Kenapa Kamera Ultrawide HP Jarang Pakai OIS, Ternyata Efeknya Memang Kecil

Kamera ultrawide di HP jarang memakai OIS bukan karena fiturnya kurang penting. Justru, karakter lensa ultrawide membuat sistem stabilisasi optik itu sering tidak memberi manfaat sebesar pada kamera utama atau telephoto.

Sudut pandang yang sangat lebar sudah membantu gambar terlihat lebih stabil. Karena itu, produsen biasanya menilai tambahan OIS di kamera ultrawide tidak terlalu terasa hasilnya, sementara biaya produksinya tetap tinggi.

Mengapa OIS lebih sering hadir di kamera utama dan telephoto

Dedy Irvan dari JagatReview menjelaskan bahwa kamera ultrawide sejatinya tidak memerlukan OIS. Lensa dengan sudut pandang lebar memang lebih tahan terhadap guncangan kecil dibanding lensa yang sudut pandangnya sempit.

OIS lebih optimal saat dipasang pada lensa yang lebih panjang. Kamera utama dan telephoto memakai karakter itu, sehingga stabilisasi mekanik memberi dampak yang lebih jelas pada foto low light dan video.

OIS sendiri adalah sistem stabilisasi motorik berbasis hardware. Karena melibatkan komponen fisik, biaya untuk memasangnya juga lebih besar dibandingkan memakai kamera tanpa stabilisasi optik.

Fungsi ultrawide memang berbeda

Kamera ultrawide dipakai untuk menangkap bidang pandang yang lebih luas. Android Authority menyebut sudut pandang kamera ultrawide bisa sangat beragam dan bahkan mencapai 120°, sedangkan kamera utama biasanya sekitar 85°.

Karakter itu membuat kamera ultrawide cocok untuk memotret pemandangan dan foto ramai-ramai. Dalam situasi seperti ini, keunggulan utamanya ada pada keluasan tangkapan, bukan pada penguatan stabilisasi optik.

Pada sejumlah HP, kamera ultrawide juga memiliki autofokus. Fitur itu membuatnya bisa berfungsi sebagai kamera macro, sehingga objek bisa dipotret dari jarak sangat dekat tanpa kehilangan fokus.

Spesifikasi ultrawide biasanya lebih sederhana

Dari sisi spesifikasi, kamera ultrawide umumnya punya resolusi yang lebih kecil. Angkanya sering berada di kisaran 8, 12, atau 50 MP, sementara kamera utama atau telephoto bisa mencapai 108 hingga 200 MP.

Ukuran sensornya juga biasanya lebih kecil. Selain itu, aperture kamera ultrawide umumnya lebih kecil dibanding kamera utama, sehingga karakter kerjanya memang tidak disetel untuk menyaingi kamera utama dalam semua aspek.

Kombinasi sudut lebar, sensor yang lebih kecil, dan fokus penggunaan yang berbeda membuat OIS di ultrawide tidak selalu dianggap prioritas. Produsen cenderung mengalokasikan biaya dan ruang hardware ke kamera yang dampaknya lebih besar bagi hasil akhir.

Tetap ada pengecualian di kelas tertentu

Meski jarang, bukan berarti tidak ada HP yang memakai OIS di kamera ultrawide. GSMArena mencatat vivo X200 Ultra dan vivo X300 Ultra sebagai dua perangkat yang membawa OIS di kamera ultrawide.

Pada dua model itu, OIS dipakai untuk memaksimalkan stabilisasi dan hasil foto di berbagai kondisi. Spesifikasinya juga tergolong tinggi, dengan aperture f/2.0, resolusi 50 MP, sudut pandang 116°, dan lensa besar berukuran 1/1.28 inci.

Keberadaan OIS di ultrawide menunjukkan bahwa teknologi ini tetap mungkin diterapkan jika pabrikan ingin mengejar hasil terbaik. Namun pada kebanyakan HP, kebutuhan teknis dan pertimbangan biaya membuat kamera ultrawide tetap hadir tanpa OIS.

Source: www.idntimes.com

Terkait