Keputihan umumnya merupakan kondisi normal yang dialami hampir semua perempuan. Kondisi ini juga menjadi cara alami tubuh menjaga kebersihan dan kelembapan organ intim.
Masalah muncul saat keputihan berlangsung terus-menerus, disertai perubahan warna, bau tidak sedap, gatal, nyeri, atau perdarahan. Dalam situasi seperti itu, keputihan bisa menjadi tanda infeksi atau gangguan kesehatan yang perlu perhatian medis.
Langkah alami yang bisa membantu
Salah satu cara yang kerap disarankan adalah mengonsumsi yogurt tanpa tambahan gula. Produk ini mengandung probiotik, terutama bakteri Lactobacillus, yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota tubuh.
The New York Times menyebut konsumsi probiotik dapat membantu mempertahankan populasi bakteri baik di vagina. Dampaknya, risiko infeksi jamur atau bakteri yang memicu keputihan tidak normal bisa ikut menurun.
Meski begitu, yogurt bukan pengobatan utama. Perannya lebih tepat sebagai bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan organ intim.
Bahan herbal dan penggunaannya
Daun sirih juga sering dipakai sebagai bahan herbal tradisional. Kandungan fenol dan eugenol di dalamnya dikenal memiliki sifat antimikroba.
Cara yang umum dilakukan adalah merebus daun sirih lalu memakai air rebusannya untuk membilas area luar organ intim. Namun, penggunaan ini tidak disarankan terlalu sering karena bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina.
Minyak kelapa murni menjadi opsi lain yang disebut dapat membantu meredakan rasa kering atau iritasi ringan di kulit sekitar area luar organ intim. Cleveland Clinic menjelaskan minyak ini mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan antijamur.
Pemakaiannya tetap harus hati-hati. Minyak kelapa tidak dianjurkan dimasukkan ke dalam vagina dan tidak bisa menggantikan pengobatan medis bila keputihan disebabkan infeksi.
Kebiasaan harian yang penting dijaga
Kebersihan area kewanitaan berperan besar dalam mencegah keputihan tidak normal. Langkah sederhana seperti mengganti celana dalam setiap hari, memilih bahan katun yang menyerap keringat, dan menghindari celana terlalu ketat dalam waktu lama bisa membantu.
Setelah buang air, area intim juga perlu dibersihkan dari arah depan ke belakang. Kebiasaan ini membantu mencegah perpindahan bakteri dari area anus ke vagina.
Penggunaan sabun berpewangi, douching, dan pembalut berparfum sebaiknya dihindari. Produk seperti ini dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina.
American College of Obstetricians and Gynecologists atau ACOG menyebut vagina memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Karena itu, pembersih khusus dan douching tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
Perhatikan asupan harian
Asupan gula juga perlu dibatasi. Cleveland Clinic menyebut konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur Candida, salah satu penyebab umum keputihan akibat infeksi jamur.
Sebagai gantinya, pola makan dapat diperbaiki dengan memperbanyak sayur, buah, protein, dan air putih. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh serta mendukung kesehatan reproduksi.
Jika keputihan tak kunjung hilang, apalagi disertai bau menyengat, warna kehijauan atau kekuningan, gatal hebat, nyeri, atau perdarahan, pemeriksaan dokter perlu segera dilakukan. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi yang membutuhkan penanganan medis.
Source: www.beautynesia.id






