Apple Naikkan Harga MacBook Dan iPad, Daftar Kenaikannya Bikin Dompet Kaget

Apple kembali mengguncang pasar teknologi dengan menaikkan harga banyak produknya sekaligus, termasuk MacBook, iPad, Apple TV, dan Vision Pro. Langkah ini bukan sekadar penyesuaian kecil, karena Apple menyebut lonjakan biaya komponen terjadi lebih cepat dan lebih besar dari yang pernah dialami sebelumnya.

Dampaknya langsung terasa di sejumlah pasar, termasuk Indonesia. Pada Jumat pagi, harga iPad 11 (2025) sudah naik dari Rp6 juta menjadi Rp7,2 juta, sementara daftar harga global menunjukkan kenaikan yang tersebar di hampir semua lini perangkat utama.

MacBook dan komputer desktop ikut terdampak

Kenaikan paling terasa muncul pada lini MacBook dan desktop kelas atas. MacBook Neo naik dari $599 menjadi $699, MacBook Air 13 inci dari $1.099 menjadi $1.299, dan MacBook Air 15 inci dari $1.299 menjadi $1.499.

Untuk lini MacBook Pro, kenaikannya lebih tinggi. MacBook Pro M5 naik dari $1.699 menjadi $1.999, MacBook Pro M5 Pro dari $2.199 menjadi $2.499, dan MacBook Pro M5 Max dari $3.599 menjadi $4.099.

Di kategori desktop, iMac naik dari $1.299 menjadi $1.499, Mac Studio M4 Max dari $1.999 menjadi $2.499, serta Mac mini M4 Pro dari $1.399 menjadi $1.599. Lonjakan terbesar justru datang dari Mac Studio M3 Ultra, yang naik dari $3.999 menjadi $5.299.

iPad juga naik di hampir semua varian

Apple juga menaikkan harga seluruh lini iPad yang disebutkan dalam daftar terbarunya. iPad dasar naik dari $349 menjadi $449, iPad Air 11 inci dari $599 menjadi $749, dan iPad Air 13 inci dari $749 menjadi $949.

Kenaikan serupa terjadi pada lini Pro. iPad Pro 11 inci naik dari $999 menjadi $1.199, sedangkan iPad Pro 13 inci naik dari $1.299 menjadi $1.499.

Untuk model yang lebih ringkas, iPad mini naik dari $499 menjadi $599. Di Indonesia, efeknya sudah terlihat pada iPad 11 (2025), yang harga Wi-Fi only-nya naik dari Rp6 juta menjadi Rp7,2 juta.

Produk lain ikut terdorong naik

Kenaikan harga tidak berhenti di MacBook dan iPad. Apple TV 4K naik dari $129 menjadi $199, HomePod naik dari $299 menjadi $349, HomePod mini naik dari $99 menjadi $129, dan Vision Pro naik dari $3.499 menjadi $3.699.

Di antara semua produk yang diumumkan, HomePod mini mencatat kenaikan paling ringan secara nominal, yaitu 30 dollar AS. Sebaliknya, Mac Studio M3 Ultra mencatat lonjakan paling tinggi, yakni 1.300 dollar AS.

Apple menyebut biaya komponen jadi pemicu utama

Apple menjelaskan kepada Reuters bahwa harga komponen naik “lebih cepat dan lebih besar” dari yang pernah terjadi sebelumnya. Perusahaan menyoroti lonjakan harga memori, krisis pasokan chip canggih, inflasi global, dan gangguan rantai pasok sebagai faktor utama.

Juru bicara Apple mengatakan perusahaan sudah berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga selama mungkin. Namun, Apple mengaku telah mencapai titik di mana sebagian harga produk harus disesuaikan.

CEO Tim Cook juga menguatkan penjelasan itu dalam wawancara dengan The Wall Street Journal. Ia menyebut situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan karena Apple tidak bisa terus menyerap seluruh beban biaya produksi.

Belum semua lini ikut naik di Indonesia

Meski harga beberapa perangkat sudah berubah, belum semua produk langsung menyesuaikan serempak di pasar Indonesia. Harga MacBook Neo di situs distributor resmi Apple Indonesia belum berubah saat pantauan dilakukan, sehingga ada kemungkinan penyesuaian dilakukan bertahap.

Kondisi ini membuat sebagian konsumen masih melihat perbedaan waktu antara harga global dan harga lokal. Namun, arah pergerakannya tetap sama, yakni menuju harga yang lebih tinggi.

iPhone dan Apple Watch belum naik, tapi tekanan dinilai belum selesai

Saat ini, Apple menegaskan iPhone, Apple Watch, dan AirPods belum ikut mengalami kenaikan harga. Meski begitu, analis menilai gelombang berikutnya masih mungkin terjadi jika tekanan biaya komponen terus berlanjut.

Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, menyebut iPhone tidak akan luput dari penyesuaian harga. Menurutnya, harga iPhone berpotensi naik dalam beberapa bulan ke depan karena memakai komponen premium yang sama, termasuk memori LPDDR5 dan penyimpanan NVMe.

Jika tren biaya terus naik, harga iPhone kelas atas di Indonesia juga berpotensi ikut terdorong lebih tinggi. Kondisi ini membuat keputusan membeli lebih cepat atau menunggu generasi berikutnya menjadi pertimbangan yang makin penting bagi calon pembeli.

Terkait