Asus ExpertBook Ultra Di Indonesia, Laptop Bisnis AI Ini Janji Data Tetap Aman Meski Dicuri

Author: Qoo Media

Asus resmi membawa ExpertBook Ultra ke pasar Indonesia dengan pendekatan yang langsung menyasar kebutuhan kerja modern. Laptop bisnis premium ini tidak hanya mengandalkan performa tinggi, tetapi juga klaim keamanan data yang dirancang untuk menghadapi risiko pencurian perangkat dan informasi.

Di tengah meningkatnya penggunaan AI di ruang kerja, Asus menempatkan ExpertBook Ultra sebagai Copilot+ PC yang bisa menjalankan fitur kecerdasan buatan secara lokal. Pendekatan itu membuat laptop ini tidak sekadar menjadi perangkat untuk mengetik atau rapat daring, melainkan alat kerja yang ditujukan untuk multitasking berat dan pemrosesan AI di dalam mesin.

AI berjalan di dalam laptop

Asus mengatakan ExpertBook Ultra ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru. Perangkat ini juga dipadukan dengan NPU yang disebut mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second atau TOPS.

Salah satu fitur utamanya adalah Asus AI ExpertMeet yang bisa mentranskripsikan obrolan, menerjemahkan bahasa, dan mengoptimasi kamera web. Karena pemrosesan AI berjalan secara lokal di dalam laptop, pengguna tidak perlu bergantung pada cloud untuk menjalankan fungsi tersebut.

Keamanan data jadi sorotan utama

Asus juga menonjolkan sisi keamanan lewat fitur Asus ExpertGuardian. Perusahaan mengklaim fitur ini mengenkripsi hardware, TPM, Windows Hello IR, sensor sidik jari, hingga penutup webcam yang terpasang di laptop.

Asus menyebut proteksi berlapis ini dirancang untuk menjaga data perusahaan bila ExpertBook Ultra hilang atau dicuri. Eric Khoven, Commercial Director ASUS Indonesia, mengatakan data yang tersimpan di dalam laptop tidak dapat diambil pihak tidak berwenang, bahkan jika SSD dipindahkan ke laptop lain.

Spesifikasi untuk mobilitas bisnis

Dari sisi desain, ExpertBook Ultra memakai panel Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits. Asus menyebut layar ini tetap jelas dilihat saat dipakai di luar ruangan dengan cahaya terang.

Bobotnya hanya 1,1 kg, sementara bodinya memakai sasis premium dengan sertifikasi ketahanan US MIL-STD 810H. Eric juga menegaskan laptop ini punya daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kg atau lebih, sehingga lebih aman saat berada di dalam tas dan terhimpit dokumen lain saat perjalanan bisnis.

Performa, baterai, dan konektivitas

Untuk menunjang kerja jarak jauh dan mobilitas tinggi, ExpertBook Ultra dibekali RAM hingga 64GB LPDDR5x dan penyimpanan SSD hingga 2TB PCIe Gen 5. Laptop ini juga mendukung Wi-Fi 7 dan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam.

Kombinasi tersebut membuat perangkat ini diposisikan untuk kalangan profesional, eksekutif, dan perusahaan yang mulai menjadikan AI sebagai bagian dari alur kerja harian. Dengan fokus pada keamanan dan efisiensi, Asus ingin ExpertBook Ultra menjadi opsi untuk pengguna yang butuh laptop bisnis premium dengan lapisan proteksi data yang kuat.

Selain ExpertBook Ultra, Asus siapkan lini baru lain

Di Indonesia, Asus juga mengumumkan deretan laptop lain seperti Zenbook Duo, Vivobook S14 dan 14 Flip, serta Zenbook S14 dan S16 OLED. Zenbook Duo tampil dengan dual screen Asus Lumina Pro OLED, prosesor Intel Core Ultra Series 3 atau AMD Ryzen AI 400 series terbaru, dan NPU hingga 50 TOPS.

Asus menyebut Zenbook Duo mengalami penyempurnaan desain, termasuk sudut antar layar yang dibuat lebih rapat agar pengalaman dua layar terasa lebih menyatu. Layar sentuh 14 inci pada model ini memiliki resolusi 3K, refresh rate 144Hz, response time 0,2ms, cakupan warna 100 persen DCI-P3, PANTONE Validated, dan tingkat kecerahan hingga 1.000 nits.

Source: www.liputan6.com
Terbaru