Samsung Galaxy S26 Ultra diuji langsung di situasi yang menantang, yakni konser EXO di Jakarta, dengan merekam dua lagu penuh dalam resolusi 4K. Hasilnya menjadi gambaran konkret tentang kemampuan kamera ponsel flagship ini saat menghadapi panggung yang jauh dan pencahayaan yang terus berubah.
Dua lagu yang direkam adalah “Love Shot” dan “The Eve”, lalu diunggah apa adanya ke YouTube tanpa proses penyuntingan. Pendekatan ini membuat hasil video lebih relevan sebagai acuan pengguna yang ingin melihat performa kamera dalam kondisi nyata, bukan hasil yang sudah dipoles.
Pengujian dilakukan dari Horizon Box 1 Indonesia Arena yang berada di tribun tier 1 paling atas. Posisi ini membuat jarak ke panggung cukup jauh, sehingga kemampuan zoom dan ketajaman video menjadi faktor yang paling menentukan.
Untuk merekam dua lagu tersebut, perangkat memakai kamera bawaan Galaxy S26 Ultra tanpa aksesori tambahan seperti lensa telekonverter. Kamera yang digunakan mencakup kamera utama 200 MP serta dua kamera telefoto yang mendukung pembesaran hingga 25x.
Kondisi konser menjadi skenario yang penting untuk diuji karena pencahayaan panggung sangat dinamis. Dalam situasi seperti ini, kualitas perekaman video tidak hanya bergantung pada resolusi, tetapi juga pada bagaimana kamera menangkap detail dari subjek yang bergerak dan berada jauh dari posisi penonton.
KompasTekno menempatkan hasil fancam ini sebagai tolok ukur praktis bagi calon pengguna yang penasaran dengan kemampuan kamera Galaxy S26 Ultra. Karena video diunggah tanpa editing, penonton bisa menilai langsung hasil perekaman dari warna, detail, hingga jangkauan zoom yang dipakai selama konser berlangsung.
Untuk pengalaman menonton yang maksimal, video disarankan diputar di resolusi 4K atau 2160p60. Saran ini penting karena kualitas asli rekaman akan lebih terlihat saat diputar pada setelan resolusi tertinggi yang tersedia.
Dua lagu, satu skenario uji yang relevan
Pemilihan “Love Shot” dan “The Eve” membuat pengujian terasa dekat dengan kebutuhan penggemar konser yang sering merekam penampilan penuh, bukan hanya potongan singkat. Merekam satu lagu penuh juga memberi gambaran lebih utuh soal konsistensi kualitas video selama durasi pertunjukan.
Dalam konteks penggunaan sehari-hari, pendekatan seperti ini lebih berguna dibanding sekadar menampilkan cuplikan pendek. Pengguna bisa melihat bagaimana kamera bertahan saat lampu panggung berubah, artis bergerak aktif, dan jarak perekaman tidak ideal.
Diuji dari posisi jauh di tribun atas
Lokasi perekaman dari tribun tier 1 paling atas menjadi elemen penting dalam uji ini. Banyak penonton konser berada di posisi yang serupa, sehingga hasil video ini lebih mudah dikaitkan dengan pengalaman nyata saat menonton langsung di arena besar.
Dengan jarak yang jauh, kemampuan telefoto ikut menjadi sorotan. Galaxy S26 Ultra mengandalkan dua kamera telefoto dan zoom hingga 25x untuk mendekatkan subjek di atas panggung tanpa bantuan aksesori tambahan.
Hasil uji seperti ini juga menunjukkan bahwa kualitas perekaman konser tidak hanya ditentukan oleh kedekatan dengan panggung. Penempatan kursi, jenis panggung, serta komposisi pengambilan gambar ikut memengaruhi hasil akhir video.
Sebagai pembanding konteks, KompasTekno sebelumnya juga sempat merekam penampilan One Ok Rock di Indonesia Arena pada Mei lalu. Saat itu, posisi menonton berada di CAT 1, baris 28, kursi 411, hampir di tengah tetapi tetap di barisan paling belakang tribun tier 1.
Pada konser One Ok Rock, jarak ke panggung terasa makin jauh karena panggung tidak memakai extended stage. Situasi itu menambah konteks bahwa perekaman konser di arena besar memang menjadi tantangan tersendiri bagi kamera ponsel, terutama ketika penonton tidak berada dekat dengan performer.
Bukan cuma 4K, ada opsi 8K
Meski pengujian kali ini berfokus pada 4K, Galaxy S26 Ultra sebenarnya memiliki opsi perekaman yang lebih tinggi, yakni 8K 30 fps. Opsi ini berguna bagi pengguna yang ingin fleksibilitas lebih besar saat memotong, mengedit, atau mengubah komposisi gambar tanpa banyak kehilangan ketajaman.
Namun, perekaman 8K juga membawa konsekuensi pada ukuran file yang lebih besar. Artinya, pengguna perlu menyiapkan memori yang cukup jika ingin memakai mode tersebut untuk durasi panjang seperti satu lagu penuh di konser.
Di sisi lain, 4K tetap menjadi format yang paling realistis untuk banyak pengguna karena sudah memberi detail tinggi dan lebih mudah dinikmati di platform seperti YouTube. Dalam pengujian ini, dua lagu penuh EXO yang direkam di 4K menjadi contoh paling dekat dengan kebutuhan pengguna yang ingin mengabadikan konser secara praktis, langsung dari ponsel, dan tanpa perlengkapan tambahan.
Source: tekno.kompas.com






