Cari Film Kini Bisa Lewat Chat, Lumio Ubah WhatsApp dan Instagram Jadi Remote TV

Author: Qoo Media

Mencari film atau serial di TV kini mulai bergeser dari remote ke aplikasi chat. Lumio meluncurkan Project Neo, fitur berbasis AI yang mengubah WhatsApp dan Instagram menjadi pendamping pencarian tontonan di televisi.

Fitur ini sudah tersedia dalam public beta untuk pengguna Lumio Vision TV di India. Fokus utamanya adalah memangkas langkah pencarian yang selama ini terasa lambat saat pengguna harus mengetik judul dengan remote atau berpindah-pindah antar aplikasi streaming.

Project Neo terintegrasi ke dalam aplikasi TLDR milik Lumio. Melalui sistem ini, pengguna bisa mencari film dan acara TV hanya dengan mengirim pesan berbahasa alami lewat WhatsApp atau Instagram.

Pengguna tidak harus mengetik kata kunci yang kaku seperti di kolom pencarian biasa. Mereka bisa menulis dalam bahasa Inggris, Hindi, atau Hinglish sesuai kebiasaan sehari-hari.

Pencarian tontonan dibuat seperti percakapan

Sistem ini mendukung berbagai cara pencarian yang lebih fleksibel. Pengguna bisa mencari berdasarkan judul, nama aktor, sutradara, genre, bahasa, suasana hati, hingga potongan alur cerita yang hanya diingat sebagian.

Pendekatan ini menargetkan kebiasaan nyata saat orang sering kesulitan mengingat detail lengkap sebuah tayangan. Dalam situasi seperti itu, percakapan singkat di aplikasi chat dinilai lebih praktis dibanding menavigasi keyboard virtual di layar TV.

Lumio juga menambahkan fungsi rekomendasi saat pengguna belum tahu ingin menonton apa. Neo dapat menyarankan konten yang sedang tren di berbagai platform streaming yang didukung.

Hal ini membuat fungsinya tidak berhenti di pencarian judul tertentu. Project Neo juga diposisikan sebagai alat penemuan konten lintas layanan, bukan sekadar kotak pencarian biasa.

Instagram ikut jadi pintu masuk ke layar TV

Salah satu bagian paling menonjol dari Project Neo adalah integrasinya dengan Instagram. Saat pengguna menemukan Reel, unggahan, poster film, atau tangkapan layar yang berkaitan dengan film atau serial, materi itu bisa langsung dibagikan ke Neo.

Setelah dibagikan, sistem akan mengidentifikasi konten tersebut. Hasilnya kemudian dikirim ke Lumio Vision TV yang terhubung agar pengguna bisa langsung melanjutkan ke tahap menonton tanpa mencari judul secara manual.

Model ini memperlihatkan perubahan penting dalam cara orang menemukan tontonan. Rekomendasi tidak lagi hanya datang dari halaman beranda aplikasi streaming, tetapi juga dari arus konten di media sosial yang setiap hari dilihat pengguna.

Lumio menilai kebiasaan berbagi rekomendasi lewat chat dan media sosial sudah lebih dulu terbentuk. Karena itu, perusahaan memilih memanfaatkan platform yang sudah akrab dipakai pengguna, alih-alih membuat aplikasi terpisah yang mengharuskan kebiasaan baru.

Menjembatani obrolan, rekomendasi, dan aksi menonton

Menurut Lumio, Project Neo dirancang untuk menjembatani jarak antara menemukan rekomendasi dari percakapan atau media sosial dengan benar-benar memutarnya di televisi. Di banyak kasus, dua aktivitas itu masih terpisah dan membuat proses menonton terputus.

Seseorang bisa saja melihat potongan adegan di Instagram atau menerima saran film di WhatsApp, tetapi tetap harus membuka TV, mengetik ulang judul, lalu mencarinya di beberapa aplikasi. Project Neo mencoba menghapus langkah perantara itu dengan membawa konteks percakapan langsung ke layar TV.

Strategi ini juga menunjukkan arah baru dalam pengalaman TV pintar. Alih-alih menjadikan televisi sebagai perangkat yang berdiri sendiri, Lumio justru menempatkannya sebagai bagian dari ekosistem aplikasi yang sudah rutin digunakan di ponsel.

Bagi pengguna, dampak paling terasa ada pada kemudahan dan kecepatan. Interaksi yang sebelumnya bergantung pada remote kini dipindahkan ke aplikasi yang lebih familiar dan nyaman untuk menulis atau berbagi tautan visual.

Masih beta, tetapi sudah mulai digulirkan

Lumio telah memulai rollout Project Neo dalam tahap public beta untuk pengguna Vision TV di seluruh India. Status beta ini menandakan pengalaman pengguna masih akan terus disempurnakan.

Perusahaan menyebut platform tersebut akan terus berkembang berdasarkan masukan pengguna. Pengembangan lanjutan juga diarahkan untuk memperluas kemampuan sistem seiring evaluasi terhadap cara orang memakai fitur ini dalam penggunaan sehari-hari.

Untuk saat ini, posisi Project Neo masih sebagai eksperimen yang cukup ambisius dalam penemuan konten TV. Namun ide dasarnya sudah jelas, yaitu memindahkan proses mencari tontonan dari remote ke ruang percakapan digital yang selama ini lebih dulu menjadi tempat orang berbagi rekomendasi.

Source: www.gizmochina.com
Terbaru