Kamera Stabil Tak Lagi Mahal, 8 HP OIS Rp4 Jutaan Ini Bikin Kelas Menengah Makin Serius

Persaingan smartphone kelas menengah pada 2026 semakin menonjol di sektor kamera. Di kisaran harga Rp4 jutaan, OIS kini bukan lagi fitur yang terasa mewah, tetapi sudah menjadi salah satu alasan utama konsumen memilih ponsel.

Perubahan ini penting bagi pengguna yang aktif membuat konten, merekam momen harian, atau sekadar ingin hasil foto yang lebih stabil. Di kelas harga ini, produsen juga mulai mengejar kualitas hasil nyata, bukan hanya angka megapiksel besar.

OIS jadi pembeda utama di kelas Rp4 jutaan

Optical Image Stabilization membantu kamera menghasilkan foto lebih tajam dan video lebih stabil saat tangan bergerak. Karena itu, fitur ini sangat berguna untuk pemotretan malam, perekaman sambil berjalan, hingga konten media sosial yang butuh hasil rapi tanpa banyak alat tambahan.

Mengutip rangkuman informasi dari video kanal YouTube Denzo Pro yang dikompilasi sejumlah media teknologi, ada delapan smartphone dengan kamera OIS yang layak dipertimbangkan di kisaran harga tersebut. Sejumlah model bahkan sudah menawarkan perekaman 4K, sesuatu yang dulu lebih sering muncul di kelas flagship.

Motorola unggul di video stabil

Motorola G86 Power 5G hadir dengan kamera utama 50 MP, dual pixel PDAF, dan OIS. Kamera ultrawide 8 MP-nya juga mendukung autofokus sehingga bisa dipakai sebagai kamera makro.

Untuk video, kamera belakangnya mampu merekam hingga 4K 60 fps, sementara kamera depan mendukung 4K 30 fps. Baik kamera depan maupun belakang juga sudah dibekali EIS, sehingga perangkat ini menarik untuk kreator yang butuh rekaman stabil tanpa gimbal.

Motorola Edge 60 Fusion 5G juga masuk daftar menarik. Ponsel ini memakai sensor Sony IMX896 berukuran 1/1,56 inci pada kamera utama 50 MP, lengkap dengan multidirectional PDAF dan OIS.

Kamera ultrawide 13 MP pada perangkat ini juga mendukung autofokus dan dapat difungsikan sebagai kamera makro. Ukuran sensor yang besar biasanya memberi keuntungan saat menangkap cahaya, terutama untuk foto malam atau kondisi pencahayaan yang menantang.

Redmi mengandalkan resolusi tinggi dan fitur AI

Redmi Note 14 Pro 5G membawa kamera utama 200 MP dengan sensor Samsung ISOCELL HP3, PDAF, dan OIS. Perekaman videonya mendukung 4K 30 fps dengan kombinasi OIS dan EIS agar hasil tetap stabil.

Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan fitur AI seperti AI Beauty, AI Erase, dan AI Sky. Kombinasi sensor beresolusi tinggi dan fitur kecerdasan buatan membuat proses pengambilan foto terasa lebih praktis untuk pengguna yang ingin hasil menarik tanpa banyak penyuntingan.

Redmi Note 15 5G menawarkan kamera utama 108 MP dengan OIS. Perangkat ini diklaim tetap dapat menghasilkan foto tajam saat pembesaran hingga tiga kali, selama pencahayaan memadai.

Resolusi video maksimalnya mencapai 4K 30 fps, sedangkan kamera depan 20 MP mendukung swafoto dan panggilan video. OIS di kamera utama menjadi nilai penting saat kondisi cahaya kurang baik atau tangan tidak stabil.

Samsung menambah opsi stabilisasi di lini menengah

Samsung Galaxy A36 5G membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, ditemani kamera ultrawide 8 MP dan kamera makro 5 MP. Kamera depan 12 MP pada perangkat ini juga didukung EIS, sementara video dapat direkam hingga 4K 30 fps dan 1080p hingga 60 fps.

Samsung selama ini dikenal konsisten menjaga hasil pemrosesan gambar agar terlihat natural. Kombinasi OIS dan optimasi perangkat lunak menjadi daya tarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan hasil siap unggah.

Samsung Galaxy A26 5G juga disebut menawarkan kamera utama dengan OIS di kelas harga menengah. Meski rincian spesifikasinya belum dijelaskan lengkap, kehadiran OIS menunjukkan Samsung terus memperluas stabilisasi optik ke lini yang lebih terjangkau.

Infinix dan satu model lain ikut meramaikan daftar

Infinix Note 60 Pro 5G membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 8 MP, dan kamera depan 13 MP. Peningkatan yang menonjol ada pada kemampuan merekam video 4K 30 fps, baik dari kamera depan maupun belakang.

Bagi pengguna yang aktif di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts, kemampuan ini memberi ruang lebih besar untuk membuat konten berkualitas tanpa harus naik ke ponsel premium. Selain itu, daftar delapan perangkat yang disebut juga mencantumkan Vivo iQOO Z11, meski rincian spesifikasinya belum dipaparkan lengkap.

Dengan makin banyaknya model Rp4 jutaan yang membawa OIS, persaingan smartphone menengah kini bergeser ke kualitas kamera yang benar-benar terasa dalam pemakaian harian. Fitur stabilisasi optik yang dulu identik dengan kelas atas perlahan berubah menjadi standar baru yang dicari konsumen.

Terkait