Mau Beli HP Lipat? Biaya Servisnya Bisa Bikin Dua Kali Pikir, Ini Angkanya

Bagi yang tertarik membeli HP lipat, biaya servis perlu masuk daftar pertimbangan utama. Pada perangkat seperti ini, layar fleksibel dan rangka lipat membuat ongkos perbaikan bisa jauh lebih mahal dibanding ponsel biasa.

Gambaran itu terlihat dari daftar harga resmi Vivo untuk X Fold 6 di China. Vivo merilis rincian biaya penggantian suku cadang hanya dua hari setelah perangkat lipat premium itu meluncur pada 26 Juni 2026.

Layar jadi komponen paling mahal

Dari seluruh komponen, layar utama muncul sebagai bagian dengan biaya perbaikan tertinggi. Penggantian layar utama pada Vivo X Fold 6 tercatat sekitar Rp8,54 juta, sedangkan untuk perbaikan pertama pengguna mendapat potongan harga sehingga biayanya turun menjadi sekitar Rp6,41 juta.

Jika kerusakan hanya terjadi pada panel bagian dalam tanpa mengganti seluruh modul, biaya perbaikannya masih berada di kisaran Rp4,29 juta. Di sisi lain, layar luar jauh lebih terjangkau, dengan kaca pelindung luar sekitar Rp675 ribu dan modul layar luar sekitar Rp2,08 juta.

Komponen lain juga tidak murah

Vivo juga menetapkan biaya untuk sejumlah komponen lain. Baterai dipatok sekitar Rp585 ribu, kamera depan sekitar Rp237 ribu, kamera ultra-wide belakang sekitar Rp249 ribu, kamera telefoto periskop sekitar Rp655 ribu, dan kamera utama 200 MP sekitar Rp881 ribu.

Motherboard menjadi komponen paling mahal setelah layar. Biaya penggantiannya berada di rentang Rp8,36 juta hingga Rp11,75 juta, tergantung kapasitas RAM dan penyimpanan perangkat.

KomponenBiaya
Layar utamasekitar Rp8,54 juta
Layar utama, perbaikan pertamasekitar Rp6,41 juta
Panel layar bagian dalamsekitar Rp4,29 juta
Kaca pelindung luarsekitar Rp675 ribu
Modul layar luarsekitar Rp2,08 juta
Bateraisekitar Rp585 ribu
Kamera depansekitar Rp237 ribu
Kamera ultra-wide belakangsekitar Rp249 ribu
Kamera telefoto periskopsekitar Rp655 ribu
Kamera utama 200 MPsekitar Rp881 ribu
Motherboardsekitar Rp8,36 juta–Rp11,75 juta
Jasa servis di luar garansisekitar Rp113 ribu

Kenapa biaya servis HP lipat tinggi

Tingginya biaya servis terjadi karena smartphone lipat memakai teknologi yang lebih rumit. Perangkat foldable tidak hanya mengandalkan panel OLED fleksibel, tetapi juga lapisan Ultra Thin Glass atau UTG, digitizer, perekat khusus, dan mekanisme engsel yang terintegrasi.

Karena itu, kerusakan layar biasanya ditangani dengan penggantian satu modul penuh. Skema ini membuat ongkos servis melesat jauh di atas ponsel konvensional, terutama ketika kerusakan menyentuh bagian dalam layar lipat.

Bukan hanya Vivo, pola biayanya mirip di Indonesia

Di Indonesia, pola yang sama juga terlihat pada layanan perbaikan smartphone lipat. Samsung Indonesia, misalnya, menyediakan estimasi biaya perbaikan melalui situs resminya, dan layar lipat tetap menjadi komponen dengan biaya penggantian paling tinggi.

Besaran biaya memang berbeda untuk tiap model dan jenis kerusakan. Namun, layar utama, engsel, dan motherboard tetap masuk daftar komponen yang paling mahal untuk diperbaiki.

Minat naik, tapi transparansi biaya penting

Meski harga perangkat dan biaya servisnya tinggi, minat terhadap smartphone lipat di Indonesia terus meningkat. Tren global juga menunjukkan perangkat foldable mulai diterima sebagai segmen premium, terutama oleh pengguna yang ingin layar besar dalam bentuk yang tetap ringkas.

Counterpoint Research menyebut peningkatan kualitas engsel, daya tahan layar, dan inovasi desain membuat kepercayaan konsumen membaik dibanding beberapa tahun lalu. Produsen juga terus meningkatkan ketahanan perangkat hingga ratusan ribu kali lipatan untuk meredakan kekhawatiran soal umur pakai layar.

Di Indonesia, Samsung masih menjadi merek yang banyak dipilih karena jaringan layanan purna jual yang luas, garansi resmi, dan ketersediaan suku cadang yang lebih mudah. Dalam konteks itu, daftar harga suku cadang seperti milik Vivo membantu calon pembeli menghitung total biaya kepemilikan sebelum memutuskan membeli HP lipat.

Source: selular.id

Terkait