahan besar itu pada akhirnya datang dari satu sore beres-beres bloatware yang dipaksa terpasang. Setelah itu, perangkat lama yang sempat dianggap habis pakai justru kembali punya alasan untuk tetap hidup.

Terbaru