Banyak fitur Google di Android terlihat gratis karena sudah tertanam langsung di aplikasi yang dipakai sehari-hari. Namun, untuk memakainya secara penuh, pengguna sering harus berlangganan paket bulanan Google.
Situasi ini tidak selalu langsung terasa, apalagi bagi pembeli Pixel baru yang kerap mendapat langganan gratis untuk waktu terbatas. Saat masa itu habis, fitur yang semula tampak biasa bisa berubah menjadi layanan berbayar yang meminta biaya mulai dari $4.99 per bulan atau lebih.
Audio generasi di Google Docs
Google Docs di ponsel sudah lama dipakai sebagai editor dokumen gratis yang praktis. Sekarang, aplikasi itu juga punya kemampuan membuat audio dari isi dokumen untuk membantu pengguna mendengarkan teks yang mereka tulis.
Fitur ini pertama kali hadir di NotebookLM sebelum dibawa ke Google Docs. Meski menarik, kemampuan tersebut bergantung pada Gemini for Workspace dan karena itu masuk ke dalam paket berlangganan.
Untuk mengaksesnya, pengguna memerlukan Google AI Plus atau lebih tinggi, yang dimulai dari $4.99 per bulan. Paket itu memang memberi lebih banyak manfaat, termasuk 400GB penyimpanan Google Drive dan batas penggunaan Gemini yang lebih besar, tetapi akses audio generasi tetap terasa seperti fitur premium yang dipisahkan dari pengalaman dasar Docs.
Magic Editor di Google Photos
Google Photos juga menyimpan salah satu fitur AI yang paling mencolok di Android. Magic Eraser sempat menjadi sorotan sebagai salah satu alat AI awal di ponsel Android karena bisa menghapus orang, benda, dan elemen lain yang tidak diinginkan dari foto.
Google lalu melangkah lebih jauh lewat Magic Editor, yang menawarkan pengeditan lebih kompleks. Pengguna bisa memindahkan bagian gambar, mengubah susunan visual, bahkan “membayangkan ulang” foto lewat alat ini.
Fitur dasarnya bisa dipakai tanpa biaya, tetapi ada batas yang cukup cepat terasa. Saat digunakan gratis, pengguna hanya mendapat 10 penyimpanan Magic Editor per bulan, sementara penggunaan yang lebih leluasa membutuhkan langganan salah satu paket AI Google.
Bagi orang yang sering mengedit banyak foto, batas itu bisa menjadi penghalang. Google memang disebut terus mengubah batasan untuk Gemini, tetapi untuk saat ini akses penuh ke Magic Editor masih terkait dengan langganan bulanan.
Penataan file otomatis di Google Drive
Google Drive sudah menjadi tempat penyimpanan online yang mudah diakses, apalagi setiap akun Gmail mendapat 15GB penyimpanan cloud gratis saat akun dibuat. Masalahnya, file bisa cepat menumpuk dan berantakan jika tidak dikelola dengan baik.
Google kemudian menambahkan kemampuan berbasis Gemini untuk membantu mengatur file secara otomatis. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat folder baru, memindahkan file, dan melakukan pengelompokan lain tanpa harus mengerjakannya satu per satu.
Kemampuan itu hadir pada pertengahan 2026 dan sangat berguna untuk orang yang menyimpan banyak dokumen di Drive. Meski begitu, fitur tersebut terkunci bagi pengguna yang tidak berlangganan paket AI Google, dan akses penuh kembali mengarah ke Google AI Plus seharga $4.99 per bulan atau lebih.
Pengguna bisnis dan enterprise memang bisa mendapat akses, tetapi pengaturannya bergantung pada administrator. Artinya, tidak semua akun di ekosistem kerja otomatis bisa menikmati fitur ini secara bebas.
Daily Brief di Gemini
Gemini juga punya fitur ringkasan harian yang dibuat untuk menyederhanakan informasi penting. Daily Brief mengumpulkan topik berita, detail yang relevan, aktivitas kalender, serta informasi lain berdasarkan profil Gemini Intelligence pengguna.
Google menjelaskan bahwa sistem itu memanfaatkan data dari berbagai alat Google untuk memahami siapa pengguna dan dengan siapa mereka berinteraksi. Hasilnya muncul sebagai posting harian yang dirancang agar pengguna tidak perlu mencari sendiri di pesan, email, dan kalender.
Bagi sebagian orang, fitur ini bisa sangat praktis karena semua informasi penting disajikan dalam satu tempat. Namun, untuk menikmati seluruh kemampuannya, pengguna tetap membutuhkan Google AI Plus atau paket yang lebih tinggi.
Fitur-fitur seperti ini menunjukkan bahwa sebagian kemampuan paling menarik di Android bukan lagi sekadar bawaan gratis. Banyak di antaranya kini menjadi bagian dari ekosistem berlangganan Google, sehingga pengguna perlu lebih jeli membedakan mana fitur dasar dan mana yang baru terbuka setelah membayar.







