HUAWEI MatePad Pro Max akan segera meluncur di Indonesia dengan ambisi membawa pengalaman kerja tablet mendekati komputer pribadi. Perangkat layar besar ini mengandalkan integrasi AI, desain tipis, serta aksesori produktivitas untuk pengguna yang sering bekerja secara mobile.
Tablet premium ini menyasar kebutuhan profesional yang selama ini masih bergantung pada laptop karena layar smartphone terlalu sempit untuk pekerjaan kompleks. Huawei menempatkan MatePad Pro Max sebagai perangkat untuk mengolah dokumen, menjalankan beberapa aplikasi, hingga membuat materi kreatif dalam satu perangkat ringkas.
Perubahan pola kerja ikut mendorong kebutuhan tersebut. Mengutip temuan Garuda AI Impact Summit 2026 yang dilaporkan www.suara.com, 92 persen knowledge workers di Indonesia telah memanfaatkan AI generatif, angka yang disebut melampaui rata-rata global.
Angka itu menunjukkan AI mulai dipakai untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar fitur tambahan. Dalam konteks tersebut, Huawei membawa filosofi “Powered by AI. Built for Every Spark of Inspiration” pada tablet barunya.
Ruang Kerja Besar dalam Bodi Tipis
Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah layar Flexible OLED PaperMatte 13,2 inci dengan resolusi 3K atau 3.000 x 2.000 piksel. Huawei menyebut rasio layar ke bodinya mencapai 94 persen, sementara bezel di sekeliling layar berukuran sekitar 3,55 mm.
Versi PaperMatte Edition memiliki ketebalan 4,7 mm dan bobot sekitar 509 gram. Huawei mengklaimnya sebagai tablet profesional 13 inci tertipis dan teringan di dunia, dengan bodi full-metal unibody serta Huawei Cloud Falcon Architecture untuk menjaga struktur perangkat.
| Komponen | Detail | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Layar | 13,2 inci 3K Flexible OLED PaperMatte | Ruang kerja luas untuk dokumen dan materi kreatif |
| Ketebalan | 4,7 mm | Lebih mudah dibawa untuk kerja mobile |
| Bobot | Sekitar 509 gram pada PaperMatte Edition | Menunjang mobilitas tanpa membawa laptop besar |
| Multitasking | Live-Multitask hingga tiga aplikasi | Mendukung pekerjaan paralel dalam satu layar |
Lapisan PaperMatte dirancang untuk mengurangi glare, pantulan, dan efek sparkle pada layar. Karakter ini ditujukan agar tablet tetap nyaman digunakan di bawah pencahayaan terang maupun dalam durasi kerja yang panjang.
AI untuk Dokumen dan Pekerjaan Harian
Fokus penting MatePad Pro Max terletak pada AI-powered PC-level WPS Office yang menawarkan antarmuka menyerupai komputer desktop. Pengguna dapat membuat dokumen, mengolah spreadsheet, menyusun presentasi, serta merangkum PDF langsung melalui tablet.
Fitur Smart Create, PDF Summarize, Generate Slides, dan Grammar Polish disiapkan untuk mempersingkat pengerjaan tugas administratif. Huawei mengarahkan kemampuan tersebut untuk eksekutif, konsultan, serta profesional lain yang membutuhkan perangkat kerja fleksibel.
Produktivitasnya turut didukung fitur Live-Multitask yang memungkinkan tiga aplikasi aktif dalam satu tampilan. Pengalaman ini dapat dipadukan dengan HUAWEI Glide Keyboard, M-Pencil Pro, dan mouse eksternal agar cara kerja tablet semakin dekat dengan laptop konvensional.
Menjangkau Ilustrasi hingga Editing Video
Huawei juga membawa AI ke sisi kreatif melalui aplikasi GoPaint. Aplikasi ini menyediakan Animation, Fluid Brush, Splatter Brush, dan Intelligent Colour Card untuk membantu ilustrator atau desainer menyusun gagasan visual dari tablet.
Dengan dukungan M-Pencil Pro, pengguna dapat membuat storyboard, moodboard, ilustrasi, maupun konsep kampanye tanpa berpindah ke komputer. MatePad Pro Max juga disebut kompatibel dengan aplikasi kreatif berbasis AI seperti CapCut dan Filmora untuk kebutuhan editing video secara mobile.
Kombinasi layar 13 inci, WPS Office berfitur AI, dan aksesori produktivitas memang membuka peluang tablet menjadi alternatif laptop bagi sebagian pengguna. Namun, perannya akan sangat bergantung pada jenis pekerjaan, kebutuhan aplikasi, dan seberapa jauh pengguna dapat memindahkan alur kerja mereka ke perangkat mobile.
Kehadiran HUAWEI MatePad Pro Max menandai persaingan perangkat komputasi yang makin menitikberatkan pada otomatisasi kerja dan kreativitas lintas perangkat. Bagi profesional yang mengutamakan mobilitas, tablet ini menawarkan pendekatan berbeda untuk menyatukan pekerjaan dokumen dan proses kreatif dalam bodi yang jauh lebih tipis.
Source: www.suara.com






