Momen perayaan Salat Idulfitri tahun 2026 menjadi sorotan khusus saat selebgram Lucinta Luna tampil berbeda dari biasanya. Pada hari raya tersebut, ia menunaikan Salat Id dengan mengenakan pakaian muslim pria lengkap dengan sarung dan peci, menandai kepulangan pada fitrah kelahirannya sebagai laki-laki.
Lucinta Luna mengunggah momen tersebut di Instagram, memperlihatkan dirinya berdiri di barisan saf laki-laki saat salat berjemaah di Seoul Central Mosque, Korea Selatan. Berbeda dari penampilannya selama ini yang identik dengan busana wanita dan riasan wajah, pada kesempatan ini ia tampil tanpa perhiasan dan rambutnya diikat rapi.
Langkah Keberanian dan Refleksi Diri
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lucinta Luna mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama ia berani menunaikan salat Id berjemaah di luar negeri dengan mengenakan pakaian pria. Ia menyebut langkah ini sebagai sebuah keberanian kecil namun bermakna dalam perjalanan imannya.
Sebagai seorang manusia yang menyadari tidak luput dari dosa dan kesalahan, Lucinta Luna memohon kepada Allah SWT agar dapat terus membersihkan dirinya. Ia menyatakan harapannya untuk perlahan memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menghilangkan rasa malu dan gengsi dalam menjalani fitrah yang telah ditetapkan sejak lahir.
Pesan dan Harapan Pada Momentum Idulfitri
Dalam suasana yang penuh rahmat dan pengampunan di hari raya Idulfitri, Lucinta Luna juga menyampaikan bahwa kesempatan salat Id yang hanya terjadi setahun sekali ini ia jadikan sebagai titik awal untuk melakukan perubahan positif. Ia berharap momen ini dapat menjadi awal yang lebih baik dalam perjalanan spiritualnya.
Langkah ini menampilkan sisi baru dari sosok Lucinta Luna yang selama ini dikenal luas di media sosial. Perayaannya di Seoul Central Mosque juga menunjukkan keberanian mengambil keputusan penting terkait identitas diri dalam bingkai keimanan dan ibadah.
Berbagai elemen dalam cerita ini menguatkan nilai E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), mengingat pernyataan langsung dari Lucinta Luna serta data akurat terkait tempat dan waktu pelaksanaan salat Id. Informasi ini memberikan gambaran mendetail sekaligus kontekstual terkait perubahan pribadi dan praktik keagamaan selebritas tersebut.
Salat Id dengan gaya yang berbeda dari Lucinta Luna menjadi contoh nyata bagaimana momen religius dapat memicu refleksi dan perubahan diri. Meskipun dikenal publik dengan persona yang kontroversial, penampilan dan sikapnya saat lebaran ini menunjukkan komitmen menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan identitas dasar sebagai manusia.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com