Huawei Pura 80 Ultra muncul sebagai sorotan terbesar dalam daftar kamera smartphone terbaik dunia versi DXOMARK 2026. Ponsel ini menyalip nama-nama besar seperti iPhone dan Samsung, sekaligus menegaskan bahwa persaingan kamera premium kini makin dipimpin oleh produsen asal China.
DXOMARK menilai perangkat berdasarkan banyak aspek, mulai dari kualitas foto, reproduksi warna, kemampuan zoom, performa malam hari, hingga kualitas video. Hasil terbaru itu menunjukkan bahwa pengguna premium semakin menaruh perhatian pada pengalaman fotografi mobile, bukan sekadar megapiksel atau ukuran sensor.
Huawei Rebut Puncak, Vivo dan Oppo Membayangi
Huawei Pura 80 Ultra menempati posisi pertama dengan skor total 175 poin. Keunggulan utamanya ada pada kemampuan fotografi, dengan skor foto 180 poin dan kamera utama bernilai 184 poin.
Huawei mengandalkan teknologi switchable telephoto lens dan sensor 1 inci Ultra Lighting HDR untuk membantu detail gambar dalam berbagai kondisi pencahayaan. Capaian ini juga menegaskan posisi Huawei sebagai pemain serius di inovasi kamera smartphone, meski masih menghadapi tantangan ekosistem aplikasi global.
Di posisi kedua ada Vivo X300 Pro dengan skor 171 poin. Perangkat ini membawa kamera telefoto 200 MP dengan teknologi Zeiss dan fitur gimbal stabilization untuk membantu video lebih stabil.
Dukungan perekaman 4K 120fps Dolby Vision HDR membuat Vivo X300 Pro semakin kuat di segmen flagship fotografi. Kehadiran fitur stabilisasi dan video canggih juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konten pendek dan vlogging.
Oppo Find X8 Ultra menyusul di posisi ketiga. Kolaborasi dengan Hasselblad kembali menjadi nilai jual utama, sementara DXOMARK memberi skor tinggi pada efek bokeh yang mencapai 175 poin.
Kamera telefoto 200 MP di perangkat ini ikut membantu performa zoom jarak jauh. Oppo pun terus memperkuat identitasnya sebagai merek yang fokus pada fotografi mobile di kelas premium.
Apple Masih Kuat di Video
iPhone 17 Pro berada di posisi keempat dengan skor total 168 poin. Kamera utamanya meraih 175 poin berkat reproduksi warna yang akurat, detail tinggi, dan dynamic range yang luas.
Kekuatan terbesar perangkat ini ada pada sektor video, dengan skor 172 poin. Hasil itu membuat iPhone 17 Pro tetap menjadi salah satu pilihan utama bagi kreator konten profesional.
Posisi ini menunjukkan bahwa Apple masih mempertahankan reputasi kuat dalam perekaman video mobile. Bagi pengguna yang aktif membuat konten untuk media sosial maupun kebutuhan kerja, kemampuan video tetap menjadi pembeda penting.
Vivo, Oppo, dan Xiaomi Lengkapi Persaingan
Vivo X200 Ultra menempati peringkat kelima dengan skor 173 poin untuk foto dan 174 poin pada kamera utama. Kemampuan telefoto perangkat ini juga disebut sangat tinggi, sementara chipset Snapdragon 8 Elite membantu perangkat mencatat skor AnTuTu lebih dari 3,3 juta poin.
Kombinasi performa dan fotografi membuat Vivo X200 Ultra tampil sebagai salah satu flagship paling lengkap. Di sisi lain, Oppo Find X9 Pro berada di posisi keenam dengan skor 166 poin.
Oppo Find X9 Pro disebut memakai kamera telefoto Hasselblad 200 MP dengan kemampuan zoom hingga 120x. Ponsel ini juga membawa perekaman video 4K 120fps Log yang banyak dibutuhkan kreator profesional.
Xiaomi 17 Ultra melengkapi tujuh besar dengan skor 165 poin. Ponsel ini mengandalkan sensor utama 1 inci dan kamera periskop 200 MP.
Xiaomi juga memakai zoom optik mekanis 75 mm hingga 100 mm untuk membantu foto jarak jauh. Skor foto perangkat ini mencapai 170 poin, sementara kemampuan telefoto mendapat nilai 169 poin.
Arah Baru Kamera Smartphone Premium
Fitur Night 3.0 di Xiaomi 17 Ultra membantu meningkatkan kualitas foto malam hari, meski modul kamera yang besar membuat bodinya lebih tebal dibanding sebagian pesaing. Kondisi ini memperlihatkan bahwa inovasi kamera premium masih sering menuntut kompromi pada desain.
Daftar DXOMARK 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam persaingan kamera smartphone. Produsen China makin dominan di posisi teratas, sementara Apple masih bertahan sebagai rujukan utama untuk video, dan pasar flagship kini bergerak ke arah AI, pemrosesan gambar komputasional, serta zoom yang makin canggih.
