Persaingan HP murah pada 2025 makin ketat, terutama di rentang harga Rp1-2 jutaan. Di kelas ini, produsen tidak lagi hanya menjual perangkat untuk kebutuhan dasar, tetapi juga menawarkan layar cepat, baterai besar, dan memori lega untuk kerja ringan, belajar, hingga hiburan.
Perubahan itu membuat konsumen punya lebih banyak pilihan tanpa harus naik ke kelas harga yang lebih tinggi. Dari Samsung hingga iQOO, sejumlah model yang beredar saat ini menunjukkan bahwa segmen entry-level mulai bergerak ke arah pengalaman pakai yang lebih lengkap.
Xiaomi Redmi 15C dan Samsung Galaxy A07
Xiaomi Redmi 15C hadir dengan layar 6,9 inci berrefresh rate 120Hz dan prosesor MediaTek Helio G81 Ultra octa-core yang dipasangkan GPU Mali-G52. Varian memorinya tersedia dalam RAM 6GB dengan penyimpanan 128GB, serta RAM 8GB dengan memori internal 256GB.
Daya tarik lain ada pada baterai 6.000mAh dengan pengisian cepat 33W, sementara harga yang disebut berada di kisaran Rp1.598.000. Samsung Galaxy A07 berada di harga Rp1.399.000 dengan MediaTek Helio G99, RAM 4GB, dan penyimpanan 64GB.
Galaxy A07 memakai panel PLS LCD Infinity Display 6,7 inci dengan refresh rate 90Hz. Bodinya juga dibuat tipis, sekitar 7,6 mm, dengan bobot 189 gram sehingga tetap nyaman dipakai harian.
Infinix menyasar nilai jual paling tinggi
Infinix masih mengandalkan strategi value for money lewat model yang memakai Helio G81 Ultimate, RAM 8GB yang bisa diperluas hingga 16GB, dan penyimpanan 256GB. Layarnya berukuran 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 700 nits.
Bagian kamera membawa sensor utama 50MP dan kamera depan 8MP, lalu didukung baterai 5.160mAh dengan pengisian cepat 45W. Perangkat ini juga disebut mendukung perekaman video hingga 2K, NFC, serta slot microSD sampai 1TB dengan harga sekitar Rp1.799.000.
Untuk pengguna yang ingin lebih hemat, Infinix Smart 10 hadir sebagai opsi paling murah di daftar ini. Ponsel itu dibekali chipset T7250, sistem operasi XOS 15 berbasis Android 15, RAM 4GB yang dapat diperluas menjadi 8GB, dan memori internal 64GB.
Layar 6,67 inci 120Hz menjadi nilai penting karena jarang ditemui di harga Rp1.099.000. Selain itu, ada baterai 5.000mAh, pengisian daya 15W, kamera depan dan belakang 8MP, serta dukungan kartu memori eksternal hingga 2TB.
iQOO Z10 Lite membawa spesifikasi lebih tinggi
iQOO Z10 Lite tampil menonjol lewat layar AMOLED 6,67 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.800 nits. Di sektor performa, perangkat ini menggunakan Snapdragon 685 dengan GPU Adreno 610.
Kapasitas baterainya mencapai 6.000mAh dan sudah didukung pengisian cepat 44W serta bypass charging. Harga yang disebut berada di sekitar Rp2.499.000, lebih tinggi dari sebagian pesaingnya tetapi masih relevan untuk kelas terjangkau.
Di bagian fotografi, iQOO menempatkan kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX, lalu melengkapi perangkat dengan NFC serta sertifikasi ketahanan IP68 dan IP69. Kombinasi layar AMOLED, baterai besar, dan fitur tahan air membuat model ini terlihat lebih mendekati karakter smartphone kelas menengah.
Sejumlah informasi tentang ponsel-ponsel tersebut masih berasal dari laporan awal dan video rekomendasi yang beredar. Karena itu, calon pembeli tetap perlu mengecek spesifikasi resmi dan harga di tiap wilayah sebelum memutuskan membeli.
Melihat arah pasar, HP murah pada 2025 semakin menekankan kenyamanan penggunaan harian ketimbang sekadar angka spesifikasi. Layar 120Hz, baterai besar, pengisian cepat, dan penyimpanan luas kini mulai menjadi paket yang paling dicari di kelas Rp1 jutaan hingga Rp2 jutaan.







