Viral sebuah video yang memperlihatkan kemarahan seorang warga di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, pada awal Februari 2026. Pria tersebut memprotes isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diduga tidak sesuai dengan laporan yang dia buat, yakni kasus penganiayaan.
Dalam video yang tersebar, pelapor terlihat sangat marah setelah menemukan barang bukti berupa timbangan tercantum dalam BAP-nya. Padahal, laporan yang ia buat sama sekali tidak terkait dengan narkoba, melainkan penganiayaan.
Pelapor bahkan menunjuk langsung pada dokumen BAP sambil membentak petugas penyidik yang menangani kasusnya. Ia merasa dirugikan dan terkejut karena keterangan dalam BAP tersebut berpotensi mencemarkan nama baik dan memperburuk posisi hukumnya.
Respons petugas penyidik pun malah menambah ketegangan. Saat dimintai penjelasan, oknum penyidik tersebut memilih untuk menawarkan opsi merobek berkas BAP yang salah ketik. Hal ini justru membuat pelapor semakin emosi dan kecewa terhadap pola penanganan yang tampak kurang profesional.
Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polsek Cilandak, Bripka Nuryono, membenarkan insiden itu dan mengakui adanya kekeliruan dalam proses penyusunan BAP. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada warga yang merasa dirugikan dan masyarakat umum.
Bripka Nuryono menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut sedang dalam proses pengusutan internal oleh Propam Polres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan apakah kesalahan tersebut murni human error atau ada indikasi kesengajaan.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan mentolerir adanya pelanggaran kode etik oleh anggotanya. Pejabat itu menyatakan pemeriksaan sedang dilakukan secara transparan untuk menjaga integritas proses hukum dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Berikut adalah langkah awal yang diambil polisi terkait kasus ini:
1. Melakukan klarifikasi dan permohonan maaf resmi kepada pelapor dan masyarakat.
2. Melakukan pemeriksaan internal terhadap penyidik yang terlibat oleh Propam.
3. Menginvestigasi secara rinci kronologis penyusunan BAP yang bermasalah.
4. Menjamin sanksi tegas bagi anggota polisi yang terbukti melanggar prosedur dan etika.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam penegakan hukum, terutama dalam hal keakuratan dan profesionalisme proses administrasi penyidikan. Kesalahan seperti ini bukan hanya merugikan korban, tapi juga bisa menurunkan citra lembaga kepolisian di mata publik.
Polsek Cilandak dan Propam Polres Metro Jakarta Selatan berkomitmen memproses kasus ini dengan serius dan transparan. Fokus utama tetap pada pemberian pelayanan hukum yang adil dan tepat sasaran sesuai fakta di lapangan.
Pemantauan dan evaluasi mendalam diharapkan bisa mencegah munculnya kasus serupa di masa depan. Publik diminta untuk terus mengawasi dan memberi kritik konstruktif agar institusi penegak hukum dapat bekerja lebih baik lagi.
