Pameran Indonesian Women Artists atau IWA kembali hadir di Galeri Nasional Indonesia pada 9 April hingga 30 Juni 2026 dengan menampilkan 12 perupa perempuan lintas generasi dari berbagai latar praktik seni. Ajang yang memasuki penyelenggaraan keempat ini mengusung tajuk ON THE MAP—Art, Science, Technology & Culture dan menjadi salah satu sorotan seni rupa yang menempatkan perempuan sebagai pusat pembacaan karya dan gagasan.
Pameran ini juga menjadi penutup seri IWA sebelum rencana penyelenggaraan Biennale/Triennale Perempuan pada 2027 yang bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Dengan pendekatan yang lebih kolaboratif, pameran tahun ini mempertemukan perupa muda dan senior dalam satu ruang dialog visual dan diskusi publik.
Ruang apresiasi bagi perupa perempuan
Ketua Yayasan Cemara Enam, Inda C. Noerhadi, mengatakan IWA sejak awal digagas sebagai platform apresiasi untuk melihat praktik kesenimanan perempuan di Indonesia. Nilai penting dari pameran ini bukan hanya pada karya yang dipajang, tetapi juga pada cara publik membaca ulang kontribusi perempuan dalam sejarah seni rupa nasional.
Menurut Inda, IWA #4 berbeda dari edisi sebelumnya karena menghadirkan kolaborasi antara perupa muda dan perupa senior. Ia juga menyebut karya-karya yang tampil akan dibahas lebih jauh dalam forum diskusi publik, sehingga pameran ini tidak berhenti sebagai tontonan visual semata.
Tema yang menghubungkan seni, sains, dan budaya
Kurator Carla Bianpoen menjelaskan bahwa ON THE MAP—Art, Science, Technology & Culture mengeksplorasi praktik artistik yang lahir dari keterhubungan dengan unsur bumi. Hubungan itu dibaca dalam konteks budaya tradisional maupun kontemporer, lalu dikaitkan dengan relasi tubuh manusia dan cara seniman merespons dunia hari ini.
Carla menegaskan bahwa karya-karya dalam pameran ini tidak hanya menyajikan kepekaan estetis, tetapi juga memunculkan pertanyaan kritis tentang dunia yang kita huni, termasuk dalam konteks Indonesia. Ia bahkan menilai visi dan imajinasi para seniman yang tampil sejalan dengan semangat zaman, sekaligus menunjukkan kekuatan ekspresi perempuan dalam seni rupa.
12 perupa dari lintas generasi
IWA #4 menampilkan 12 nama perupa perempuan, termasuk Bibiana Lee, Citra Sasmita bersama Cinta Bumi Artisan, Dyantini Adeline, Endang Lestari, Ines Katamso, Irene Agrivina, KaNa Fuddy Prakoso, Ni Nyoman Sani, Nona Yoanishara, Rani Jambak, Tara Kasenda, dan Ve Dhanito. Daftar ini memperlihatkan keragaman pendekatan artistik, dari yang berakar pada tradisi hingga yang bermain di wilayah eksperimentasi kontemporer.
Kehadiran lintas generasi juga memberi ruang perbandingan gagasan sekaligus memperkaya cara publik memahami perubahan praktik seni perempuan di Indonesia. Dalam konteks pameran, keberagaman ini menjadi kekuatan utama karena memperlihatkan bahwa pengalaman perempuan tidak tunggal, melainkan bergerak melalui banyak medium, narasi, dan penafsiran.
Informasi kunjungan pameran
Berikut informasi penting bagi pengunjung yang ingin datang ke Galeri Nasional Indonesia:
- Nama pameran: IWA #4: On The Map
- Lokasi: Gedung A Galeri Nasional Indonesia
- Jadwal pameran: 10 April hingga 30 Juni 2026
- Jam buka Selasa–Kamis: 10.00–18.00 WIB
- Jam buka Jumat–Minggu: 10.00–20.00 WIB
- Tiket: tersedia pembelian langsung di Galeri Nasional Indonesia serta secara daring melalui Traveloka dan tiket.com
Harga tiket kawasan Galnas yang berlaku saat ini adalah Rp25.000 untuk pelajar dari PAUD hingga mahasiswa, Rp50.000 untuk pengunjung dewasa, Rp150.000 untuk WNA, dan Rp50.000 untuk WNA pemegang KITAS. Dengan akses yang relatif terjangkau, pameran ini membuka kesempatan lebih luas bagi publik untuk mengenal karya perupa perempuan Indonesia dari dekat.
Makna pameran di tengah perkembangan seni rupa
Pameran seperti IWA menunjukkan bahwa seni rupa perempuan di Indonesia terus berkembang melalui dialog antargenerasi dan pendekatan lintas disiplin. Di tengah meningkatnya perhatian pada isu identitas, tubuh, budaya, dan teknologi, karya-karya yang tampil di Galeri Nasional memberi gambaran bahwa perempuan seniman ikut membentuk percakapan penting tentang masa kini.
Kehadiran pameran ini juga mempertegas peran galeri nasional sebagai ruang pengetahuan publik, bukan hanya tempat memamerkan karya. Lewat kurasi, diskusi, dan pertemuan antarperupa, IWA #4 menghadirkan pembacaan yang lebih luas tentang posisi perempuan dalam lanskap seni rupa Indonesia saat ini.
Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com




