Bocoran spesifikasi Galaxy Z Fold 8 mengarah pada satu perubahan besar yang mudah menarik perhatian: bobotnya turun menjadi 201 gram. Angka itu membuat ponsel lipat ini lebih ringan 14 gram dari Galaxy Z Fold 7, bahkan lebih ringan 13 gram dari Galaxy S26 Ultra yang bukan ponsel lipat.
Namun, pengurangan bobot itu tampaknya datang dengan kompromi yang tidak kecil. Sejumlah bocoran justru menunjukkan Galaxy Z Fold 8 standar bisa hadir dengan bodi yang lebih tebal dan sistem kamera belakang yang lebih sederhana dibanding pendahulunya.
Informasi ini muncul dari pembocor Tarun Vats di X dan kemudian ikut diperkuat oleh kebocoran lain yang sejalan. Android Authority menjadi salah satu media yang lebih dulu menyorot daftar spesifikasi tersebut.
Ice Universe juga sempat mempublikasikan dimensi bodi yang sama pada awal bulan. Sementara Ahmed Qwaider membagikan lembar spesifikasi yang nyaris identik sehari sebelumnya, yang kemudian diangkat SamMobile.
Konsistensi dari beberapa sumber itu membuat detail inti seperti dimensi dan bobot terlihat semakin kuat. Ukuran yang berulang muncul adalah 123,9 x 161,4 x 4,5 mm saat dibuka, 123,9 x 81,9 x 9,7 mm saat dilipat, dengan berat 201 gram.
Lebih ringan, tetapi bukan lebih tipis
Di atas kertas, Galaxy Z Fold 8 memang tampak lebih ringan dari generasi sebelumnya. Akan tetapi, bocoran yang sama menunjukkan perangkat ini justru lebih tebal dari Galaxy Z Fold 7.
Saat dibuka, ketebalannya disebut 4,5 mm, naik dari 4,2 mm pada Fold 7. Saat dilipat, ketebalannya menjadi 9,7 mm, dibanding 8,9 mm pada model sebelumnya.
Artinya, Samsung diduga tidak memangkas bobot lewat bodi yang makin tipis. Pengurangan gram tampaknya dicapai lewat perubahan bentuk dan penataan ulang perangkat secara keseluruhan.
Model ini disebut memakai format yang lebih pendek dan lebih lebar. Saat dibuka, panelnya justru lebih lebar daripada tinggi, sesuatu yang belum pernah digunakan pada lini Fold bergaya buku sebelumnya.
Perubahan layar paling mencolok
Bocoran menyebut Galaxy Z Fold 8 membawa layar utama 7,6 inci QHD+ dengan rasio 4:3. Layar penutupnya disebut berukuran 5,5 inci QHD+ dengan rasio 16:10.
Kedua panel itu tetap menggunakan Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz. Namun, ukuran layar utama justru mengecil dari 8,0 inci pada Galaxy Z Fold 7 menjadi 7,6 inci pada model baru ini.
Perbandingan resolusi detail masih belum sepenuhnya jelas. Tarun Vats menyebut keduanya QHD+, tetapi tidak mencantumkan jumlah piksel pasti, sementara penamaan layar Fold 7 sebelumnya menggunakan istilah QXGA+.
Meski begitu, perubahan bentuk layar sudah terlihat lebih jelas dibanding perubahan resolusinya. Rasio 4:3 pada panel utama menandakan Samsung sedang menguji pengalaman pakai yang berbeda dari generasi Fold sebelumnya.
Kompromi besar ada di kamera
Bagian kamera menjadi titik yang paling banyak memicu pertanyaan. Tarun Vats tidak merinci kamera belakang dalam daftar utamanya, tetapi Ahmed Qwaider menyebut model ini hanya membawa kamera utama 50MP f/1.8 dan ultrawide 50MP f/1.9.
Jika bocoran itu akurat, tidak ada kamera telefoto khusus pada Galaxy Z Fold 8 versi standar ini. Itu berarti kemampuan optical zoom berpotensi hilang dari model yang menggantikan Fold 7.
Perubahan itu cukup drastis bila dibandingkan Galaxy Z Fold 7. Model sebelumnya membawa kamera utama 200MP, ultrawide 12MP, dan telefoto 10MP dengan zoom optik 3x.
Karena itu, penurunan bobot tampaknya bukan satu-satunya cerita besar di sini. Galaxy Z Fold 8 justru berpotensi menawarkan paket yang lebih ringan, tetapi dengan kemampuan fotografi yang diturunkan.
Bocoran juga menyebut kamera yang lebih baik kemungkinan disimpan untuk varian yang lebih mahal. Nama yang paling sering muncul untuk model itu adalah Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Performa dan baterai justru naik
Di luar kamera, Galaxy Z Fold 8 disebut tetap membawa spesifikasi kelas atas. Chipset yang dipakai adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, dipadukan dengan RAM 12GB dan opsi penyimpanan 256GB, 512GB, serta 1TB.
Pilihan chipset ini juga sejalan dengan pola yang sebelumnya sudah ramai dibicarakan. Lini Fold 8 disebut tetap memakai Snapdragon di semua varian, sementara Flip 8 dikabarkan akan terbagi antara Snapdragon dan Exynos tergantung wilayah.
Peningkatan lain yang cukup penting terlihat pada baterai dan pengisian daya. Kapasitas baterainya disebut naik menjadi 4.800mAh, bertambah 400mAh dari Galaxy Z Fold 7 yang memakai 4.400mAh.
Untuk pengisian, bocoran mencantumkan Super Fast Charging 2.0 dan Fast Wireless Charging 2.0. Dalam penamaan Samsung, Super Fast Charging 2.0 mengarah ke kecepatan pengisian kabel 45W.
Jika detail ini benar, maka Galaxy Z Fold 8 akan menutup salah satu keluhan lama pada lini Fold. Selama beberapa generasi, ponsel lipat Samsung tertahan di 25W saat model flagship non-lipat sudah lebih dulu melaju ke 45W.
Nama produk masih jadi tanda tanya
Meski spesifikasi inti mulai terlihat, nama final perangkat ini belum sepenuhnya pasti. Sejumlah bocoran menyebutnya sebagai Galaxy Z Fold 8, sementara sebagian lain masih memakai sebutan “Fold 8 Wide” untuk perangkat dengan bentuk pendek dan lebar ini.
Di sisi lain, branding Galaxy Z Fold 8 Ultra sempat muncul dalam listing sertifikasi Bluetooth yang lebih dulu beredar. Itu memunculkan dugaan bahwa Samsung akan memisahkan model standar yang lebih ringan dari varian Ultra dengan kamera lebih lengkap.
Samsung sendiri belum mengonfirmasi nama maupun spesifikasi resmi perangkat tersebut. Acara Unpacked yang disebut-sebut berlangsung pada 22 Juli di London kemungkinan akan menjadi momen ketika seluruh teka-teki ini akhirnya terjawab.
