Infinix AI Glasses hadir sebagai kacamata pintar yang menawarkan fungsi lebih dari sekadar aksesori. Salah satu fitur yang paling menonjol ialah kemampuan menerjemahkan 169 bahasa secara realtime, sebuah fitur yang langsung menempatkannya sebagai perangkat wearable yang menarik untuk mobilitas harian.
Daya tariknya bukan hanya pada AI, tetapi juga pada harga. Infinix membanderol perangkat ini di kisaran Rp 1 jutaan, tepatnya Rp 1.999.000, sehingga membuka peluang bagi lebih banyak pengguna untuk menjajal kacamata pintar dengan fitur terjemahan, perekaman, dan audio.
Fitur AI yang jadi sorotan
Fungsi penerjemahan pada Infinix AI Glasses tidak bekerja langsung di lensa. Fitur pintarnya ditempatkan pada bagian tangkai, lalu terhubung dengan ponsel dan aplikasi AI Mate untuk memproses percakapan.
Skemanya cukup jelas. Ucapan lawan bicara direkam lebih dulu, kemudian seluruh kalimat masuk ke aplikasi AI Mate dan diterjemahkan di ruang percakapan yang sama.
Pengguna lalu dapat membalas dengan merekam suara sendiri lewat aplikasi. Setelah itu, AI akan menerjemahkan balasan tersebut ke bahasa lawan bicara, lalu hasilnya bisa ditunjukkan dalam bentuk tulisan di ponsel atau disampaikan dalam bentuk suara.
Mekanisme ini membuat Infinix AI Glasses lebih tepat diposisikan sebagai perangkat pendamping komunikasi lintas bahasa. Fungsinya terasa relevan untuk pengguna yang sering berada di lingkungan dengan dominasi bahasa asing atau membutuhkan bantuan cepat saat berinteraksi.
Selain penerjemahan, ada fitur perekam suara yang juga cukup berguna. Rekaman yang dibuat nantinya dikonversi menjadi teks, dan hasilnya bisa diakses lewat aplikasi AI Mate.
Fitur transkripsi ini memberi nilai tambah yang praktis. Dalam situasi seperti diskusi atau pertemuan, pengguna tidak perlu mencatat semua pembahasan secara manual karena suara dapat diubah menjadi teks.
Bukan cuma penerjemah, juga untuk musik dan panggilan
Infinix AI Glasses juga mendukung fungsi hiburan dan komunikasi dasar. Kacamata ini bisa dipakai untuk mendengarkan musik, menerima telepon, dan merekam suara.
Pengujian yang dilakukan detikINET menunjukkan kualitas suara di dalam dan luar ruangan tergolong baik. Dukungan ENC Noise Reduction membantu suara terdengar jernih dan nyaman didengar, meski karakter bass disebut tidak terlalu terasa.
Dalam kondisi bergerak, hasilnya masih cukup layak. Saat dipakai sambil mengendarai sepeda motor, kacamata ini tetap terasa nyaman meski sisi kiri dan kanan tertekan oleh helm.
Namun ada batas yang perlu dicatat. Ketika berpapasan dengan kendaraan lain atau saat suara mesin di sekitar terlalu kencang, musik tidak terdengar terlalu jelas walaupun volume sudah diatur maksimal.
Temuan itu menegaskan bahwa perangkat ini lebih cocok untuk penggunaan kasual dibanding skenario dengan gangguan suara tinggi. Untuk panggilan dan pemakaian sehari-hari di lingkungan normal, kemampuannya masih tergolong memadai.
Desain elegan dengan tiga pilihan frame
Dari sisi tampilan, Infinix AI Glasses datang dengan pendekatan yang cukup menarik. Dalam satu kotak penjualan, pengguna mendapat tiga pilihan frame dengan desain yang berbeda.
Frame utama bernama Riviera mengusung model vintage dengan bentuk sedikit oval. Frame kedua masih membawa gaya klasik, tetapi ukurannya dibuat lebih kecil.
Satu frame lain tampil lebih sporty namun tetap kasual. Ukurannya juga lebih kecil dibanding model Riviera dan Horizon, sehingga memberi fleksibilitas bagi pengguna untuk menyesuaikan gaya.
Konsep ini membuat Infinix tidak hanya menjual teknologi, tetapi juga penyesuaian tampilan. Tangkai kacamatanya hanya satu pasang, sementara frame dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan.
Material tangkai menggunakan plastik berkualitas dengan salah satu ujung berbahan baja tahan karat. Bagian baja ini berfungsi sebagai pengait antara tangkai dan frame, sedangkan ujung lainnya dibekali magnet untuk terhubung ke alat pengisi daya.
Secara umum, kesan visual yang ditawarkan adalah elegan. Warna hitam, material yang terasa kokoh, serta bentuk frame yang tidak terkesan murahan menjadi nilai tambah untuk perangkat yang dipakai di ruang publik.
Cara menghubungkan ke ponsel
Proses menghubungkan Infinix AI Glasses ke ponsel dibuat sederhana. Pengguna lebih dulu perlu memastikan baterai kacamata terisi penuh, lalu mengenakannya sampai terdengar suara “power on”.
Setelah itu, perangkat akan memberi tanda siap dipasangkan lewat suara “pairing”. Kacamata kemudian disambungkan ke ponsel Infinix melalui Bluetooth hingga muncul suara “connected”.
Langkah berikutnya dilakukan dari ponsel. Pengguna masuk ke aplikasi Infinix Mate atau menggulir layar ke sisi kanan, lalu memilih logo kacamata untuk masuk ke Joy Connect.
Dari sana, pengguna memilih Infinix AI Glasses dan membuka menu fitur tambahan. Setelah terhubung, berbagai fungsi seperti terjemahan, perekaman, dan fitur pintar lain bisa mulai digunakan.
Baterai dan pengisian
Untuk daya, Infinix AI Glasses dibekali baterai 110 mAh x 2. Dalam pengujian detikINET untuk mendengarkan musik yang diselingi menonton video YouTube, perangkat ini mampu bertahan lebih dari 10 jam.
Saat baterai habis, waktu pengisian ulang juga tidak terlalu lama. Pengisian sampai penuh disebut memakan waktu sekitar satu jam, lalu perangkat kembali bisa dipakai selama berjam-jam.
Kombinasi daya tahan itu membuat perangkat ini cukup masuk akal untuk pemakaian harian. Dengan fitur terjemahan 169 bahasa, transkripsi suara, audio, tiga frame dalam satu paket, dan harga Rp 1.999.000, Infinix AI Glasses mencoba memadukan fungsi AI dengan bentuk kacamata yang tetap nyaman dipakai di luar ruangan.
Source: inet.detik.com






