LPCRPM PWM Jawa Timur memperkuat konsolidasi organisasi lewat Regional Meeting Cluster Pantura yang digelar di Aula Perguruan Muhammadiyah Cendoro, Palang, Tuban, Ahad (5/7/2026). Forum ini menempatkan cabang, ranting, dan masjid sebagai satu ekosistem dakwah yang saling terhubung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah LPCRPM PWM Jawa Timur untuk membangun pengembangan berbasis kawasan. Fokusnya bukan hanya pembinaan cabang dan ranting, tetapi juga penguatan tata kelola masjid sebagai pusat gerakan persyarikatan.
Sekitar 250 peserta hadir dalam pertemuan ini. Mereka berasal dari pengurus LPCRPM PDM dan PCM se-Klaster Pantura yang mencakup Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.
Forum berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.45 WIB. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur, Firman Susanto Noor.
Sebelum agenda utama dimulai, peserta disambut penampilan musik angklung dari siswa-siswi SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban. Suasana pembukaan itu memberi warna hangat dan menegaskan semangat kebersamaan antarwilayah.
Sekretaris LPCRPM PWM Jawa Timur, Imam Ghozali, menyebut pertemuan di Tuban merupakan kelanjutan dari Regional Meeting serupa yang sebelumnya digelar di Gresik pada akhir April. Ia menekankan adanya pengembangan substansi dalam forum kali ini.
Menurut Imam, pertemuan sebelumnya lebih menitikberatkan pada pengembangan cabang dan ranting. Di Tuban, pembahasan diperluas dengan memasukkan pembinaan masjid sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan dakwah Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa cabang, ranting, dan masjid merupakan satu kesatuan ekosistem dakwah. Penguatan tiga pilar itu dinilai penting agar Muhammadiyah semakin kokoh, adaptif, dan mampu menjawab tantangan dakwah di tingkat akar rumput.
Regional Meeting Cluster Pantura juga menjadi implementasi pendekatan pengembangan berbasis klaster yang dijalankan LPCRPM PWM Jawa Timur. Daerah-daerah dengan karakteristik serupa dihimpun dalam satu forum untuk membangun sinergi yang lebih efektif.
Selain konsolidasi, forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah dalam mengembangkan cabang dan ranting. Para peserta juga didorong menyusun program kolaboratif yang bisa dijalankan lintas daerah di kawasan Pantura Jawa Timur.
Dimensi digital juga mendapat perhatian dalam forum tersebut. Peserta memperoleh pelatihan penggunaan dua sistem informasi strategis Muhammadiyah, yakni Sicara dan Simasmuh.
Sicara atau Sistem Informasi Cabang dan Ranting serta Simasmuh atau Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah diharapkan menjadi instrumen utama untuk membangun basis data yang akurat, terintegrasi, dan terdokumentasi sistematis. Data yang valid dinilai penting untuk mendukung perencanaan program, monitoring, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan di seluruh tingkatan persyarikatan.
Melalui forum ini, LPCRPM PWM Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat kultur kolaborasi, meningkatkan kapasitas organisasi, dan mendorong transformasi digital. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang modern, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Source: pwmu.co






