Bocoran harga Samsung Galaxy Z Fold 8 Series memancing perhatian karena skema banderolnya terasa tidak biasa. Varian dasar justru disebut membawa desain layar baru yang lebih lebar, sementara varian “Ultra” yang minim pembaruan fisik malah dibanderol lebih tinggi.
Informasi ini muncul dari laporan WinFuture yang kemudian dikutip www.liputan6.com, dengan harga yang membuat posisi dua model dalam keluarga Fold8 tampak bertolak belakang. Di satu sisi ada perubahan desain yang lebih segar, di sisi lain ada kenaikan harga untuk model yang dianggap hanya mengalami penyegaran minor.
| Varian | Harga | Ciri Utama | Catatan |
|---|---|---|---|
| Galaxy Z Fold 8 | € 1.999 | Desain layar baru yang lebih lebar | Harga awal sekitar Rp 41,1 juta |
| Galaxy Z Fold 8 “Ultra” | € 2.199 | Minim pembaruan fisik dan estetika, kamera belakang tiga | Naik € 100 dari generasi sebelumnya |
Berdasarkan hitungan kurs yang digunakan dalam laporan itu, harga awal Galaxy Z Fold 8 berada di sekitar Rp 41,1 juta. Angka ini disebut sama dengan peluncuran HP lipat pendahulunya pada awal 2026.
Yang paling menyita perhatian justru varian “Ultra”. Meski tampil tanpa banyak perubahan pada sisi fisik dan desain, model ini disebut tetap punya keunggulan perangkat keras tertentu seperti konfigurasi tiga kamera belakang dan kapasitas baterai yang lebih besar.
Strategi harga tersebut dinilai ironis karena model standar membawa perubahan desain baru, sedangkan model “Ultra” menerima kenaikan harga sebesar € 100 atau sekitar Rp 2 jutaan. Dari sudut pandang konsumen, kondisi ini bisa memunculkan pertanyaan soal nilai tambah yang benar-benar ditawarkan masing-masing varian.
Samsung belum mengumbar detail lebih jauh dalam kabar yang beredar, namun bocoran ini sudah cukup untuk membuat lini Galaxy Z Fold 8 jadi bahan perbincangan. Perbedaan harga dan pembaruan antarvarian itulah yang membuat seri ini terasa lebih kompleks dibanding sekadar penerus biasa.
