Valve akhirnya membuka penjualan Steam Machine setelah sebelumnya hanya mengumumkan perangkat ini tanpa harga resmi. Kabar terbesarnya langsung terasa di angka banderol, karena model 512GB dipatok $1049 dan versi 2TB mencapai $1349.
Harga itu bahkan belum termasuk Steam Controller. Jika pembeli menginginkan bundel dengan kontroler buatan Valve tersebut, harga naik menjadi $1128 untuk model 512GB dan $1428 untuk model 2TB.
Banding harga ini segera menjadi sorotan karena Steam Machine masuk ke pasar dengan posisi yang tidak murah. Di saat yang sama, perangkat ini tetap menawarkan pendekatan khas Valve, yaitu PC gaming ringkas berbasis SteamOS yang lebih fleksibel dibanding konsol tradisional.
Valve juga tidak memakai skema penjualan biasa pada tahap awal ini. Calon pembeli harus mendaftar lebih dulu melalui halaman Steam Store hingga 25 Juni pukul 10:00 AM Pacific.
Setelah pendaftaran ditutup, Valve akan melakukan randomisasi satu kali untuk menentukan siapa yang berhak membeli. Pengguna yang terpilih akan diberi tahu untuk mulai memesan pada 29 Juni, dan jika tidak menyelesaikan pembelian dalam 72 jam, giliran akan diberikan ke nama berikutnya di daftar tunggu.
Ada syarat tambahan yang membuat akses pembelian tidak sepenuhnya terbuka untuk semua akun. Valve menetapkan bahwa pembeli harus memiliki akun Steam dengan status baik dan pernah melakukan pembelian sebelum 27 April, 2026.
Pilihan model dan paket
Steam Machine tersedia dalam dua konfigurasi penyimpanan, yakni 512GB dan 2TB. Keduanya juga disertai dua faceplate tambahan, yaitu red fabric dan solid walnut, terlepas dari model mana yang dipilih.
Pembeli tidak wajib membeli Steam Controller. Valve menyatakan pengguna dapat memakai kontroler lain yang sudah dimiliki, sehingga harga dasar perangkat bisa ditekan jika tidak membutuhkan aksesori resmi tersebut.
Selisih harga antara versi tanpa kontroler dan bundel juga cukup jelas. Tambahan biaya untuk paket dengan Steam Controller membuat total harga model tertinggi menyentuh $1428.
Spesifikasi inti
Dari sisi hardware, Steam Machine memakai CPU AMD Zen 4 dengan 6 core dan 12 thread. Prosesor ini dapat melaju hingga 4.8GHz.
Untuk grafis, perangkat ini mengandalkan GPU AMD RDNA3 dengan 28 compute units. Kecepatan GPU disebut bisa mencapai 2.45GHz.
Steam Machine dibekali memori sistem 16GB DDR5. Beberapa pengulas mencatat konfigurasi bawaan ini menggunakan satu modul 16GB 5600 SO-DIMM dalam mode single-channel.
Meski begitu, Valve menyediakan dua slot memori. Artinya, pengguna masih punya ruang untuk menambah modul kedua di kemudian hari.
GPU pada perangkat ini juga memiliki 8GB GDDR6. Selain itu, Steam Machine sudah memakai power supply built-in, sehingga desainnya tidak bergantung pada adaptor daya eksternal yang terpisah.
Penyimpanan dan ekspansi
Pilihan kapasitas internal dibedakan antara 512GB dan 2TB. Namun, sistem penyimpanannya menggunakan drive M.2 standar, sehingga upgrade dapat dilakukan di lain waktu.
Valve juga menyertakan slot microSD. Kartu microSD itu bahkan bisa dipindahkan antara Steam Machine dan Steam Deck, memberi kesinambungan menarik bagi pengguna ekosistem Valve.
Dari sisi software, perangkat ini menjalankan SteamOS 3. Sistem operasi tersebut sebelumnya juga telah dirilis Valve untuk dipasang di perangkat lain melalui situs resminya.
Kehadiran SteamOS 3 membuat Steam Machine bukan sekadar konsol tertutup. Perangkat ini lebih dekat ke PC gaming kecil berbasis Linux, dengan fokus kuat pada pengalaman Steam.
Latar peluncuran dan posisi di pasar
Valve pertama kali mengumumkan Steam Machine pada November tahun lalu. Tidak lama setelah itu, peluncurannya tampak tertahan tanpa batas waktu yang jelas akibat krisis memori yang sedang berlangsung.
Valve memang tidak pernah mengumumkan harga saat pengenalan awal. Namun, perkembangan situasi pasar membuat harga peluncuran yang akhirnya muncul sekarang terlihat jauh dari ekspektasi yang ramah di kantong.
Posisi harga ini juga muncul setelah Valve baru-baru ini mengumumkan kenaikan besar untuk Steam Deck. Harga model 1TB kini disebut mencapai $949, sehingga Steam Machine yang jauh lebih mahal tetap terlihat masih berada dalam lanskap harga baru perangkat Valve.
Di sisi lain, Steam Machine tetap harus menghadapi perbandingan yang sulit. Harganya berada jauh di atas PlayStation 5 Pro seharga $900 dan juga melampaui PlayStation 5 standar seharga $600, sementara performanya disebut kira-kira setara dengan model standar tersebut.
Hal itu membuat nilai jual utamanya bergeser dari sekadar performa mentah. Steam Machine lebih menonjol sebagai PC Linux yang ringkas, fleksibel, dan terintegrasi dengan SteamOS, bukan sebagai alternatif murah untuk konsol atau rakitan PC konvensional.
Bagi pengguna yang hanya mengincar PC gaming, opsi merakit sendiri disebut masih bisa memberi tenaga lebih besar dengan harga lebih rendah. Namun, Steam Machine tetap menawarkan keunggulan pada ukuran yang kecil serta integrasi software dan ekosistem Valve yang lebih rapi.
Source: www.gsmarena.com






