iOS 26 Apple Tes Desain Baru, Liquid Glass Dianggap Mengganggu

Shopee Flash Sale

Apple kembali melakukan perubahan besar pada desain antarmuka iPhone dalam versi uji coba terbaru iOS 26, dengan mengurangi efek transparansi yang sebelumnya menjadi ciri khas dari estetika “Liquid Glass”. Dalam pembaruan beta ketiga yang baru dirilis, Apple tampaknya mengambil langkah mundur dari pendekatan desain awal yang sangat mengandalkan tampilan transparan menyerupai kaca bening.

Perubahan ini ditandai dengan pengurangan efek transparan pada elemen seperti tombol, bilah navigasi, dan notifikasi. Apple kini menambahkan rona warna yang lebih tegas dan bayangan lebih gelap pada berbagai elemen UI, termasuk di aplikasi Apple Music, untuk mencegah gangguan visual dari latar belakang yang sebelumnya terlalu dominan.

Awalnya, desain Liquid Glass mendapat pujian karena memberikan kesan visual yang segar dan futuristik. Namun, sejak dirilisnya versi beta pertama pada Juni lalu, beberapa pengembang menyuarakan kekhawatiran tentang keterbacaan dan kenyamanan penggunaan, terutama di bagian Control Center yang dinilai terlalu tembus pandang. Kritik ini tampaknya menjadi alasan utama Apple untuk mengubah pendekatan desain mereka.

Dalam versi beta kedua, Apple sudah mulai mengurangi tingkat kilap dan transparansi. Mereka memperkenalkan High Contrast Mode yang memberikan batas tegas pada elemen kaca, serta menambahkan efek blur yang lebih gelap di Control Center. Kini, di beta ketiga, desain semakin mendekati tampilan matte atau frosted glass, yang membuat elemen terlihat lebih solid dan jelas dibedakan dari latar belakang.

Beberapa pengguna dan desainer profesional menyambut baik perubahan ini. Di platform X dan Reddit, sebagian menyebut bahwa desain sebelumnya “nyaris tak terbaca” bagi pengguna dengan gangguan penglihatan, dan menyebut pembaruan ini sebagai langkah penting untuk aksesibilitas. “Ini lebih penting dari sekadar estetika kaca bening,” tulis salah satu pengguna.

Namun tidak semua orang sepakat. Allan Yu, mantan desainer di Shopify dan Facebook, menyebut bahwa perubahan ini terasa seperti langkah mundur. “Rasanya kembali ke desain sebelumnya,” ujarnya, menambahkan bahwa kini tampilan iOS 26 “kurang menonjol dari iOS 18.” Pendapat serupa disampaikan oleh Serhii Popov, insinyur perangkat lunak senior di MacPaw, yang mengatakan ia kecewa dengan arah perubahan di beta 3 dan berharap ada opsi kustomisasi efek transparansi di versi final nanti.

Saat ini, Apple belum menyediakan pengaturan untuk menyesuaikan tingkat kilau atau transparansi Liquid Glass secara manual, selain fitur “Reduced Transparency” yang sudah lebih dulu tersedia di menu aksesibilitas. Fitur ini menyatukan warna latar belakang dan mengurangi efek transparan secara keseluruhan.

Apple sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai arah akhir dari desain ini. Namun, sebagaimana biasanya, perusahaan asal Cupertino tersebut masih berada dalam tahap pengujian pengembang hingga peluncuran resmi iOS 26 yang dijadwalkan pada musim gugur bersamaan dengan lini iPhone terbaru.

Beberapa pengamat memperkirakan Apple akan mencari titik tengah antara desain awal yang sangat transparan dan versi terbaru yang lebih gelap dan solid. Dengan banyaknya masukan dari pengembang dan pengguna awal, bukan tidak mungkin Apple akan menambahkan opsi kustomisasi agar pengguna dapat memilih sendiri tampilan Liquid Glass sesuai preferensi mereka.

Berita Terkait

Back to top button