Bocoran iPhone Ultra Makin Mengusik, Layar Lipat Nyaris Tanpa Bekas Lipatan dan Engsel Baru Apple

Author: Qoo Media

Bocoran terbaru soal iPhone Ultra menempatkan satu hal di pusat perhatian: layar lipat yang nyaris tanpa bekas lipatan. Di tengah pasar ponsel foldable yang masih bergulat dengan crease dan celah engsel, perangkat lipat pertama Apple disebut menargetkan dua masalah itu sekaligus.

Informasi yang beredar juga menggambarkan pendekatan Apple yang berbeda dari para pesaingnya. iPhone Ultra disebut akan mengusung desain book-style dengan bodi sangat tipis, engsel liquid metal, dan pengalaman saat dibuka yang lebih mirip iPad ketimbang iPhone biasa.

Menurut Jon Prosser lewat video FPT, kedalaman lipatan layar utama diperkirakan hanya sekitar 0,15 mm. Angka itu memang tidak berarti benar-benar tak terlihat, tetapi cukup dangkal untuk memberi kesan panel yang bersih saat dipakai.

Prosser mengaitkan efek tersebut dengan desain engsel baru yang memakai material liquid metal. Ia juga menyebut engsel itu menggunakan komponen cetak 3D, dengan fokus pada durabilitas, fungsi, dan tampilan lipatan yang jauh lebih samar dibanding foldable saat ini.

Desain tipis dan format seperti iPad

Dummy unit yang dibagikan Sonny Dickson menunjukkan perangkat ini tampil berbeda dari banyak ponsel lipat di pasaran. Saat dibuka, rasio layarnya terlihat lebih lebar dengan format 4:3, sehingga tampilannya mendekati iPad mini dalam bentuk ponsel lipat.

Bingkai sampingnya tampak berbahan aluminium. Material itu disebut akan membantu menjaga kesan premium sekaligus tetap kuat, sesuatu yang penting karena perangkat foldable umumnya harus menyeimbangkan ketipisan dengan kekokohan.

Prosser juga menyebut iPhone Ultra akan sangat tipis. Dalam posisi terlipat, ketebalannya disebut sekitar 9,5 mm, sementara saat dibuka dapat mencapai sekitar 4,5 mm.

Pilihan warna yang disebut untuk saat ini hanya dua. Prosser memperkirakan Apple akan menyiapkan varian putih/perak dan hitam/abu-abu.

Dua layar dengan fokus pada pengalaman pakai

Ming-Chi Kuo ikut menguatkan arah desain perangkat ini. Ia menyebut foldable iPhone akan memakai konsep book-style dengan layar dalam sekitar 7,8 inci yang crease-free dan layar luar sekitar 5,5 inci.

Susunan ini berarti perangkat tetap bisa dipakai seperti iPhone biasa saat tertutup. Ketika dibuka, area layarnya melebar dan mengarah ke pengalaman yang lebih dekat ke tablet kecil.

Media Korea Selatan The Elec melaporkan Apple juga mempertimbangkan panel CoE OLED, atau Color filter on Encapsulation. Teknologi ini dinilai menguntungkan untuk mewujudkan panel yang lebih tipis, selaras dengan target bodi ramping yang muncul dalam bocoran lain.

Fokus pada panel tipis itu penting karena karakter perangkat lipat sangat dipengaruhi ketebalan saat tertutup. Semakin ramping bodinya, semakin dekat rasanya ke ponsel konvensional ketika digenggam setiap hari.

Touch ID disebut kembali, Face ID absen

Ada satu perubahan besar lain yang menonjol dari bocoran ini. Prosser mengatakan ketebalan ekstrem iPhone Ultra justru membuat Apple tidak memasukkan Face ID ke perangkat tersebut.

Sebagai gantinya, Touch ID disebut akan kembali dan ditempatkan di tombol daya. Jika informasi ini akurat, itu akan menjadi langkah yang tidak biasa untuk lini iPhone modern, yang selama bertahun-tahun identik dengan Face ID.

Keputusan itu sejalan dengan kompromi desain yang kerap muncul di perangkat lipat. Ruang internal yang lebih terbatas, ditambah kebutuhan engsel dan dua panel, memaksa produsen memilih prioritas fitur dengan sangat hati-hati.

Kamera dan spesifikasi yang dibocorkan

Untuk kamera belakang, Prosser menyebut iPhone Ultra akan membawa dua sensor 48 MP. Kombinasinya terdiri dari kamera utama dan ultra-wide, tanpa lensa telefoto.

Ia juga menyebut kamera depan pada layar luar tetap hadir untuk penggunaan saat perangkat dilipat. Sementara itu, kamera di sisi dalam disebut bisa berada di bawah layar, sehingga tidak langsung terlihat ketika perangkat dibuka.

Pembocor Weibo Instant Digital menambahkan bahwa modul kamera belakang akan disusun horizontal. Modul itu disebut memuat dua lensa, mikrofon di sisi kanan, dan flash, dengan tampilan area hitam yang berbeda dari warna bodi utama.

Di sektor performa, Prosser menyebut perangkat ini akan ditenagai chip Apple A20 Pro, RAM 12 GB, dan modem Apple C2. Modem buatan internal itu diklaim dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan membantu daya tahan baterai.

Kapasitas baterainya juga disebut besar untuk ukuran iPhone. Prosser memperkirakan Apple akan memakai sel baterai high-density dengan kapasitas sekitar 5800 mAh.

Ia juga menambahkan fungsi 5G via satellite pada modem C2. Fitur itu disebut memungkinkan konektivitas tetap berjalan saat pengguna berada di luar jangkauan menara seluler.

Harga premium dan jadwal peluncuran

Soal harga, Ming-Chi Kuo sebelumnya memperkirakan banderol foldable iPhone berada di kisaran $2,000 hingga $2,500. Angka itu menempatkan iPhone Ultra di kelas premium tertinggi dalam jajaran perangkat Apple.

Prosser menyebut perangkat ini akan meluncur pada September 2026 bersama seri iPhone 18. Ia juga menepis rumor soal penundaan, meski untuk saat ini seluruh detail tersebut masih berada di ranah bocoran dan belum dikonfirmasi langsung oleh Apple.

Source: tech.sportskeeda.com
Terbaru