Pembatalan OnePlus 15s di India menjadi sinyal paling jelas bahwa arah bisnis OnePlus sedang berubah jauh lebih besar dari sekadar satu model yang hilang. Kabar ini datang dari dua tipster yang selama ini dianggap tepercaya di ekosistem OnePlus, yaitu Yogesh Brar dan Debayan Roy, setelah rumor yang menguat sejak Januari 2026 akhirnya mengarah pada pembatalan yang tegas.
Yang membuat situasi ini menarik sekaligus mengkhawatirkan adalah konteks di baliknya. OnePlus 15s bukan hanya batal hadir di India, tetapi juga muncul di tengah rangkaian tanda bahwa OnePlus sedang menarik diri dari pasar global, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan India.
Spesifikasi yang Menjanjikan, tetapi Tak Pernah Tiba
Sebelum dibatalkan, OnePlus 15s disebut membawa paket spesifikasi yang sangat kompetitif. Ponsel ini dirumorkan mengusung layar AMOLED 6,32 inci dengan refresh rate 165Hz, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 7.500 mAh dengan pengisian cepat 100W SuperVOOC, serta kamera ganda 50MP dengan sensor Sony IMX906.
Secara teknis, konfigurasi itu menempatkan OnePlus 15s di jalur flagship yang serius. Masalahnya, keputusan akhir tampaknya tidak ditentukan oleh kemampuan perangkat, melainkan oleh perubahan strategi bisnis perusahaan.
Dari Rumor ke Pembatalan
Isu pertama muncul pada Januari 2026 ketika Yogesh Brar menyebut ada kemungkinan besar OnePlus 15s tidak akan hadir di India. Pada Februari, sempat muncul harapan baru karena ada bocoran yang menyebut perangkat ini masih disiapkan, meski dengan modifikasi kamera.
Namun, pada pertengahan Juni 2026, arah kabar berubah total. Brar menyatakan perangkat itu dibatalkan, dan Debayan Roy memperkuat sinyal serupa lewat unggahan di X, sehingga skenario kehadiran global OnePlus 15s praktis tertutup.
Bukan Hanya Satu Produk
Pembatalan OnePlus 15s tidak berdiri sendiri. OnePlus Open 2, yang seharusnya menjadi penerus foldable pertama mereka, juga dibatalkan untuk rilis global. Artinya, OnePlus keluar dari segmen ponsel lipat di luar Tiongkok.
Ada pula laporan bahwa OnePlus akan meninggalkan pasar Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa pada Q2 2026. Di India, penjualan disebut bergeser ke model online-only, sementara toko fisik dan pengalaman ritel langsung ditutup.
Perubahan internal juga ikut memperkuat spekulasi itu. CEO OnePlus India dikabarkan mundur pada paruh pertama 2026, di saat stok OnePlus 15 di platform e-commerce India habis cepat karena panic buying dari pengguna yang khawatir itu akan menjadi flagship terakhir OnePlus di negara tersebut.
Alasan Resmi dan Sinyal yang Lebih Dalam
OnePlus menyebut kenaikan biaya komponen sebagai alasan utama. Penjelasan itu masuk akal di permukaan, tetapi skala perubahan yang terjadi terlalu luas untuk dianggap sebagai masalah biaya semata.
Integrasi yang semakin dalam dengan Oppo sejak 2021 juga menjadi faktor penting. Di bawah BBK Electronics, OnePlus makin terlihat sebagai sub-merek Oppo, sehingga keputusan strategisnya sangat dipengaruhi prioritas induk, bukan lagi berdiri sebagai merek independen seperti dulu.
Pasar yang Menyempit
Di India, OnePlus kehilangan daya tarik premiumnya karena persaingan ketat dari Xiaomi, iQOO, dan Samsung. Di Barat, awareness merek juga disebut melemah setelah era Carl Pei berakhir.
Hasil akhirnya, OnePlus kini tampak lebih fokus pada pasar domestik Tiongkok. Di sana, integrasi dengan ekosistem Oppo dan realme memberi efisiensi operasional yang lebih besar dibanding mempertahankan operasi global yang mahal.
Nasib OnePlus 16 Masih Abu-abu
Di tengah kabar pembatalan itu, OnePlus 16 masih disebut dalam rencana perusahaan. Model ini dirancang rilis di Tiongkok sekitar September–Oktober 2026, sementara versi global belum dikonfirmasi dengan jendela potensial November 2026.
Meski begitu, tanpa infrastruktur pemasaran dan distribusi yang kuat di India, peluang peluncuran globalnya terlihat semakin kecil. Yogesh Brar bahkan menyebut OnePlus 15 bisa menjadi flagship terakhir di India, sebuah pernyataan yang menegaskan betapa rapuhnya masa depan OnePlus di luar Tiongkok.
Bagi pengguna lama, situasi ini terasa seperti perubahan identitas merek yang besar. OnePlus yang dulu membangun reputasi lewat slogan “Never Settle” kini justru terlihat mundur dari banyak pasar yang pernah membesarkan namanya.







